• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Sikap PGI terhadap PSN dan militerisme di Tanah Papua patut didukung

February 6, 2026
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
PGI

Suasana saat penutupan sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau MPL-PGI tahun 2026, di Merauke yang berlangsung 30 Januari 2026 hingga 2 Februari 2026 - pgi.or.id

0
SHARES
351
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Papua Merauke menyatakan sikap berani Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau PGI yang mendukung sikap masyarakat adat di Tanah Papua menolak Program Strategis Nasional atau PSN dan militerisme patut didukung.

Dalam siaran persnya, LBH Papua Merauke menyatakan sebagai salah satu lembaga non pemerintah yang selama ini mendampingi dan mengadvokasi masyarakat adat korban PSN di Merauke, Papua Selatan, menyambut baik deklarasi PGI tersebut karena sudah saatnya gereja hadir bagi mereka yang menjadi korban tidakadilan kebijakan pemerintah.

LBH Papua Merauke mengatakan, PGI telah mendeklarasikan tiga poin yang menjadi sikap organisasi gereja itu, dalam sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau MPL-PGI tahun 2026, di Merauke yang berlangsung 30 Januari 2026 hingga 2 Februari 2026.

Sidang tersebut dihadiri 105 utusan gereja anggota PGI, 30 PGI wilayah di seluruh Indonesia, lembaga-lembaga oikumene dan lembaga-lembaga mitra PGI, serta beberapa pejabat Papua Selatan.

Dalam sidang itu, PGI menetapkan sikap dengan menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional yang sedang berlangsung di Merauke. Sikap ini akan dibawa secara resmi kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan.

PGI menolak militerisasi dan kecenderungan otoritarianisme yang dinilai melemahkan hak-hak masyarakat, demokrasi, serta partisipasi kritis warga.

PGI juga menegaskan dukungan penuh kepada masyarakat adat Papua Selatan yang menyuarakan penolakan terhadap PSN

BERITATERKAIT

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

PGI: Hentikan kekerasan di Tanah Papua dan gelar dialog kemanusiaan

“Sikap berani PGI wajib didukung karena deklarasi tersebut berangkat dari fakta-fakta pelanggaran hukum dan HAM yang terjadi. LBH Papua Merauke sedang mengadvokasi hal tersebut ditingkat litigasi maupun non litigasi, serta berkampanye dan mengaupdate situasi yang terjadi,” tulis LBH Papua Merauke dalam siaran persnya, Kamis (5/2/2026).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi
LBH Merauke menyatakan, Presiden Prabowo Subianto pun wajib menerima hasil sidang MPL PGI itu, sebagai bentuk penghormatan, pemenuhan, perlindungan dan memajuan hak asasi manusia.

Katanya, berdasarkan temuan LBH Papua Merauke bahwa PSN di Merauke  dilaksanakan tanpa adanya konsultasi bermakna atau yang dikenal sebagai

Free Prior Informed Consent (FPIC) yang wajib dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan kepada masyarakat adat terdampak di Merauke.

Ini dialami masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab. Yang menjadi korban adalah marga Moiwend Basik-basik, Gebze dan beberapa marga lainya.

“Di tempat berbeda dengan perusahan yang berbeda, juga terjadi hal yang sama yaitu di Kampung Honggari dan Dumande, Distrik Malind. Kami temukan tidak ada Free Prior Informed Consent.”

Selai itu lanjut LBH Papua Merauke, pelaksanaan PSN di Merauke yang telah berlangsung lebih dari satu tahun telah menimbulkan berbagai kontradiksi di masyarakat adat Malind.

Telah terjadi konflik antar masyarakat adat,  pemaksaan, penghancuran dan penghilangan sumber pangan, kerusakan lingkungan serta kehilangan hutan dengan ekosistem penting hingga belasan ribu hektar seperti yang telah dialami oleh masyarakat adat di Wanam dan beberapa wilayah lainya seperti Nakias, Jagebob dan 75 keluarga di Kampung Soa, Distrik Tanah Miring.

Di sisi lain, berdasarkan hasil pemantauan Komnas HAM RI  terkait PSN merauke sejak 2024- 2025, ditemukan berbagai pelanggaran HAM, antara lain diabaikannya prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Free, Prior and Informed Consent/FPIC), tidak diakuinya hak-hak ulayat masyarakat adat.

Berkurangnya ruang hidup dan sumber kehidupan masyarakat adat, penggusuran paksa atas lahan masyarakat adat, kerusakan lingkungan dan budaya lokal, keterlibatan aparat keamanan dalam pelaksanaan PSN Merauke di Wanam.

LBH Papua Merauke menilai, apa yang terjadi kepada masyarakat adat di Wanam diduga kuat  melanggar pasal 385 ayat 1 KUHP. LBH Papua Merauke pun menegaskan bahwa keberadaan masyarakat adat termasuk masyarakat adat Wanam yang didalamnya terdapat marga Moyuwend, Kahol, Basik-basik, Balagaize dan Gebze diakui dalam Konstitusi 1945 Pasal 18B ayat 2 dan juga  UU Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua  Pasal 43 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 yang menyatakan bahwa Hutan Adat adalah bukan hutan Negara.

Karenanya, melihat fakta dan persitiwa  yang terjadi serta mencermati pernyataan sikap PGI itu, LBH Papua Merauke bersama Solidaritas Merauke menegaskan lima poin pernyataan sikap.

Pertama, LBH Papua Merauke bersama Solidaritas Merauke mendukung penuh dan mengapresiasi langkah berani PGI untuk menyatakan sikap dukunganya terhadap masyarakat adat yang menolak Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua.

Kedua, LBH Papua Merauke mendukung penuh sikap PGI yang  menolak militerisme dan otoritarianisme di Indonesia dan mendesak presiden wajib mengevalusi penempatan militer di lokasi PSN Merauke  dan seluruh Tanah Papua.

Ketiga, mendesak Presiden Prabowo Wajib menerima hasil sidang MPL PGI sebagai bentuk penghormatan, pemenuhan, perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia dan segera hentikan PSN Merauke.

Keempat, Presiden Prabowo segera membuka diri untuk berdialog  dengan PGI, masyarakat adat korban, serta tokoh dan pemuka agama lainya yang telah menyatakan menolak PSN, dan segera menghentikan semua proyek sengsara nasional di Merauke dan seluruh Tanah Papua yang hari ini terbukti melanggar hukum dan HAM.

Kelima, mendesak Presiden Prabowo agar segera memerintahkan Kemenhan untuk menghentikan semua aktivitas bersama PT Jhonlin Group di Wanam  dan tarik semua pasukan dari Wanam karena menimbulkan ketakutan dan trauma bagi masyarakat yang hak atas tanah adatnya telah dirampas untuk PSN. (*)

Tags: LBH Papua MeraukeMiliterismePersekutuan Gereja-Gereja di IndonesiaPGIPSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Suku Awyu tolak PSN

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

September 18, 2026

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026

PGI: Hentikan kekerasan di Tanah Papua dan gelar dialog kemanusiaan

September 12, 2026

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

August 31, 2026

65 tahun manusia Papua hidup dalam bayang-bayang militerisme

August 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura
21 September 2026
Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura

Sentani, Jubi – Conditions at many schools in Jayapura Regency, Papua, are concerning. Some schools no longer have adequate desks, [...]

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pembinaan perempuan

Pembinaan perempuan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

September 21, 2026
Gugatan Masyarakat Adat Malind Ditolak PTUN

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026
Nelayan hilang

Tiga nelayan hilang kontak di Muara Kali Mooi

September 21, 2026
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

September 21, 2026
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

September 21, 2026
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

September 21, 2026
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

September 21, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Fiji dan Israel

1.500 warga Fiji dapat bekerja di Israel berdasarkan perjanjian

September 20, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

September 21, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Pembinaan perempuan

Pembinaan perempuan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

0
Gugatan Masyarakat Adat Malind Ditolak PTUN

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

0
Nelayan hilang

Tiga nelayan hilang kontak di Muara Kali Mooi

0
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

0
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

0
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

0
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara