• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

October 7, 2026
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Hak investor

Dr. Sindra Sharma (kiri ke kanan), Adam Wolfenden, Dr. Patricia Ranald, dan Prof. Dr. Jane Kelsey dalam panel diskusi para ahli Pasifik di Nadi Pra COP31 – Jubi/Humas PANG

0
SHARES
15
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Bagi negara-negara Kepulauan Pasifik yang berada di garis depan perubahan iklim, langkah-langkah penting untuk melindungi laut dan masyarakat mereka kian berbenturan dengan hak-hak hukum investor asing.

Hal ini terjadi seiring upaya industri pertambangan laut dalam dan industri ekstraktif lainnya untuk mendapatkan perlindungan yang berpotensi membatasi respons pemerintah di masa mendatang.

Peringatan tersebut disampaikan dalam sebuah acara pemangku kepentingan menjelang COP31 untuk kawasan Pasifik yang bertajuk “Hak-Hak Investor sebagai Hambatan bagi Aksi Iklim,” yang diselenggarakan oleh Pacific Network on Globalisation (PANG), Australian Fair Trade and Investment Network (AFTINET), dan Pacific Islands Climate Action Network (PICAN).

Begitu bunyi keterangan pers yang diterima Jubi dari Jennis Naidu, Manajer Media dan Komunikasi dari Jaringan Pasifik tentang Globalisasi (PANG) di Suva, Fiji, Rabu (7/10/2026).

Diskusi tersebut mempertemukan para ahli internasional untuk mengkaji bagaimana perjanjian investasi, kontrak swasta, dan mekanisme arbitrase — yang dikenal sebagai Penyelesaian Sengketa Investor-Negara (ISDS) — dapat membuat pemerintah di Kepulauan Pasifik menghadapi tuntutan hukum yang memakan biaya besar saat menerapkan langkah-langkah untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan iklim.

Terkait kawasan Pasifik, Wakil Koordinator PANG, Adam Wolfenden, menyatakan bahwa industri pertambangan laut dalam yang sedang berkembang telah menimbulkan kekhawatiran khusus, mengingat potensi dampak lingkungannya dan ketidakpastian regulasi yang melingkupinya.

“Pertambangan laut dalam bukanlah solusi iklim. Kegiatan ini akan mengganggu sistem pengatur iklim di lautan, termasuk penyerap karbon,” katanya.

BERITATERKAIT

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

Perempuan Pasifik serukan suara mereka lebih besar dalam pembicaraan iklim

PM Kepulauan Solomon berkomunikasi dengan Pemimpin Pasifik dan Global Jelang COP31

PM Fiji mendesak aksi iklim saat pertemuan Pra-COP31

“Bagi industri yang belum teruji dan minim regulasi ini, kita tidak tahu seperti apa perubahan regulasinya nanti, namun perubahan itu pasti akan terjadi. Hal ini menjadikan mekanisme Penyelesaian Sengketa Investor-Negara (ISDS) sebagai wadah atau sarana yang paling tepat bagi kegiatan pertambangan laut dalam,” tambahnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia menyebutkan bahwa perlindungan melalui ISDS muncul lewat berbagai jalur, termasuk perjanjian investasi, kontrak swasta, perjanjian sponsor dengan International Seabed Authority (ISA), serta peraturan perundang-undangan domestik mengenai pertambangan laut dalam.

Pimpinan Kebijakan Internasional di PICAN, Dr. Sindra Sharma, mengatakan bahwa masalah ini melampaui sekadar isu pertambangan laut dalam, mengingat ISDS kian memicu ketegangan antara kewajiban iklim pemerintah dan perlindungan bagi investor.

“Kita melihat adanya dua sistem yang bergerak ke arah yang berlawanan. Di satu sisi terdapat litigasi iklim internasional, dan seluruh negara Pasifik telah membawa kewajiban terkait iklim ke hadapan pengadilan-pengadilan tertinggi dunia,” ujarnya.

“Di sisi lain, terdapat arbitrase investasi… di mana para investor memanfaatkan perjanjian bilateral, perjanjian perdagangan bebas, dan berbagai piagam — termasuk Perjanjian Piagam Energi — untuk menggugat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah.”

Dr. Sharma menyatakan bahwa konflik ini sangat signifikan mengingat pemerintah menghadapi tekanan yang kian meningkat untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap dan mencapai target iklim 1,5°C.

“Operasional infrastruktur batu bara, minyak, dan gas yang ada saat ini harus segera dihentikan; berbagai langkah regulasi — seperti tenggat waktu penghentian penggunaan batu bara, moratorium ekstraksi, pencabutan izin, dan sebagainya — kini rentan memicu gugatan dari pihak investor. Di situlah letak bahayanya,” ucapnya.

Prof. Dr. Jane Kelsey, profesor emeritus hukum dari Universitas Auckland, Selandia Baru, menyatakan bahwa potensi besarnya nilai gugatan investor dapat memberikan tekanan finansial yang signifikan bagi pemerintah yang berupaya memperkuat kebijakan iklim.

“Perjanjian dan kontrak terkadang dapat digunakan dalam arbitrase swasta di luar negeri. Proses ini tidak dijalankan seperti putusan pengadilan pada umumnya. Sering kali proses tersebut dilakukan secara tertutup, bahkan terkadang keberadaan sengketa itu sendiri tidak diketahui,” ujar Dr. Kelsey.

“Hal ini, tidak mengherankan, menimbulkan apa yang kita sebut sebagai efek gentar (_chilling effect_) terhadap langkah iklim pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan, potensi adanya tuntutan bernilai besar juga berdampak pada kemampuan pemerintah dalam mendanai langkah iklim, di mana pembayaran ganti rugi atas perkiraan keuntungan di masa depan berpotensi mengalihkan sumber daya publik.

Dr. Patricia Ranald, Koordinator AFTINET, menyoroti Australia sebagai contoh bagaimana kampanye masyarakat dapat memengaruhi kebijakan pemerintah terkait ISDS.

Ia menyatakan bahwa penolakan masyarakat turut mencegah dimasukkannya ketentuan ISDS ke dalam Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Australia dan berkontribusi pada keputusan Australia untuk menerapkan kebijakan pengecualian ISDS dari perjanjian perdagangan dan investasi yang baru.

Namun, ia memperingatkan bahwa mekanisme tersebut masih terus digunakan oleh perusahaan bahan bakar fosil dan investor yang menuntut kompensasi dari pemerintah.

“Hal ini merupakan ancaman nyata bagi demokrasi karena mereka memintas penolakan masyarakat dan putusan pengadilan,” katanya.

Dalam diskusi panel, para ahli Pasifik juga menyerukan tindakan lebih lanjut untuk menghapus risiko terkait ISDS — termasuk yang bersumber dari perjanjian investasi, kontrak swasta, dan Deep Sea Mining (DSM) — serta mendorong keterlibatan dalam proses internasional, seperti COP dan upaya transisi meninggalkan bahan bakar fosil.

Ini demi mewujudkan aksi global yang terkoordinasi dalam menanggapi ancaman ini. Laporan PANG berjudul _Undermining Sovereignty: De-Risking the Pacific from Investor-State Disputes in Deep-Sea Mining_, bisa menjadi salah satu referensi penting dalam investasi tambang laut dalam di Pasifik bagi masa depan penduduk di Benua Biru, Samudera Pasifik. (*)

Tags: IklimInvestorMembatasiPasifik
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

October 7, 2026
Perubahan iklim

Perempuan Pasifik serukan suara mereka lebih besar dalam pembicaraan iklim

October 6, 2026

PM Kepulauan Solomon berkomunikasi dengan Pemimpin Pasifik dan Global Jelang COP31

October 5, 2026

PM Fiji mendesak aksi iklim saat pertemuan Pra-COP31

October 5, 2026

Pelaku usaha iklim Indonesia terpilih sebagai KINETIK Sweef Fellows

October 3, 2026

Di luar perjanjian: Bagaimana sengketa investasi menjerat Negara-negara Pasifik?

October 2, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days
6 October 2026
Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days

Merauke, Jubi – Young swimmer Nathania Zefanya Wohel from Merauke, South Papua province, won 15 gold and three silver medals [...]

Search underway for to people missing in Ulilin forest
6 October 2026
Search underway for to people missing in Ulilin forest

Merauke, Jubi –  A joint search and rescue team is searching for two people who were reported missing in a [...]

Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes
5 October 2026
Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes

Teminabuan, Jubi — Residents of Kais village in Kais District, South Sorong Regency, Southwest Papua, are urging the local government [...]

Smoke haze in Sorong suspected to be from fires elsewhere
5 October 2026
Smoke haze in Sorong suspected to be from fires elsewhere

Sorong, Jubi – Smoke haze that has blanketed Sorong City, Southwest Papua, in recent days is suspected to have come [...]

Three University of Science and Technology Jayapura students named suspects
3 October 2026
Three University of Science and Technology Jayapura students named  suspects

Jayapura, Jubi – Three of four students from the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) arrested by Jayapura City [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penyelundupan telur burung

Balai Karantina gagalkan penyelundupan telur burung paruh bengkok dari Merauke

October 7, 2026
Demam babi Afrika

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

October 7, 2026
Kapal RS TNI AL

Kapal RS TNI AL Indonesia merawat pasien dan mengoperasi warga Vanuatu

October 7, 2026
Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

October 7, 2026
Gereja

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 7, 2026
Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

October 7, 2026
Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

October 7, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Lomba bedah APBD

Tim SMA Negeri 1 Jayapura lolos final lomba bedah APBD

October 6, 2026
PM Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon: Investasikan uang anda pada alam

October 6, 2026
Sosialisasi perizinan berusaha ke kampus

DPM-PTSP Kabupaten Jayapura sosialisasi perizinan berusaha hingga ke kampus

October 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Penyelundupan telur burung

Balai Karantina gagalkan penyelundupan telur burung paruh bengkok dari Merauke

0
Demam babi Afrika

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

0
Kapal RS TNI AL

Kapal RS TNI AL Indonesia merawat pasien dan mengoperasi warga Vanuatu

0
Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

0
Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

0
Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

0
Bimtek BKPSDM

Pengelola layanan kepegawaian apresiasi bimtek Microsoft Office BKPSDM Papua Tengah

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara