Jayapura, Jubi — Para staf di rumah sakit utama di Port Vila, ibu kota Vanuatu, telah kembali bekerja setelah perselisihan dengan Komisi Pelayanan Publik (PSC).
Lebih dari 300 pekerja melakukan aksi mogok kerja pada Rabu setelah PSC gagal menyetujui peningkatan tunjangan risiko gempa bumi, hampir setahun setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan lebih dari selusin orang. Demikian dikutip Jubi dari laman RNZ Pasifik, Jumat (12/12/2025).
Aksi mogok kerja tersebut mengganggu layanan penting dan menyebabkan pasien terlantar di Rumah Sakit Nasional Vanuatu, menurut laporan media lokal.
Kizzy Kalsakau dari Buzz FM mengatakan kepada RNZ Pacific bahwa para staf menuntut kenaikan tunjangan agar setara dengan tarif di kementerian pemerintah lainnya. Keterlambatan dalam memproses pembayaran tersebut memicu aksi tersebut.
“Para pekerja menuntut agar tunjangan mereka dinaikkan dari VT$27.000 (sekitar NZ$408) menjadi setara dengan tunjangan di kementerian pemerintah lainnya sebesar VT$300.000 (sekitar NZ$4.500),” katanya.
Pertemuan mendesak antara Perdana Menteri Jotham Napat, pejabat Kementerian Kesehatan dan PSC, Tribunal Remunerasi Pemerintah, serta perwakilan staf rumah sakit berlangsung pada Kamis untuk memulihkan layanan.
Kalsakau mengatakan juru bicara staf rumah sakit menyampaikan kepada perdana menteri dalam pertemuan tersebut bahwa para staf akan kembali bekerja setelah menerima jaminan bahwa seluruh tunjangan akan dibayarkan paling lambat akhir pekan ini.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Departemen Keuangan dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa lebih dari VT$90 juta (sekitar NZ$1,3 juta) telah dialokasikan dalam anggaran Kementerian Keuangan, menyusul keputusan Dewan Menteri pada awal pekan ini.
Napat mengatakan penundaan tersebut telah memengaruhi layanan kesehatan penting di Vanuatu dan tidak dapat diterima. Ia kemudian menginstruksikan PSC untuk bertindak lebih proaktif di masa mendatang.
Kalsakau menambahkan bahwa staf berpotensi kembali melakukan mogok kerja jika seluruh pembayaran tidak diterima paling lambat pukul 17.30 waktu setempat pada Jumat.
Pada Rabu, 17 Desember, negara tersebut akan memperingati satu tahun gempa bumi 2024. Sebanyak 14 orang tewas dalam bencana tersebut, sementara 265 orang lainnya terluka.
Kerusakan parah terjadi di Port Vila dan sekitarnya. Gempa bumi tersebut juga memicu tsunami setinggi 25 sentimeter. (*)























Discussion about this post