BPS: Penduduk miskin di Kaimana mengalami penurunan

Author : Antara

Editor : Jean

Kaimana, Jubi – Badan Pusat Statistik atau BPS Kabupaten Kaimana, Papua Barat mencatat penduduk miskin di daerah itu mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sebesar 1,47 persen.

“Tentu kami mengapresiasi kinerja Pemkab Kaimana dalam hal program pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program produktif. Sejak tiga tahun terakhir penduduk miskin di Kaimana turun, ini memperlihatkan tren positif,” kata Kepala BPS Kabupaten Kaimana Masadi Yanry Koupun di Kaimana pada Rabu (31/1/2024).

Masadi Yanry Koupun menyatakan penurunan jumlah penduduk miskin di wilayah itu menjadi bukti semakin membaiknya kinerja pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat setempat.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kaimana pada 2022 sebanyak 63.633 jiwa, terdiri atas penduduk laki-laki sebanyak 33.349 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 30.284 jiwa.

Pada 2021, persentase penduduk miskin di Kaimana sebesar 16,04 persen dan pada 2023 menurun menjadi 14,57 persen.

“Dalam kurun waktu dua tahun terus mengalami penurunan, dimana secara agregat terjadi pengurangan berkisar 1,47 poin,” kata Koupun.

BPS Kaimana juga melakukan pengukuran tingkat kedalaman kemiskinan dan tingkat keparahan kemiskinan warga di wilayah itu.

BERITATERKAIT

“Tingkat kedalaman kemiskinan untuk mengukur seberapa jauh gap antara nilai pengeluaran perkapita penduduk terhadap garis kemiskinan dan pengeluaran perkapita penduduk miskin. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan adalah suatu gambaran bagaimana gap diantara pengeluaran perkapita sesama penduduk dengan kategori miskin,” ujarnya.

Dua Indikator tersebut menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir mengalami kenaikan.

Tahun 2021 nilai kedalaman kemiskinan (P1) sebesar 2,83 poin, sementara pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 3,13 poin.

“Dalam hal ini meski tingkat produktifitas tinggi, tetapi tidak menyasar pada kelompok miskin terbawah karena gap yang semakin melebar,” katanya.

Menurut dia, ketika garis kemiskinan naik maka terjadi gap yang semakin melebar.

“Apabila penduduk miskin terbawah tidak mengalami perbaikan ekonomi secara nyata, yang diukur dari pengeluaran perkapita yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan, maka diharapkan nilai indikator P1 harusnya ditekan mendekati angka nol,” kata Yanry.

Sedangkan terkait tingkat keparahan kemiskinan, dalam hal ini bagaimana mengelompokkan pengeluaran perkapita penduduk miskin terbawah berfluktuasi, pada 2021 berkisar 0,73 poin dan pada 2023 berkisar 0,91 poin.

“Artinya penduduk miskin terbawah tidak secara merata mengalami perbaikan yang menyeluruh. Perbaikan terjadi hanya pada kelompok tertentu saja sedangkan pada kelompok miskin lainnya tidak terjadi perbaikan. Fenomena inilah yang menjadi atensi bagi Pemkab Kaimana,” jelasnya.

Dia berharap adanya keberlanjutan program kerja guna meningkatkan produktivitas kelompok miskin terbawah agar warga terdampak secara bertahap bisa keluar dari garis kemiskinan.

“Dengan adanya program kerja pemerintah yang menyeluruh dan berkelanjutan, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara kontinyu serta mengangkat derajat penduduk miskin terbawah secara menyeluruh atau agregat, ujarnya memberi saran. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist