• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Macron buka dialog Baru Kaledonia Baru, FLNKS absen

January 19, 2026
in Pasifik
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Angela Flassy
Macron

Presiden Prancin Macron (berkaca mata) memimpin pertemuan Kaledonia Baru di Paris- Jubi/RNZ Pasifik

0
SHARES
164
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pembicaraan mengenai masa depan politik Kaledonia Baru telah berlangsung di Paris setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron meluncurkan pertemuan meja bundar baru pada Jumat (16/1/2026), meskipun salah satu kelompok pro-kemerdekaan utama wilayah Prancis tersebut, FLNKS, tidak hadir.

Dalam pertemuan pertama dengan para pemangku kepentingan politik Kaledonia Baru, Macron “menyesalkan salah satu mitra politik tidak ingin menanggapi undangan kami.” Demikian dikutip jubi.id dari laman internet, RNZ Pasifik, Senin (19/1/2026).

Namun, ia mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak pembicaraan untuk “mencapai kesepakatan agar bisa keluar dari ketidakpastian yang sudah terlalu lama ini.”

Macron: ‘Tanpa tindakan paksa, tetapi juga tanpa kelumpuhan’

“Hari ini, Jumat 16 Januari, negara ingin terus maju dalam menstabilkan lembaga-lembaga Kaledonia Baru, sebagai bagian dari dialog yang menghormati semua orang, tanpa paksaan apa pun, tetapi juga tanpa kelumpuhan,” kata presiden Prancis.

Ketua Kongres (Parlemen) Kaledonia Baru, Veylma Falaeo (partai Eveil Océanien yang berbasis di Wallisia), menggemakan pernyataan Macron, mengatakan bahwa ia juga menyesali ketidakhadiran FLNKS “tetapi sekarang saatnya untuk bergerak maju.”

Pemimpin Eveil Océanien, Milakulo Tukumuli menyarankan agar para politisi menyepakati “periode stabilitas baru selama 15 hingga 20 tahun untuk membangun kembali dan mereformasi [Kaledonia Baru], setelah itu referendum baru dapat diadakan mengenai proyek bersama yang baru atau bahkan negara asosiasi.”

BERITATERKAIT

Ketegangan masih terjadi di Kaledonia Baru

Kerjasama perdagangan Kaledonia Baru dengan Vanuatu ditangguhkan selama pertemuan FLNKS

PM Prancis adakan pertemuan terpisah dengan politisi Kaledonia Baru

FLNKS menolak perjanjian terbaru Kaledonia Baru

“[Macron] kini berpendapat bahwa kita tidak bisa selamanya menunggu orang-orang yang tidak hadir di meja perundingan ini, dan oleh karena itu kita harus bergerak maju karena, dan kami telah mengatakan kepadanya sekali lagi, kita harus bergerak maju atau Kaledonia Baru akan tenggelam,” kata Virginie Ruffenach (Rassemblement-LR) dari Partai Pro-Prancis kepada media Prancis.

FLNKS, yang pekan lalu memutuskan untuk tidak berangkat ke Paris untuk perundingan tersebut, namun kemudian mengajukan permintaan untuk bergabung secara daring.

Permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Para politisi garis keras pro-Prancis berkonfrontasi dengan Macron.

Selama sesi pembukaan yang sama yang didedikasikan untuk pernyataan masing-masing partai, pernyataan yang paling konfrontatif datang dari dua anggota parlemen pro-Prancis utama, yang baru-baru ini juga semakin kritis terhadap Presiden Prancis.

“Kami telah melakukan bagian kami. Kami telah bernegosiasi; kami telah membuat konsesi; kami telah memikul tanggung jawab kami. Sekarang giliran Anda untuk melakukan bagian Anda,” kata pemimpin Les Loyalistes, Sonia Backès, kepada peserta pertemuan pada Jumat (16/1/2026).

“Mereka yang tidak menginginkan kesepakatan apa pun telah membuat kita kehilangan waktu yang berharga.”tambahnya.

“Kami berada di sini karena negara [Prancis] tidak mengerahkan pasukan yang cukup pada tanggal 13 Mei 2024.”katanya.

Dia merujuk pada kerusuhan pemberontakan yang menewaskan 14 orang, merusak atau menghancurkan ratusan bisnis, dan menyebabkan hilangnya ribuan pekerjaan dengan total kerugian sekitar €2,2 miliar.

Dia mengatakan bahwa teks tersebut, meskipun akan dimodifikasi, adalah tentang “memilih jenis masyarakat seperti apa yang kita inginkan…” Entah itu pemerintahan oleh yang terkuat atau kemenangan bagi demokrasi”, katanya kepada Macron.

Politisi pro-Prancis lainnya yang vokal, anggota parlemen Kaledonia Baru di Majelis Nasional Nicolas Metzdorf, mengatakan: “Tuan Presiden, saya sebenarnya tidak tahu apa yang kita lakukan di sini hari ini. Kami tidak pernah meminta pertemuan ini… Karena sejauh yang kami ketahui, kami telah melakukan semua yang harus dilakukan. Kami telah bekerja. Kami telah bernegosiasi. Kami telah membuat konsesi.”

“Seharusnya Anda memanggil para menteri dan kelompok parlemen [Prancis] yang masih… lumpuh karena takut.”tambahnya.

Metzdorf melangkah lebih jauh dengan menuduh Prancis “tidak mampu menegakkan prinsip-prinsip dasar demokrasi ketika menyangkut salah satu wilayahnya sendiri”.

“Sejauh yang kami ketahui, kami telah mencapai batas dari apa yang dapat diterima. Sekarang semuanya sederhana dan sangat jelas: kita harus keluar dari rangkaian [diskusi] ini dengan teks yang tepat, jadwal yang jelas, dan dukungan dari Parlemen, atau kita akan secara radikal mengubah strategi kita dan kita akan berbalik melawan negara kita sendiri dengan menggunakan semua cara yang tersedia bagi kita.”katanya.

Ia mengacu pada upaya menggugat negara Prancis di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, terkait pembatasan yang berlaku saat ini terhadap daftar pemilih Kaledonia Baru pada pemilihan provinsi, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Nouméa tahun 1998 sebelumnya.

Inilah kriteria yang membatasi jumlah pemilih yang memenuhi syarat dalam pemilihan provinsi hanya kepada mereka yang lahir atau berdomisili sebelum tahun 1998 dan keturunan mereka.

“Tuan Presiden, kita tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan… Karena kita bisa melihat Republik ini tidak lagi menjanjikan apa pun bagi kita,” tambah Metzdorf.

Namun, ia tampak tetap optimis: “Dengan UNI [yang pro-kemerdekaan], kita akan menemukan titik keseimbangan dalam beberapa hari ke depan.”

Pemimpin pro-kemerdekaan moderat Jean-Pierre Djaïwé, yang tergabung dalam UNI (Union Nationale pour l’Indépendance, sebuah gabungan dari PALIKA -Partai Pembebasan Kanak- dan UPM -Union Progressiste en Mélanésie-) yang memisahkan diri dari FLNKS dan mendukung teks Bougival, mengatakan di Paris bahwa tujuannya adalah untuk “memperbaiki apa yang dapat diperbaiki.”

Namun, para pemimpin partai lainnya, seperti Philippe Dunoyer (dari Calédonie Ensemble yang moderat dan pro-Prancis), mengatakan bahwa kesepakatan baru apa pun akan tetap tidak berarti tanpa dukungan keuangan Prancis yang substansial.

Anggota parlemen Kaledonia Baru di Senat Prancis, Georges Naturel, secara terang-terangan menyerukan kepada Macron, memintanya untuk “bersikap jernih” dan mengakui bahwa “tidak mungkin untuk melaksanakan” proyek perjanjian 12 Juli 2026 sesuai jadwal semula.

Macron tidak menanggapi komentar tersebut sebelum meninggalkan sesi tersebut.

Setelah rangkaian acara pembuka pada Jumat 16 Januari, yang ditandai dengan deklarasi oleh Macron dan partai-partai politik utama yang hadir, baik pro-Prancis maupun pro-kemerdekaan, sesi tersebut kemudian terbagi menjadi lokakarya yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis, di bawah pengawasan Menteri Naïma Moutchou.

Pembicaraan tersebut berfokus pada beberapa aspek implementasi dari perjanjian proyek sebelumnya yang ditandatangani pada Juli 2025.

Teks tersebut, dalam bentuk awalnya, menyebutkan pembentukan “Negara Kaledonia Baru” dengan “kebangsaan” yang terkait dan mekanisme transfer bertahap kekuasaan lebih lanjut dari Prancis ke Kaledonia Baru.

Tema-tema spesifik yang dibahas bulan ini meliputi gagasan tentang pengalihan kekuasaan dari Prancis, penentuan nasib sendiri, pertahanan, keamanan, hubungan luar negeri, pengakuan identitas asli Kanak, dan bantuan keuangan lebih lanjut berdasarkan “pakta pendirian kembali” yang diusulkan oleh Prancis dengan total €2,2 miliar selama periode 5 tahun.

Tujuan akhirnya tetaplah untuk menghasilkan dokumen baru yang memuat “klarifikasi” terhadap pakta awal yang ditandatangani pada Juli 2025, dengan label “Bougival” .

Namun, teks Bougival sejak itu menghadapi beberapa kendala besar dalam proses implementasinya.

Ini termasuk penolakan mentah-mentah oleh FLNKS (Front Pembebasan Nasional Kanak dan Sosialis) yang pro-kemerdekaan, sementara semua partai Kaledonia Baru lainnya telah memutuskan untuk mendukung proyek tersebut di berbagai tingkatan.

FLNKS menyebut proyek Juli 2025 sebagai “umpan kemerdekaan” karena tidak menjawab tuntutan mereka untuk kedaulatan penuh dalam jangka pendek.

Kendala besar lainnya adalah perpecahan di dalam Parlemen Prancis, yang masih menghadapi ketiadaan mayoritas yang jelas, yang juga menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang Anggaran Prancis 2026 (anggaran).

Tujuan lain dari pembicaraan ini adalah agar proyek yang telah direvisi segera disetujui oleh Majelis Nasional Prancis (Dewan Perwakilan Rakyat) pada bulan Februari dan oleh Senat (Dewan Perwakilan Atas) pada pertengahan April, serta pertemuan gabungan terakhir dari kedua Dewan tersebut, dalam format “Kongres”, untuk menyetujui dokumen final yang akan mengubah Konstitusi Prancis.

Jika semua modifikasi tersebut terwujud, dokumen berikutnya akan diganti namanya menjadi “Elyséee-Oudinot” dan nama asli “Bougival” akan dihapus.

FLNKS bereaksi dari Nouméa

Berbicara pada Minggu (18/1/2026), anggota biro politik FLNKS dan anggota Union Calédonienne, Gilbert Tyuienon, mengecam perundingan Paris, dengan mengatakan bahwa hal ini tidak sejalan dengan perjanjian sebelumnya yang ditandatangani dengan nama “Perjanjian Nouméa” pada tahun 1998, yang membuka jalan bagi proses dekolonisasi untuk Kaledonia Baru.

Dia mengatakan bahwa meskipun perundingan Paris menghasilkan dokumen baru yang telah direvisi, sangat diragukan bahwa dokumen tersebut dapat disetujui oleh anggota parlemen Prancis “karena Presiden Macron tidak memiliki mayoritas di Parlemen”.

Kesulitan lainnya, katanya, adalah bahwa berdasarkan peta jalan yang direvisi, pemilihan provinsi (lokal) Kaledonia Baru dapat ditunda untuk keempat kalinya hingga sekitar  September 2026.

Namun ia menekankan bahwa, ketika memberikan lampu hijau terakhir untuk penundaan sebelumnya hingga paling lambat 28 Juni 2026, Dewan Konstitusi Prancis memperjelas bahwa ini harus menjadi kali terakhir pemilu penting tersebut dijadwal ulang.

Kembali di Paris, pembicaraan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada Senin (19/1/2026) dan mungkin diakhiri dengan sesi lain yang diawasi oleh Macron, jika dokumen baru muncul.(*)

Tags: Dekolonialisasi PrancisFLNKS
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kaledonia Baru

Ketegangan masih terjadi di Kaledonia Baru

May 15, 2026
FLNKS

Kerjasama perdagangan Kaledonia Baru dengan Vanuatu ditangguhkan selama pertemuan FLNKS

May 6, 2026

PM Prancis adakan pertemuan terpisah dengan politisi Kaledonia Baru

April 8, 2026

FLNKS menolak perjanjian terbaru Kaledonia Baru

January 22, 2026

FLNKS kirimkan permintaan untuk bergabung dalam pembicaraan Paris secara daring

January 17, 2026

FLNKS tak ikut pertemuan Paris yang diselenggarakan Macron pekan ini.

January 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara