Berkas kasus penganiayaan anak oleh prajurit TNI di Keerom masih berproses

Author : Alexander Loen

Editor : Dewi Wulandari

Jayapura, Jubi – Berkas kasus penganiayaan anak di bawah umur di Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua yang melibatkan 10 prajurit TNI AD masih berproses untuk kemudian disidangkan.

Kepala Oditur Militer (Kaotmil) IV-20 Jayapura, Kolonel Chk Yunus Ginting, mengatakan sebelumnya berkas perkara sudah masuk, hanya saja ketika diperiksa masih belum sempurna, sehingga dikembalikan ke penyidik.

“Kemarin berkas baru masuk lagi, sehingga kami [oditur] masih dalam tahap pengolahan,” kata Yunus Ginting di Kota Jayapura, Selasa (17/1/2023).

Menurut Gining, seluruh berkas sudah diteliti dan lengkap, sehingga dilanjutkan dengan pembuatan berita acara oditur untuk kemudian diterbitkan surat keputusan penyerahan perkara.

“Nanti setelah semua itu selesai baru akan dibuatkan surat dakwaan. Setelah selesai baru akan dilimpahkan kepada Pengadilan Militer,” ujarnya.

Ginting mengatakan seluruh proses itu paling lambat 1 bulan akan rampung.

“Dari 10 orang, pangkat tertinggi Letda,” sambungnya.

BERITATERKAIT

Diketahui, kasus dugaan pemukulan terhadap tiga anak berusia antara 11-14 tahun itu berawal dari hilangnya dua ekor burung kakatua dari Pos Damai Cartenz yang berlokasi di Arso, Kabupaten Keerom, Rabu (25/10/2022).

Dari hasil penyelidikan, diduga ada tiga anak yang mengambil burung dan menjualnya sehingga pada Kamis (27/10/2023) mereka dibawa ke pos untuk diinterogasi. Saat itu diduga ketiga anak itu dipukul oleh prajurit.

Ketiga anak yang menjadi korban yaitu Rahmat Faisei (14 th), Bastian Bate (13 th), dan Laurents Kaung (11 th) dan saat ini telah berada kembali di tengah keluarganya setelah sempat dirawat di RST Marthen Indey Jayapura. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist