• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Perusahaan tambang laut dalam dituduh pakai dana amal untuk rayu masyarakat Kepulauan Cook

March 14, 2025
in Pasifik
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Aryo Wisanggeni G
Tambang Laut Dalam

Kapal penelitian yang melakukan eksplorasi penambangan laut dalam di Rarotonga, Kepulauan Cook. - RNZ Pasifik/Caleb Fotheringham

0
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sejumlah perusahaan tambang laut dalam yang tengah melakukan eksplorasi di Kepulauan Cook dituduh menggunakan dana amal untuk mengubah persepsi publik tentang rencana penambangan laut dalam di sana. Salah satu perusahaan tambang itu membantah, dan menyatakan dana yang dikucurkan perusahaannya serupa dengan dana amal entitas bisnis lain yang mensponsori acara.

Radio New Zealand pada Jumat (14/3/2025) melansir berita “Cook Islanders ‘completely sucked in’: Deep sea mining companies accused of infiltrating society” yang mengutip pernyataan Presiden Komunitas Te Ipukarea, June Hosking. Menurut Hosking, berbagai perusahaan tambang laut dalam yang tengah melakukan eksplorasi di Kepulauan Cook “pada dasarnya sudah menyusup ke berbagai lini kehidupan masyarakat.”

Hingga kini, belum ada perusahaan tambang laut dalam yang melakukan eksploitasi tambang di Kepulauan Cook. Selama empat tahun terakhir, berbagai perusahaan tambang itu baru melakukan ekplorasi tambang di sana. Seiring berlanjutnya eksplorasi, opini publik memanas, ditandai dengan protes dalam Konferensi Mineral Bawah Air yang diselenggarakan di Rarotonga pada tahun lalu.

Salah satu perusahaan tambang yang melakuan eksplorasi di Kepulauan Cook, CIC Ocean Research  telah mendirikan yayasann baru yang menyalurkan dana amal mereka. Yayasan itu dinamai Te Rito o Taku Peu Tupuna (berarti “kekayaan budaya”), dan didirikan untuk mendukung berbagai proyek masyarakat di Kepulauan Cook.  CIC Ocean Research  tersebut telah mensponsori beberapa inisiatif komunitas lokal, termasuk festival budaya tahunan Te Maeva Nui yang berlangsung selama sepekan.

June Hosking mengatakan bahwa anggota masyarakat yang sebelumnya menolak rencana penambangan laut dalam telah terpengaruh dengan berbagai bentuk kucuran dana amal CIC Ocean Research. “Saya diberitahu [sejumlah tokoh] bahwa ‘orang-orang [perusahaan] ini hebat. Kami akhirnya mendapatkan dukungan untuk budaya kami dan mereka benar-benar membantu budaya kami’. Orang-orang benar-benar terpikat olehnya. Itu cerdik dan jelas telah direncanakan sejak lama,” kata Hosking.

Tudingan Hosking itu dibantah oleh Manajer Nasional CIC Ocean Research, Shona Lynch. Menurut Lynch, dana yang dikucurkan CIC Ocean Research melalui yayasannya tidak berbeda dengan dana sosial yang dikucurkan perusahaan swasta lain seperti Vodafone Cook Islands yang mendukung berbagai proyek.

“Jika Anda tidak melakukan apa pun, Anda akan dituduh. Jika Anda melakukan sesuatu, Anda tetap akan dituduh,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

Tambang emas ilegal mengancam Danau Sentani

Lynch menyatakan pihaknya hanya membantu warga Kepulauan Cook yang membutuhkan. “Setiap hari ada saja orang yang mengetuk pintu rumah kami untuk mencari dukungan, dan salah satu hal yang dijanjikan CIC sebagai perusahaan adalah kami akan membantu semampu kami,” katanya.

“Jika kami disebut mencoba memengaruhi masyarakat,  menurut saya itu bukan pernyataan yang adil, setidaknya dari sudut pandang CIC. Ingat, kami juga warga Kepulauan Cook. Kami bagian dari masyarakat, dan jika ada daerah yang ingin didatangi orang untuk meminta bantuan, kami akan berusaha datang membantu,” kata Lynch.

Kritikan tidak hanya ditujukan kepada perusahaan tambang seperti CIC, namun juga ditujukan kepada tokoh yang menerima kucuran uang CIC. Pemimpin budaya Kepulauan Cook, Michael Tavioni menyatakan dia dituduh menerima suap karena CIC telah membiayai penerbitan dua buku karangan Tavioni. Ia mengatakan tidak terpengaruh oleh berbagai tuduhan itu.

“Saya ingin sekali disuap. Saya butuh uang untuk memperbesar wānanga saya, memperbesar galeri saya, dan memperbesar bengkel saya untuk anak-anak agar saya bisa mengajarkan budaya saya,” katanya.

Tavioni, yang terkadang menulis untuk surat kabar lokal, mengatakan bahwa ketika ia menulis tentang manfaat penambangan laut dalam di Kepulauan Cook, ia hanya mendorong diskusi publik yang lebih luas.

Penelitian akan dilanjutkan

Manajer Nasional CIC Ocean Research, Shona Lynch mengatakan bahwa berbagai data hasil tiga tahun eksplorasi laut dalam Kepulauan Cook akan disusun dalam laporan lingkungan pada akhir fase eksplorasi lima tahun. Menurutnya, eksplorasi itu meneliti cara untuk menambang nodule (batuan mineral di dasar laut, biasanya berupa lapisan mineral mangan atau besi) tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa fase eksplorasi selama lima tahun itu akan serta merta diikuti dengan kegiatan tambang atau eksploitasi. Menurutnya, hal itu bergantung hasil penelitian dalam eksplorasi serta kebijakan Pemerintah Kepulauan Cook. “Saya tidak berpikir penelitian akan pernah berhenti,” kata Lynch.

Lynch mengatakan dia akan memiliki gambaran yang lebih baik setelah tahun terakhir fase eksplorasi. “Ada banyak bagian yang bergerak, masih banyak informasi yang perlu dikumpulkan.”

Talanoa membahas tambang laut dalam

Penambangan laut dalam telah menjadi bahasan para pemimpin Pasifik yang bertemu dalam talanoa di Suva, Ibu Kota Fiji, pada bulan lalu. Talanoa adalah bentuk diskusi khas masyarakat adat Pasifik yang melibatkan semua orang yang berbeda pendapat untuk saling berbagi pandangan yang berlawanan. Talanoa adalah forum diskusi yang sejak awal tidak dibebani tujuan untuk menghasilkan kesepakatan.

Dalam talanoa penambangan laut dalam di Suva itu, berbagai negara di Pasifik mengemukakan pandangan yang berbeda menyikapi praktik tambang laut dalam. Negara seperti Palau, Fiji, dan Vanuatu menyerukan pentingnya penerapan jeda kehati-hatian terhadap rencana tambang laut dalam. Di pihak lain, negara lain seperti Kepulauan Cook dan Nauru justru sedang menjajaki gagasan penambangan laut dalam.

Phil McCabe dari Deep Sea Conservation Coalition mengapresiasi bahwa perbedaan pandangan negara-negara Pasifik dalam menyikapi penambangan laut dalam telah dibahas dalam talanoa regional. “Dialog itu dibingkai sebagai dialog yang terbuka dan inklusif, [sehingga akan menjadi] hal yang hebat karena isu ini telah menjadi topik yang sangat hangat dan cukup memecah belah kawasan ini. [Talanoa] itu benar-benar langkah positif, bahwa kawasan ini bersatu untuk mulai membahas isu [penambangan laut dalam],” ujar McCabe.

Sayangnya, demikian menurut McCabe, organisasi masyarakat sipil belum dilibatkan dalam talanoa penambangan laut dalam di Suva itu. Talanoa itu akhirnya menghasilkan kesimpulan umum yang mengatakan “Talanoa sepakat tentang pentingnya menyeimbangkan masalah lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya.”

McCabe mengatakan berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang telah diratifikasi semua negara Pasifik, mereka berkewajiban melindungi lingkungan laut. “Tidaklah sah [bagi suatu negara] untuk secara sengaja dan sadar merusak lingkungan laut. Tidak ada rujukan dalam hukum untuk menyeimbangkan keinginan, kebutuhan, dan hasrat ekonomi dengan kewajiban untuk melindungi lingkungan,” ujarnya.

RNZ Pacific telah menghubungi Otoritas Mineral Dasar Laut Kepulauan Cook, badan pemerintah yang bertugas mengatur aktivitas mineral dasar laut. Akan tetapi, badan itu menyatakan tidak akan memberikan komentar kepada media internasional, karena semakin besarnya pemberitaan terkait masalah eksplorasi tambang laut dalam di Kepulauan Cook.(*)

Tags: Kepulauan CookPerusahaan tambangTambangTambang Laut Dalam
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026

Tambang emas ilegal mengancam Danau Sentani

August 27, 2026

Presiden Bougainville terima tawaran transplantasi ginjal istrinya sebelum kesepakatan tambang

August 26, 2026

Resolusi Arborek minta penambangan nikel di Raja Ampat dihentikan

August 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara