Manokwari, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk melaksanakan seleksi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi atau DPRP mekanisme pengangkatan atau jalur otonomi khusus atau Otsus.

“Dana yang dialokasikan itu bersumber pada APBD Papua Barat tahun 2024,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat, Muhammad Thamrin Payapo, di Manokwari pada Jumat (29/3/2024).

Selain itu, kata dia, pemerintah provinsi juga telah menyurati tujuh pemerintah kabupaten (pemkab) se-Papua Barat supaya mengalokasikan anggaran seleksi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

Tujuh Pemkab yang dimaksud ialah Pemkab Manokwari, Pemkab Manokwari Selatan, Pemkab Pegunungan Arfak, Pemkab Teluk Bintuni, Pemkab Teluk Wondama, Pemkab Kaimana, dan Pemkab Fakfak.

“Kami telah menyurati para bupati agar segera mengalokasikan anggaran seleksi anggota DPRK,” katanya.

Dia menuturkan dua dari tujuh pemkab sudah memberikan sinyal pengalokasian dana seleksi calon anggota DPRK periode 2024-2029 yaitu Pemkab Pegunungan Arfak dan Pemkab Teluk Wondama.

Oleh sebab itu, pemerintah provinsi berharap Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menginformasikan kepada Kementerian Dalam Negeri terkait kesiapan dana dari masing-masing daerah.

BERITATERKAIT

“Panitia seleksi calon anggota DPRP maupun DPRK berlangsung selama lima bulan, jadi memerlukan dana yang cukup. Biaya seleksi DPRK dibebankan ke APBD setiap kabupaten,” kata Thamrin.

Papua Barat
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Muhammad Thamrin Payapo saat ditemui awak media di Manokwari pada Jumat (29/3/2024). – Antara/Fransiskus Salu Weking

Menurut dia, hasil pertemuan Kesbangpol enam provinsi se-Tanah Papua di Sorong, Papua Barat Daya, telah menegaskan bahwa calon anggota DPRP dan DPRK periode 2024-2029 adalah orang asli Papua.

Ada sejumlah syarat pencalonan anggota DPRP maupun DPRK meliputi tidak terlibat partai politik, minimal lima tahun berdomisili di Tanah Papua, dan mendapatkan rekomendasi dari kepala suku setempat.

“Artinya semua anak asli Papua berhak ikut seleksi pada semua daerah di Tanah Papua, tidak hanya satu daerah saja. Asalkan direkomendasi oleh kepala suku,” ujar Thamrin.

Dia mengatakan kelembagaan DPRP, DPRK, termasuk Majelis Rakyat Papua (MRP) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Papua.

Kehadiran DPRP dan DPRK memperkuat penyampaian aspirasi masyarakat asli Papua melalui lembaga parlemen, sedangkan MRP berwenang memberikan rekomendasi serta pertimbangan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat.

“DPRP dan DPRK bukan berbicara kultur tetapi tentang politik, sehingga semua orang Papua bisa mencalonkan di seluruh daerah di Papua,” ujarnya.

Ketua Komite I DPD RI Perwakilan Papua Barat, Filep Wamafma menegaskan, tahapan seleksi harus transparansi dan akuntabel agar menghasilkan anggota DPRP maupun DPRK yang berkualitas.

Wakil rakyat jalur otonomi khusus akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak orang asli Papua pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sesuai amanat UU otonomi khusus.

“Mereka punya kewajiban mengantarkan orang asli Papua memperoleh kesejahteraan dari semua aspek kehidupan. Jangan gunakan jalur ini untuk kepentingan pribadi,” ucap Wamafma.

Dia kemudian mengingatkan anggota tim seleksi dan panitia seleksi yang nantinya dibentuk oleh pemerintah, menerapkan aturan seleksi secara profesional sehingga tidak menimbulkan reaksi masyarakat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist