Jayapura, Jubi – Kegiatan literasi jadi program asrama putri Nabire di Jayapura. Menjadi aktivitas penting untuk mendukung suasana belajar.
Hal ini dikatakan Fransiska Petege juga sebagai pengurus pendidikan Asrama Putri Nabire Waena, Jayapura. Senin, 25/09/2023.
Kata Petege, pengembangan baca dan menulis untuk mahasiswa adalah prioritas dalam program asrama, salah satunya yang dilakukan oleh pengurus asrama putri Nabire di Jayapura. Setiap Kamis,digelar acara baca buku bersama.
“Kami mencoba kembangkan minat baca dan tulis. Penghuni diajak untuk tulis puisi dan cerpen. Tapi setiap hari kamis diajak untuk baca bersama,” katanya.
Untuk memperkaya minat baca, kata Petege, perpustakaan mini milik asrama menyediakan buku-buku sastra, buku filsafat, buku dari setiap jurusan kampus dan juga buku spritual.
“Kami miliki perpustakaan. Buku-bukunya hasil sumbang dari penghuni sendiri. Buku banyak, ada juga buku-buku yang ditulis oleh Tan Malaka, Pramoedya Ananta Toer, Hamka, ada juga beberapa buku hasil karya anak-anak Papua sendiri,” katanya.
Maria Magai, pegiat literasi lainnya, mengatakan itu dirinya merasa diperkaya pengetahuannya dengan membaca cerpen, novel, dan menulis puisi.
“Kami punya gerakan pena perempuan Nabire atau GPPN. Kami menulis puisi untuk buletin setiap tiga bulan sekali terbit. Satu bulan biasanya satu orang tulis tiga sampai empat puisi. Puisi dan tulisan lain untuk majalah dinding.”kata Mahasiswi FKM Universitas Cendrawasih, semester V itu.
Beberapa puisi dari GPPN sudah diterbitkan di Majalah Metro Papua.
Secara berpisah, Efen Minai, pengurus Majalah Metro Papua ini menambahkan, penghuni asrama Putri Nabire tidak tinggal diam pada kegiatan literasi. Mereka terus kembangkan minat baca dan tulis.
“Kami terus kunjungi. Mereka mampu tulis puisi dan cerpen. Mereka menulis, baca buku-buku yang dimiliki. Tapi harus ada donasi buku agar perpustakaannya menjadi tempat belajar yang layak.” katanya. (CR-12)



















