• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB: Longsor di kawasan PT Freeport bukti eksploitasi buruh dan perusakan lingkungan

September 22, 2025
in Polhukam, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
KNPB

Jumpa pers KNPB dan konsolidasi terbuka menyikapi berbagai dinamika persoalan di Tanah Air, terutama situasi HAM, dan Berbagai eksploitasi SDA, di Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura, Papua Senin (22/09/2025)

0
SHARES
45
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB menyatakan longsor material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada 8 September 2025, merupakan bukti eksploitasi buruh, perusakan lingkungan dan kolonialisme ekonomi di Tanah Papua.

KNPB pun menyatakan rasa prihatin mendalam atas insiden yang menyebabkan tujuh pekerja terjebak saat kejadian. Dua di antaranya ditemukan meninggal dunia pada 20 September 2025, dan lima lainnya masih dalam pencarian.

“Insiden ini bukan sekadar kecelakaan kerja, melainkan cerminan dari pola eksploitasi kolonialisme yang sistematis, perampasan sumber daya alam, penghancuran lingkungan, dan pengabaian keselamatan manusia sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan,” kata Ketua Umum KNPB Pusat, Agus Kossay dalam keterangan pers di, Perumnas 3 Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (22/09/2025).

Ia mengatakan sejak PT Freeport mulai beroperasi, perusahaan itu lebih mengutamakan profit dan laba dibandingkan keselamatan buruh dan kelestarian lingkungan. Lingkungan tercemar akibat limbah tambang, hutan-hutan adat diratakan, dan masyarakat lokal terus kehilangan hak atas tanah dan ruang hidup.

“Pola ini menunjukkan bahwa Freeport bukan hanya perusahaan tambang biasa, tetapi bagian dari mesin kolonial yang memanfaatkan Papua sebagai sumber daya alam dan tenaga kerja murah untuk keuntungan global,” ucapnya.

Menurutnya, fakta lain dapat dilihat dalam beberapa tahun terakhir. Ada 8.300 pekerja PT Freeport diberhentikan. Ini dinilai menjadi bukti nyata ketidakpedulian perusahaan terhadap kemanusiaan.

Para pekerja yang berjuang selama puluhan tahun untuk keberlangsungan tambang dibuang tanpa perlindungan yang layak, sementara operasi tambang tetap berjalan merusak lingkungan dan masyarakat adat.

BERITATERKAIT

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

KNPB: Dugaan penembakan warga Maybrat mungkin berkaitan dengan SDA

Aksi KNPB di Makassar diwarnai kericuhan

KNPB dan TPNPB nyatakan sikap politik menolak Perjanjian New York

“Hal ini kita lihat bahwa Freeport menempatkan keuntungan di atas keselamatan manusia, hak buruh dan ekologi Papua,” ujarnya.

Kossay mengatakan, dari perspektif hukum internasional, Freeport telah mengingkari prinsip-prinsip dasar perlindungan buruh yang diatur dalam Konvensi International Labour Organization atau ILO, yaitu hak atas lingkungan kerja yang aman, upah yang adil, dan perlindungan terhadap risiko cedera atau kematian.

Katanya, pengabaian ini bukan hanya pelanggaran terhadap buruh, tetapi juga bentuk penindasan kolonial yang bersifat struktural terhadap bangsa Papua.

Sementara itu Juru Bicara atau Jubir KNPB, Ogram Wanimbo mengatakan, operasi tambang Freeport merupakan bentuk kejahatan ekologis dan kolonialisme lingkungan.

Menurutnya, limbah tailing yang dibuang ke sungai, deforestasi besar-besaran, dan polusi udara menjadi ancaman nyata terhadap kehidupan masyarakat adat, flora, dan fauna Papua.

“Perusakan ini menimbulkan krisis ekologis jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan generasi mendatang, sementara laba perusahaan terus mengalir ke pasar global,” kata Wanimbo.

KNPB pun menyerukan agar solidaritas internasional menuntut evakuasi segera Lima dari karyawan Freeport yang tertimbun dan belum ditemukan, dengan jaminan keselamatan dan perawatan medis penuh.

Penghentian praktik tambang yang menghancurkan lingkungan, merusak hak adat, dan mengabaikan keselamatan buruh. Pengakuan hak bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri, termasuk hak atas tanah, sumber daya, dan kelestarian hidup.

Tekanan kepada perusahaan multinasional agar mematuhi hukum buruh internasional, hak lingkungan, dan prinsip keadilan sosial.

Menyerukan solidaritas perlawanan luas tanpa batas terhadap Freeport.

KNPB menegaskan Freeport bukan hanya pelaku eksploitasi ekonomi dan ekologis, tetapi juga simbol dari kolonialisme modern yang menindas manusia dan alam Papua.

Solidaritas buruh dan aktivis lingkungan dunia menjadi kewajiban moral untuk menentang ketidakadilan ini. Dunia harus menyadari bahwa Papua di jarah rakyatnya ditindas dan alamnya dirusak demi laba kapitalis global. (*)

Tags: KNPBLongsorperusakan lingkunganPT Freeport Indonesia
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KNPB

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026
KNPB penembakan Maybrat

KNPB: Dugaan penembakan warga Maybrat mungkin berkaitan dengan SDA

August 19, 2026

Aksi KNPB di Makassar diwarnai kericuhan

August 15, 2026

KNPB dan TPNPB nyatakan sikap politik menolak Perjanjian New York

August 15, 2026

Demonstran dan polisi terlibat kericuhan di Perumnas III Waena

August 15, 2026

Peringatan Perjanjian New York: Polisi perketat pengamanan sejumlah titik di Jayapura

August 15, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara