Merauke, Jubi – Sedikitnya lebih dari 20 warga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dilaporkan terserang diare. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan balita.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke pun meminta Dinas Kesehatan untuk mengecek penyebab kasus diare itu.
Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah menjelaskan bahwa pemerintah daerah menerima informasi tersebut dari Kepala Distrik Kimaam, Selasa malam (6/10/2026).
Setelah menerima laporan itu, Pemkab meminta Dinas Kesehatan segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk memastikan kondisi warga yang terdampak.
“Semalam masyarakat sampaikan, Pak Distriknya. Kita memang baru minta dari kesehatan untuk mengecek betul apa yang menjadi penyebabnya,” kata Fauzun Nihayah kepada Jubi, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan, pemerintah juga mendapat informasi mengenai persoalan air dan sanitasi di wilayah tersebut.
Namun, pemerintah belum memastikan persoalan tersebut sebagai penyebab kasus diare dan masih menunggu pemeriksaan dari Dinas Kesehatan setempat.
“Informasi yang kami peroleh juga berkaitan dengan persoalan air di sana, terkait sanitasi. Tapi kami sudah minta dinas untuk mengecek penyebab pastinya, dan segera melakukan penanganan dan pencegahan,” ujar Fauzun.
Menurutnya, persoalan ketersediaan air bersih merupakan hal yang perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya di Kimaam tetapi juga di wilayah lain.
“Kalau air ini kan memang hampir semua, tidak hanya di pulau saja. Kita ini juga sama. Ini menjadi perhatian kita bersama kalau soal air,” ucapnya.
Fauzun Nihayah mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat juga akan mengecek kembali kebutuhan masyarakat di Kimaam, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan untuk penanganan pasien.
“Kita baru mau koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga untuk memastikan ketersediaan obat di sana, termasuk penanganan dan pencegahannya,” kata Fauzun.
Wabup Merauke mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan mengupayakan konsumsi air bersih.
“Imbauan kepada masyarakat tetap harus jaga kebersihan dan minum, diupayakan minum air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa pada Rabu (7/10/2026), lebih dari 20 pasien mengalami diare dan muntaber.
Para pasien tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas Pratama Kimaam, dengan sebagian besar di antaranya merupakan anak usia balita.
Bawa Santosa juga mengimbau orang tua segera membawa anak ke Puskesmas atau Rumah Sakit Pratama Kimaam apabila mengalami buang air besar secara terus-menerus atau menunjukkan gejala diare.
Warga diminta tidak memberikan obat-obatan tradisional atau melakukan pengobatan sendiri kepada anak tanpa pemeriksaan tenaga medis. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. (*)
























Discussion about this post