Jayapura, Jubi — Para pekerja di Rumah Sakit Nasional Vanuatu (VNH) melakukan pemogokan setengah hari pada Selasa (16/12/2025) setelah Komisi Pelayanan Publik (Public Service Commission/PSC) gagal menyetujui kenaikan tunjangan risiko gempa bumi yang mereka tuntut.
Para pekerja meminta PSC menaikkan pembayaran tunjangan dari VT27.000 menjadi VT300.000 agar setara dengan kementerian pemerintah lainnya. Mereka menilai tidak adil jika harus menghadapi risiko medis dan ancaman jiwa yang tinggi, tetapi menerima tunjangan lebih rendah. Demikian dikutip Jubi dari laman Daily Post Vanuatu, Selasa (16/12/2025).
Berbicara mewakili kelompok tersebut, perawat senior David Tevi mengatakan kepada Daily Post bahwa pihak berwenang sebelumnya berjanji akan mengeluarkan “surat hijau” yang menjamin pembayaran tunjangan mereka pada Senin dan Selasa pekan ini, namun janji tersebut tidak ditepati.
Ia menjelaskan, para pekerja menghentikan aktivitas pada siang hari karena kecewa PSC tidak menepati komitmennya, dan hingga kini masih menunggu tanggapan resmi.
Seorang perawat lain yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan surat pengaduan pada Selasa pagi kepada Ketua dan Sekretaris PSC, meminta keduanya datang ke VNH untuk menanggapi petisi tersebut.
“Yang mereka (PSC) katakan kepada kami adalah mereka akan mengadakan pertemuan dan datang setelah itu. Namun, hingga pukul 17.00, kami masih menunggu,” ujarnya.
Para pekerja akhirnya dihubungi oleh pejabat Kementerian Kesehatan, bukan oleh PSC. Setelah berdiskusi dan menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri, diputuskan bahwa para pekerja akan kembali bekerja pada hari ini.
Perawat senior Tevi mengatakan Perdana Menteri meyakinkan mereka bahwa Dewan Menteri (Council of Ministers/COM), sebagai badan pembuat keputusan tertinggi pemerintah, telah menyetujui pembayaran tunjangan tersebut. Kementerian terkait juga akan memastikan para pekerja menerima cek pembayaran paling lambat Jumat (17/12/2025).
Ia menambahkan, setelah adanya jaminan tersebut, para pekerja sepakat kembali bekerja, namun akan melanjutkan penangguhan kerja jika cek yang dijanjikan tidak diterima sebelum pukul 17.30 pada hari Jumat.
Usai penangguhan kerja, Kementerian Perdana Menteri mengumumkan bahwa COM telah menyetujui pemberian Tunjangan Khusus Risiko Gempa Bumi bagi pekerja VNH pada Selasa. Tunjangan tersebut akan dibayarkan dalam tiga tingkatan, yakni VT300.000 (Tingkat 1), VT250.000 (Tingkat 2), dan VT180.000 (Tingkat 3), yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan dan PSC.
“Tenaga kesehatan adalah tulang punggung respons kita terhadap bencana, dan tunjangan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan pengabdian mereka,” kata Perdana Menteri.
COM juga menginstruksikan Kementerian Keuangan untuk segera mencairkan pembayaran, serta menugaskan Kementerian Kesehatan dan PSC menyusun kerangka kerja tunjangan tanggap darurat yang terstandarisasi bagi kompensasi tenaga kerja pemerintah pada situasi bencana di masa mendatang.
Kerangka kerja tersebut diharapkan dapat menjamin konsistensi, keadilan, dan keselarasan regulasi dalam pemberian kompensasi kepada tenaga kerja pemerintah selama keadaan darurat, demikian pernyataan resmi COM. (*)























Discussion about this post