Jayapura, Jubi- Puskesmas Elly Uyo Entrop, Kota Jayapura berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jayapura, khususnya bagian Program Pengendalian dan Pemberantasan penyakit atau P2P, melakukan pemindaian Tuberkulosis atau TBC massal untuk anak-anak sekolah.
Pemindaian digelar di SMP dan SMA 45 yang berada dalam satu kompleks di Entrop, Kota Jayapura, Jumat (07/06/2024).
Putri Prima Batosai, Penanggung Jawab P2P Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura, mengatakan pemindaian atau screening TBC massal ini, untuk memutuskan mata rantai TB di wilayah itu. “Anak-anak ini tempatnya hanya bukan di rumah tapi di sekolah juga dengan guru-guru dan teman-temannya, jadi kami mau memutuskan mata rantai itu supaya tidak terjadi penularan dan kalau ada yang terdeteksi bisa segera dilakukan penanganan dengan memberikan obat,” katanya di sela -sela kegiatan.
Pemindaian TBC ini juga dilakukan setelah terdeteksi ada beberapa pelajar sekolah di wilayah Ardipura, Jayapura Selatan, ada yang terkena TBC. Ada yang sudah menjalani pengobatan teratur. Tapi ada juga yang pengobatan terputus-putus. “Kami berpikir anak tersebut kalau tidak terkena TBC dari rumahnya, berarti dia tertular dari lingkungan sekolah,”
Di SMA 45 , sebelumnya terdeteksi ada satu pelajar yang terkena TBC. Karena itu pihaknya bergegas melakukan pemindaian. Para pelajar diambil sampel dahak untuk diperiksa dan diuji di laboratorium. Hasilnya akan keluar dalam dua sampai tiga hari. “Jika hasilnya positif maka akan kami akan kembali lagi menemui anak tersebut untuk segera ke Puskesmas melakukan pengobatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, penyakit TBC menular melalui droplet atau batuk. ” Mereka setiap hari bersosialisasi di dalam kelas dan tingkat penularannya sangat tinggi,”katanya
Harapannya, kegiatan seperti ini terus ada dan makin ditingkatkan. untuk mengeliminir TBC tahun 2030 dan bisa mengurangi TBC di Kota Jayapura.
Masa pengobatan TBC berlangsung selama enam bulan dengan mengkonsumsi obat secara teratur . Selain juga dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pemberian obat cacing dan juga vitamin penambah darah khususnya untuk perempuan.
SMP dan SMA 45 Kota Jayapura, jadi sekolah pertama yang dipindai. Ke depan, rencananya kegiatan serupa juga akan merambah hingga ke perguruan tinggi setempat.
Kepala Sekolah SMP 45 Kota Jayapura Endang Warsiti mengatakan pemindaian TBC tersebut sangat baik. Terutama untuk anak-anak karena ini menyangkut juga dengan masa depan anak-anak dan kesehatannya.
Dari 70 pelajar di SMP 45, tercatat ada 33 anak yang mengikuti pemeriksaan. Sedang di SMA 45, tercatat hanya 22 anak yang diperiksa. Itu dikarenakan sebagian pelajar tidak datang ke sekolah, karena tidak ada kegiatan belajar mengajar setelah mereka menjalani ujian.
Endang berharap pihak Puskesmas terus memberikan sosialisasi terkait penyakit apapun itu supaya siswa-siswi termotivasi, dan merasa penting dan mau melakukan pemeriksaan. “Karena biasanya kalau kita sampaikan ada pemeriksaan dari Puskesmas mereka semua pada takut,” katanya(*).























Discussion about this post