• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Melestarikan Kumul, Burung Cenderawasih Papua Nugini

April 29, 2025
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Burung Cenderawasih Papua Nugini

Taman Alam Port Moresby berhasil mengembangbiakkan Burung Cenderawasih Raggiana. – Jubi/www.amazingportmoresby.com

0
SHARES
69
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Di jantung kekayaan alam Papua Nugini, hidup burung nasional mereka, Burung Cenderawasih Raggiana, atau Kumul. Burung berwarna cerah ini, yang menjadi simbol di bendera negara, bukan sekadar makhluk cantik—ia adalah lambang kekayaan budaya dan alam Papua Nugini.

Dalam sebuah pencapaian luar biasa, Taman Alam Port Moresby berhasil mengembangbiakkan Burung Cenderawasih Raggiana untuk kedua kalinya hanya dalam kurun empat tahun. Keberhasilan langka ini mencerminkan kerja keras tim konservasi taman tersebut. Demikian dilaporkan Jubi.id, mengutip situs tvwan.com.pg, Selasa (29/4/2025).

Manajer Konservasi Sementara, Francis Otto Gundu, mengatakan, “Di Taman Alam Port Moresby, kami memiliki program pengembangbiakan untuk berbagai spesies hewan, terutama yang terancam punah dan dilindungi. Pengembangbiakan Burung Cenderawasih ini merupakan salah satu pencapaian besar bagi taman dan negara ini.”

Ia menambahkan, proses pengembangbiakan ini merupakan keseimbangan rumit antara sains dan perawatan.

Menurut Gundu, ada berbagai tantangan dalam membesarkan anak burung. “Kami membutuhkan peralatan yang tepat, seperti inkubator, agar anak burung dapat berkembang dengan baik. Terkadang, burung cenderawasih bertelur di habitat alaminya, namun karena hewan-hewan lain hidup berdampingan, telur bisa rusak sehingga peluang berkembang biak hilang,” jelasnya.

Selain peralatan, Taman Alam juga memerlukan lebih banyak kandang untuk mengembangbiakkan lebih banyak spesies Burung Cenderawasih.

“Terakhir kali kami membiakkan spesies ini adalah empat tahun lalu. Selama tiga tahun terakhir, kami bekerja keras untuk mencapai tahap ini. Kami terus mengembangkan teknik dan keterampilan, termasuk memperbaiki pola makan burung,” katanya.

BERITATERKAIT

Keluarga Ifira di Vanuatu melestarikan seni ukiran perahu tradisional

PM Marape bawa suara PNG ke Majelis Umum PBB

Kepolisian Madang bersiap untuk perayaan 51 tahun kemerdekaan PNG

Resimen ADF mendaki jalur Perang Dunia II di Morobe PNG

Gundu menegaskan, bagian penting dari misi taman ini adalah kampanye ‘Lukautim Bilas Bilong Yu’, yang bertujuan melindungi Burung Cenderawasih Raggiana dan menghormati warisan budaya Papua Nugini.

“Ini adalah salah satu dari tiga kampanye yang kami adakan di taman. Tujuannya adalah mencegah perburuan liar. Sebab, sebagian besar masyarakat Papua Nugini menggunakan bulu burung untuk membuat kostum tradisional. Jika perburuan terus berlanjut, populasi burung liar akan menurun, bahkan bisa punah,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Kami berusaha mendidik para tamu tentang pentingnya merawat bulu burung. Dalam ceramah-ceramah kami, kami memperkenalkan berbagai cara perawatan bulu, bahkan menawarkan alternatif seperti mewarnai bulu ayam.”

“Bayangkan, dibutuhkan 27 bulu burung cenderawasih untuk membuat satu hiasan kepala. Jika kita terus mengambil dari alam liar, dampaknya akan sangat merusak populasi burung,” tambahnya.

Selain konservasi, Taman Alam Port Moresby juga berperan penting dalam mendidik generasi muda dan melibatkan masyarakat. “Melalui berbagai program, taman ini menghubungkan pengunjung dengan flora dan fauna lokal, meningkatkan kesadaran akan hubungan antara spesies asli dengan tradisi dan adat,” katanya.

Dedikasi ini semakin ditegaskan oleh CEO Taman Alam, John Paul Houston. Kepemimpinannya menjadi kunci di balik keberhasilan konservasi ini.

“Burung Cenderawasih termasuk yang paling sulit dikembangbiakkan. Kami bangga atas kerja keras para penjaga yang telah menguasai keterampilan ini. Dari telur hingga anak burung yang kini terbang bebas di kandang, semua ini berkat dedikasi tim kami,” ungkap Houston.

Ia juga menyoroti dampak global pencapaian ini. “Kami mengembangbiakkan berbagai spesies burung untuk menciptakan populasi berkelanjutan, yang kemudian ditampilkan untuk tujuan pendidikan. Setiap tahun, lebih dari 30.000 siswa mengunjungi taman ini. Ini membawa Papua Nugini ke panggung dunia,” katanya.

Houston menambahkan, konservasi spesies, keberlanjutan, dan pendidikan tentang perubahan iklim serta keanekaragaman hayati di Papua Nugini adalah pekerjaan tanpa akhir. “Kami mengajak siapa pun yang mampu membantu, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau cara lain. Kami selalu membutuhkan dukungan,” ajaknya.

Saat Papua Nugini bersiap merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-50, keberhasilan pengembangbiakan Burung Cenderawasih Raggiana ini menjadi simbol semangat, inovasi, dan kolaborasi. Ini menjadi pengingat bahwa melestarikan warisan alam bukan hanya tentang menjaga spesies, melainkan juga menjaga jiwa sebuah bangsa. (*)

Tags: Burung CenderawasihmelestarikanPapua Nugini
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Keluarga Ifira di Vanuatu

Keluarga Ifira di Vanuatu melestarikan seni ukiran perahu tradisional

October 12, 2026
PNG

PM Marape bawa suara PNG ke Majelis Umum PBB

September 23, 2026

Kepolisian Madang bersiap untuk perayaan 51 tahun kemerdekaan PNG

September 15, 2026

Resimen ADF mendaki jalur Perang Dunia II di Morobe PNG

August 5, 2026

Ekspor LNG Papua Nugini tetap aman

August 1, 2026

Perempuan dari Wewak berjualan di perbatasan PNG-RI

July 27, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara