• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

October 7, 2026
in Pasifik
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Polinesia Prancis

Presiden Polinesia Prancis, Moetai Brotherson – Jubi / RNZ Pasifik / Sumber foto: Tahiti Nui Télévision

0
SHARES
33
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Presiden Polinesia Prancis, Moetai Brotherson mengatakan, masa depan Polinesia Prancis tidak bisa hanya menjadi urusan dalam negeri Prancis semata.

Brotherson telah berpidato di hadapan Komite Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Dekolonisasi, atau C-24, yang didirikan pada tahun 1961 oleh Majelis Umum PBB sebagai badan bawahannya yang dikhususkan untuk isu dekolonisasi. Demikian dikutip Jubi dari laman RNZ Pasifik, Rabu (7/10/2026).

Ia mengatakan bahwa wilayah Prancis tersebut mengusulkan apa yang disebutnya sebagai program kerja yang sederhana.

Ini mencakup program informasi dan pendidikan komprehensif tentang pilihan yang tersedia; misi kunjungan PBB untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat; dan jalur yang disepakati menuju tindakan penentuan nasib sendiri secara demokratis, “yang pada akhirnya memungkinkan masyarakat Mā’ohi untuk menyatakan pilihan mereka secara bebas melalui referendum – tanpa hasil yang telah ditentukan sebelumnya, tanpa pemaksaan sepihak”.

Brotherson mengatakan kepada komite bahwa ia lebih menyukai dialog daripada litigasi, tetapi dialog tidak bisa berarti menunggu tanpa batas waktu.

Brotherson sebelumnya telah menegaskan kembali dukungannya untuk kedaulatan politik yang lebih besar bagi Polinesia Prancis.

Ia mengatakan kepada PMN bahwa pembangunan ekonomi dan ketahanan harus diutamakan dan bahwa jalan menuju kedaulatan yang lebih besar harus bertahap dan dikelola dengan hati-hati.

BERITATERKAIT

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

Perempuan Pasifik serukan suara mereka lebih besar dalam pembicaraan iklim

PM Kepulauan Solomon berkomunikasi dengan Pemimpin Pasifik dan Global Jelang COP31

Di luar perjanjian: Bagaimana sengketa investasi menjerat Negara-negara Pasifik?

Dia mengatakan kepada PBB bahwa Polinesia Prancis tidak meminta “diskusi bilateral lain” dalam kerangka kelembagaan Prancis, di mana Prancis menetapkan aturannya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kami tidak meminta Prancis untuk menentukan masa depan kami; kami meminta Prancis untuk berhenti mencegah kami membahas bagaimana kami akan menentukannya,” katanya.

“Masa depan kita tidak bisa hanya menjadi urusan dalam negeri Prancis semata,” ucapnya.

“Kami meminta dialog dekolonisasi sejati yang berlandaskan hukum internasional, yang melibatkan Prancis, lembaga-lembaga dan kekuatan politik Polinesia Prancis, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terlibat dalam proses tersebut.”

“Peran PBB adalah untuk menjamin bahwa hak kita untuk menentukan nasib sendiri dihormati.”

Brotherson mengatakan bahwa kawasan Pasifik mengetahui konsekuensi dari membiarkan masalah politik tidak terselesaikan terlalu lama.

“Sejarah terkini Kanaky, Kaledonia Baru, mengingatkan kita bahwa dialog harus didahulukan daripada kekerasan, bukan setelahnya. Ini bukan perbandingan atau ancaman. Ini adalah tanggung jawab untuk menjaga perdamaian,” katanya.

Brotherson mengatakan bahwa ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron menjabat, Polinesia Prancis telah terdaftar dalam daftar dekolonisasi PBB selama empat tahun.

“Saat ia meninggalkan jabatannya, 14 tahun akan berlalu. Empat belas tahun di mana Prancis bisa saja memilih dialog,” ujarnya.

Perwakilan Prancis di C-24, Jay Dharmadhikari, mengatakan Paris mendukung dialog langsung yang berkelanjutan antara badan-badan negara dan wilayah Polinesia.

“Dialog ini muncul melalui kontak rutin di semua tingkatan. Negara sepenuhnya berkomitmen dan terlibat dalam hal ini,” ucapnya.

Dharmadhikari – yang kata-katanya diterjemahkan di ruang pertemuan PBB mengatakan bahwa Polinesia Prancis memiliki otonomi politik yang besar di bawah Konstitusi Prancis.

“Polinesia Prancis … memiliki banyak kompetensi di hampir semua bidang. Lebih spesifiknya, ini berarti bahwa masyarakat Polinesia memiliki otonomi penuh untuk menentukan kebijakan publik di dalam kepulauan tersebut, di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, pekerjaan, dan budaya,” katanya.

“Hanya kompetensi-kompetensi kunci, seperti pertahanan dan kompetensi-kompetensi kerajaan, yang tetap menjadi wewenang pemerintah Prancis,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa kepala negara dan pemerintahan Prancis akan melakukan konsultasi dengan semua pemangku kepentingan Polinesia, “dengan mempertimbangkan pesan-pesan yang telah disampaikan dan tuntutan-tuntutan yang diungkapkan”.

Prancis tetap memegang kendali atas pertahanan, mata uang, dan aspek-aspek kebijakan luar negeri.

Rancangan resolusi C-24 tentang kemerdekaan Polinesia Prancis menyerukan kepada Prancis “untuk memulai dialog dengan Pemerintah Polinesia Prancis guna memfasilitasi kemajuan pesat menuju proses penentuan nasib sendiri yang adil dan efektif.

Di mana syarat dan jangka waktu untuk tindakan penentuan nasib sendiri akan disepakati, dan untuk mempertimbangkan pengembangan, dalam kerja sama yang erat, program kerja yang konstruktif untuk Wilayah tersebut”.

Catatan Jubi bahwa Polinesia Prancis, yang terdiri dari lebih dari 100 pulau di Pasifik Selatan dengan populasi sekitar 300.000 jiwa dan berjarak sekitar 16.000 kilometer dari Prancis, memprotes dampak dari sekitar 200 uji coba nuklir yang dilakukan Prancis antara tahun 1966 dan 1996.

Partai pro-kemerdekaan Tavini Huiraatira memenangkan pemilihan di Polinesia, waktu itu telah menuntut permintaan maaf dari Prancis atas uji coba yang berdampak serius pada masyarakat di Kepulauan Atol di sana.

Sementara pemerintahan Polinesia Prancis ingin maju kemerdekaan dan kedaulatan penuh, pemerintah Prancis tidak tertarik dalam negosiasi kemerdekaan dan berargumen pulau tersebut harus bekerja untuk mandiri dalam pertanian, ekonomi, dan pangan sebelum kemerdekaan politiknya.

Gerakan kemerdekaan di Tahiti salah satu wilayah pariwisata teramai di Polinesia Prancis juga ingin merdeka, tetapi masyarakat di sana masih terbagi dua secara politik antara yang ingin merdeka dan yang ingin tetap bersama Prancis.

Sejak pemilu teritorial 2023, partai pro-kemerdekaan bernama Tavini Huiraatira memenangkan mayoritas kursi di parlemen lokal. Pemimpin mereka, Moetai Brotherson, kini menjabat sebagai Presiden Polinesia Prancis.

Hal ini membuktikan bahwa aspirasi untuk berdaulat memiliki basis pendukung yang sangat kuat di masyarakat.

Di bawah kepemimpinan kubu pro-kemerdekaan, Polinesia Prancis mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memfasilitasi proses penentuan nasib sendiri (self-determination) secara demokratis lewat referendum resmi.

Pada September 2026, Parlemen Polinesia Prancis secara mayoritas menyetujui resolusi untuk meminta PBB mengirimkan tim pemantau guna menilai situasi politik di sana.

Presiden Moetai Brotherson menyatakan bahwa mereka ingin jalan menuju kemerdekaan dilakukan secara bertahap dan damai, berfokus pada kemandirian ekonomi terlebih dahulu.

Pemerintah pusat Prancis yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron terus menentang keterlibatan PBB.

Prancis berargumen bahwa wilayah tersebut sudah memiliki otonomi yang sangat luas yang dijamin konstitusi, dan masyarakatnya memiliki hak setara sebagai warga negara Prancis.

Prancis juga menolak berdialog dalam forum internasional mengenai status wilayah ini.

Namun faktanya sentimen nasionalisme suku asli (Mā’ohi) cukup kuat, tidak sedikit masyarakat Tahiti yang khawatir akan kemerdekaan penuh.

Penyebab utamanya adalah ketergantungan ekonomi. Polinesia Prancis sangat bergantung pada subsidi keuangan, bantuan dana, serta sektor pariwisata dan pekerjaan pemerintah yang disokong penuh oleh negara Prancis.

Tanpa bantuan ini, ada kekhawatiran stabilitas ekonomi mereka akan goyah. Wilayah Prancis lainnya yang ingin merdeka adalah Kaledonia Baru dengan masyarakat Kanak Melanesia yang tergabung dalam FLNKS yang juga telah menjadi anggota Melanesian Spearhead Group (MSG). (*)

Tags: KemerdekaanmengusulkanPasifikPBBpolinesiaPrancisproses
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

October 7, 2026
Perubahan iklim

Perempuan Pasifik serukan suara mereka lebih besar dalam pembicaraan iklim

October 6, 2026

PM Kepulauan Solomon berkomunikasi dengan Pemimpin Pasifik dan Global Jelang COP31

October 5, 2026

Di luar perjanjian: Bagaimana sengketa investasi menjerat Negara-negara Pasifik?

October 2, 2026

Kapal rumah sakit TNI AL Indonesia kunjungi negara-negara Melanesia

September 30, 2026

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

September 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days
6 October 2026
Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days

Merauke, Jubi – Young swimmer Nathania Zefanya Wohel from Merauke, South Papua province, won 15 gold and three silver medals [...]

Search underway for to people missing in Ulilin forest
6 October 2026
Search underway for to people missing in Ulilin forest

Merauke, Jubi –  A joint search and rescue team is searching for two people who were reported missing in a [...]

Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes
5 October 2026
Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes

Teminabuan, Jubi — Residents of Kais village in Kais District, South Sorong Regency, Southwest Papua, are urging the local government [...]

Smoke haze in Sorong suspected to be from fires elsewhere
5 October 2026
Smoke haze in Sorong suspected to be from fires elsewhere

Sorong, Jubi – Smoke haze that has blanketed Sorong City, Southwest Papua, in recent days is suspected to have come [...]

Three University of Science and Technology Jayapura students named suspects
3 October 2026
Three University of Science and Technology Jayapura students named  suspects

Jayapura, Jubi – Three of four students from the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) arrested by Jayapura City [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penyelundupan telur burung

Balai Karantina gagalkan penyelundupan telur burung paruh bengkok dari Merauke

October 7, 2026
Demam babi Afrika

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

October 7, 2026
Kapal RS TNI AL

Kapal RS TNI AL Indonesia merawat pasien dan mengoperasi warga Vanuatu

October 7, 2026
Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

October 7, 2026
Gereja

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 7, 2026
Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

October 7, 2026
Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

October 7, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Lomba bedah APBD

Tim SMA Negeri 1 Jayapura lolos final lomba bedah APBD

October 6, 2026
PM Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon: Investasikan uang anda pada alam

October 6, 2026
Sosialisasi perizinan berusaha ke kampus

DPM-PTSP Kabupaten Jayapura sosialisasi perizinan berusaha hingga ke kampus

October 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Penyelundupan telur burung

Balai Karantina gagalkan penyelundupan telur burung paruh bengkok dari Merauke

0
Demam babi Afrika

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

0
Kapal RS TNI AL

Kapal RS TNI AL Indonesia merawat pasien dan mengoperasi warga Vanuatu

0
Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

0
Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

0
Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

0
Bimtek BKPSDM

Pengelola layanan kepegawaian apresiasi bimtek Microsoft Office BKPSDM Papua Tengah

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara