Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua, melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan rembuk stunting atau mengevaluasi aksi-aksi penanganan yang sudah dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan.
“Satu saja anak yang stunting maka kalah bersaing di masa depan. Kalau anak pendek, konsentrasi belajar kurang sehingga tidak bisa berdaya saing,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari di Hotel Grand Abe Jayapura, Kamis (12/5/2022).
Dikatakan Antari, rembuk stunting intens dilakukan untuk meningkatkan pelayanan bagi bayi, balita, ibu hamil dan menyusui sehingga sehat baik sejak dalam kandungan hingga melahirkan.
“Kasus stunting di Kota Jayapura sebesar 10,5 persen atau 1.400 anak [berdasarkan elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat]. Harapan kami jangan sampai ada lagi kasus stunting,” ujar Antari.
Antari menambahkan, intervensi lingkungan, punya jamban sehat, pemberian makanan sehat, penimbangan balita di 213 posyandu terus menerus dilakukan dengan tujuan menjamin kesehatan masyarakat, agar aman dan nyaman beraktivitas.
“Dua kali dalam setahun dipantau tumbuh kembang anak. Kalau timbangan bayi dan balita termasuk ibu hamil setiap bulan kami lakukan. Saya berharap melalui rembuk stunting ini, maka target menurunkan [angka stunting] bisa tercapai hingga nol kasus,” ujar Antari.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan, program dan kegiatan dilaksanakan secara terstruktur, karena termonitor oleh Kementerian Dalam Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.
“Sehingga kegiatan ini bisa optimal dalam pelaksanaannya, sehingga ibu hamil sampai melahirkan hingga 1.000 hari pertama kelahiran sudah terdata. Petugas kesehatan mempunyai sumber data dan rencana kerja sebagai indikator pencapaian pada 2022,” ujar Rustan.
Rustan berharap, tim penanganan stunting Kota Jayapura solid dalam bekerja dan bekerja sama dengan baik, untuk menurunkan angka stunting sehingga target penurunan stunting pada 2024 secara nasional dapat tercapai.
“Kasus stunting kita tinggal 10 persen atau 1.400 anak stunting dari jumlah yang terdata. Yang perlu penanganan terus menerus sampai sehat. Penting dilakukan karena menyangkut masa depan anak,” ujar Rustan.
Rustan menambahkan, rembuk stunting merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan untuk penyusunan rencana kerja pemerintah.
“Beberapa kegiatan tersebut seperti pembangunan, rehabilitasi, posyandu, penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi balita dan anak, perawatan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui,” ujar Rustan. (*)























Discussion about this post