Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB mengklaim telah merampas sepucuk senjata api laras panjang jenis SS1, milik TNI di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (4/3/2026).
Juru Bicara TPNPB-OPM (Organisasi Papua Merdeka), Sebby Sambom mengatakan, markas pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan dari Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bahwa kelompoknya telah merampas satu pucuk senjata api SS 1 di Tolikara pada Rabu siang.
Menurut Sambom, perampasan senjata itu dilakukan oleh pasukan TPNPB bernama Botak Wanimbo atas perintah Mayor Jenderal Lekagak Tenggelan dan Jenderal Goliath Tabuni.
“Jika mau kejar, silahkan datang ke markas TPNPB [pimpinan Lekagak Telenggen]. Botak Wanimbo juga melaporkan bahwa senjata hasil rampasan itu sudah berada di Markas TPNPB,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya, Rabu (4/3/2026) malam.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
TPNPB mengingatkan aparat keamanan tidak melakukan penangkapan dan operasi militer di pemukiman warga sipil yang dapat mengorbankan warga sipil, serta harta benda.
“Jika mau kejar senjata tersebut, silahkan datang langsung ke markas TPNPB,” ujarnya.
Kata Sambom, seluruh senjata yang dirampas oleh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua telah menjadi aset TPNPB dan akan dipergunakan dalam medan perang melawan aparat keamanan Indonesia di atas Tanah Papua, demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonialisme Indonesia.
Sementara itu, pihak Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan sedang melakukan pengecekan mendalam terkait beredarnya video amatir yang mengklaim adanya perampasan senjata api milik TNI jenis SS1-V1 di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (4/3/2026).
Kapendam Letkol Inf Tri Purwanto, menegaskan bahwa hingga Rabu malam, pihak Kodam masih terus mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan di lapangan.
“Sampai dengan malam ini, pihak Kodam XVII/Cenderawasih masih melaksanakan pengecekan dan penyelidikan di lapangan terkait video yang beredar dari pihak OPM (Organisasi Papua Merdeka),” kata Kapendam dikutip dari seputarpapua.com. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua























Discussion about this post