Jayapura, Jubi – Solidaritas Mahasiswa Kerukunan Puncak Intan Jaya, Timika dan Nduga kota studi Manokwari, Provinsi Papua Barat membuka posko untuk membantu korban bencana alam di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Posko dibuka di kontrakkan mahasiswa Ndugama di Jalan Kihajar Dewantara, Amban Permai Manokwari sejak 15 November 2025 hingga 21 November 2025.
“Kami membuka posko untuk menggalang donasi. Apapun kebutuhan yang dibutuhkan seperti uang tunai, obat-obatan dan dukungan doa dari selama proses evakuasi korban yang belum ditemukan,” tulis Solidaritas Mahasiswa Kerukunan Puncak Intan Jaya, Timika dan Nduga dalam siaran pers tertulis yang diterima Jubi, Minggu (16/11/2025).
Solidaritas mahasiswa merasa perlu membuka posko untuk menggalang donasi, untuk mendukung proses pencarian para korban banjir bandang dan tanah longsor di Distrik Dal dan Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Distrik Dal dan Distrik Mebarok pada 1 November 2025. Ada 23 korban jiwa dalam peristiwa itu, 15 korban di Distrik Dal dan delapan orang di Distrik Mebarok.
Menurut solidaritas mahasiswa, dalam proses evakuasi, 15 korban di Distrik Dal telah ditemukan. Sedangkan di Distrik Mebarok masih ada tujuh korban yang belum ditemukan.
“Kami mendesak Pemerintah Daerah Nduga segera memberikan akses transportasi udara dan memfasilitas Tim SAR untuk mengevakuasi korban di Distrik Mebarok, dengan pertimbangan situasi medan yang begitu sulit untuk dijangkau oleh pihak korban dan masyarakat Nduga.” (*)





















Discussion about this post