Jayapura, Jubi – Balai Bahasa Papua mengujicobakan instrumen Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif Merdeka 2024 di Kota Jayapura. Uji coba tersebut digelar selama dua hari dan diikuti 42 responden.
Koordinator UKBI Balai Bahasa Papua Yulius Pagappong mengatakan uji coba bertujuan memvalidasi empiris materi soal yang telah disusun dalam sidang pembakuan UKBI. Uji coba melibatkan responden dari beragam karakteristik dengan mempertimbangkan kewilayahan dan perbedaan zona waktu.
“Pengembangan instrumen (UKBI) membutuhkan rangkaian uji coba hasil sidang validasi. Pemutakhirannya melalui pelayanan (UKBI) berbasis kertas, luring, dan daring,” kata Yulius pada hari kedua uji coba, Selasa (20/8/2024).
Responden uji coba UKBI di Kota Jayapura berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas pelajar, mahasiswa, dosen, kepala sekolah, jurnalis, dan para profesional lain. Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional UKBI Balai Bahasa Papua menjadi pengampu uji coba tersebut.
Uji coba instrumen UKBI Adaptif Merdeka 2024 di Kota Jayapura dibuka Kepala Balai Bahasa Papua Sukardi Gau. Sebelum uji coba dimulai, Yulius menyosialisasikan UKBI Adaptif Merdeka dan panduan uji coba instrumennya kepada para responden.
“Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam pendidikan [formal], komunikasi tingkat nasional, media massa, serta pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dengan kedudukan itu, Bahasa Indonesia memiliki peran sangat penting dan strategis dalam memfasilitasi proses kemajuan bangsa,” kata Yulius.
Fridah Sartje Yafok, seorang responden mengaku mendapat pengetahuan baru dari uji coba tersebut. Dia mulai memahami penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“UKBI memberi pengetahuan yang baik dalam berbahasa Indonesia. Berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia kedengarannya memang mudah padahal tidak demikian, saat mengikuti UKBI,” kata Yafok. (*)





















Discussion about this post