• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Memahami konsepsi isu Indo-Pasifik (2/3)

July 10, 2024
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
Wilayah biogeografis Indo-Pasifik, ditunjukkan oleh warna biru tua

Wilayah biogeografis Indo-Pasifik, ditunjukkan oleh warna biru tua. - Wikipedia

0
SHARES
325
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Gasper Muabuay*

Konsep biogeografis bahari Indo-Pasifik diadopsi ke visi geopolitik. Kemudian sehubungan dengan makna “biogeografis bahari” Indo-Pasifik tersebut yang akhirnya diadopsi sebagai tema geopolitik.

Selanjutnya di lain momentum, AS mulai mengutip itu sebagai gagasan untuk menyebut zona maritim dua samudera di Asia dan Pasifik ini sebagai Indo-Pasifik.

Setelah itu, Amerika Serikat (AS) selaku “mind the product” dan pengguna pertama istilah Indo-Pasifik, mengambilnya untuk dijadikan visi global geopolitiknya. Kemudian merumuskan Indo-Pasifik sebagai tema sentral diplomasi internasional, termasuk negara-negara, maupun kelompok negara-negara sekutu dan mitra AS.

Kemudian mereka mengikuti jejak arahan AS dalam mengisukan konsepsi Indo-Pasifik ini. Misalnya, kelompok ASEAN yang juga beranggotakan Indonesia pun selaras dengan itu. Mengadopsi istilah Indo-Pasifik AS untuk dipergunakan sebagai tema-tema diplomasi regional kawasan.

Tema isu itu adalah pembangunan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, bebas, terbuka, terhubung, makmur dan aman. Sehingga jelas bahwa ada negara-negara yang kemudian mengikuti kemauan AS selaku pemrakarsa visi produk konsep geopolitiknya.

Jika dirunut untuk memahami agak spesifik bagaimana pihak AS mulai mempromosikan konsep Indo-Pasifik ini, maka ketika pada masa Presiden Donald Trump, 2017, dalam KTT negara-negara APEC di Hanoi, Vietnam, Presiden Trump mengumumkan mengenai “Free and Open Indo-Pacific” (FOIP).

BERITATERKAIT

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

Latihan Keris Woomera 26 antara militer Indonesia dan Australia ditutup

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

Selanjutnya, Presiden AS Joe Biden, sejak 2021, menggunakan istilah Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Pada November 2022 dalam forum KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Joe Biden juga menyerukan “kita akan membangun Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, stabil dan sejahtera, serta tangguh dan aman.”

Selaras dengan promosi Indo-Pasifik oleh dua kepala negara AS itu, terkutip dari Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia di dalamnya ada cantuman “visi” “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”, yang disampaikan Menlu AS Anthony Blinken melalui pidatonya pada 14 Desember 2021 di Universitas Indonesia, Jakarta.

Juga sesuai kutipan pendek dari “Lembar Data Lengkap” Kedutaan Besar AS di Indonesia, dikatakan, AS tetap berpedoman pada visi afirmatif berdasarkan strategi Indo-Pasifik, memperdalam kerja sama dan kolaborasi, untuk meningkatkan kapasitas regional, kesejahteraan bersama, dan kemajuan yang stabil.

Menurut penulis, itu menyiratkan makna bahwa AS selain beralasan ingin berkolaborasi dengan negara-negara mitra dalam tujuan pembangunan kesejahteraan dan kemakmuran kawasan. Namun, itu agar visi besar konsepsi Indo-Pasifiknya dapat dilaksanakan tanpa aral oleh mitra diplomatiknya.

Sekaligus untuk mengimbangi dan membendung ambisi global Tiongkok dalam berbagai misi aspek; ekonomi, geopolitik, astronomi, hukum, keamanan, dll.

Perang visi Indo-Pasifik AS vs GDI-BRI China

Di sisi lain, bila diamati dari berbagai sumber, sedang terjadi perang visi geopolitik antara AS dan China. Sikap kontras perimbangan AS melalui isu Indo-Pasifik terhadap Tiongkok adalah bentuk perang visi.

Perang visi AS ini sangat menyasar China, yang gencar menebar daya pikat visi geopolitiknya untuk pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan keamanan.

Sejak 7 September 2013 China menerapkan prakarsa jalur sutera sabuk dan jalan “Belt and Road Initiative” yang berakhir pada 2049. Sebagai strategi pembangunan global Tiongkok untuk pembangunan infrastruktur dan investasi di 152 negara dan organisasi internasional di Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika.

Dengan itu, Tiongkok bersedia menerima negara-negara, yang wilayahnya berada pada poros jalur lama dan baru sutera, untuk terlibat dalam program Global Development Initiative.

Tampak kawasan Indo-Pasifik diklaim pula oleh China, dengan alasan untuk pemberian layanan jasa pembangunan di negara-negara anggota BRI. Atau berdasarkan visi terhadap jalur-jalur perdagangan tradisionalnya di masa lalu.

Dan kini berlangsung, misalnya, melalui perdagangan antarnegara dengan beragam jenis produk massal Tiongkok. Sesuai spirit dan visinya, kebaikan itu akan dilakukan China secara alami seperti pada masa lalu, dan mungkin tanpa hambatan.

Satu contoh yang “hot trending”, yakni produk massal ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan China. Yang bukan lagi sekadar visi, tapi fakta yang tak dapat dipungkiri, akan mendominasi pasar Electric Vehicle (EV) dunia, termasuk Indonesia.

Dibanding beragam produk rival AS dan Eropa, yang belum tentu dapat terjangkau masuk ke negara-negara, yang warganya berpendapatan rendah/menengah.

Mengenai kemungkinan China menguasai pasar kendaraan listrik ini, juga terdapat pro-kontra dalam masyarakat kita. Di medsos, ada pendapat yang mengatakan bahwa Indonesia selaku objek pasar produk, lebih baik merevitalisasi SDM dan teknologi, untuk menghadapi dominasi China ini.

Namun, pendapat itu juga tak produktif terhadap pandangan berbagai insan dan institusi dalam negeri, baik individu dan swasta, maupun regulator, yang justru dengan berbagai pertimbangan dan kebijaksanaan, mengharapkan kerja sama perdagangan Indonesia-China, dalam hal investasi asing ekosistem electric vehicle ini.

Hingga ternyata China sebagai produsen terbesar-tercepat dunia, terlihat memanfaatkan isu kendaraan listrik dan keunggulan komparatif produk lainnya melalui misi BRI-nya, sebagai materi diplomasi global yang ampuh.

Untuk terus abadi menandingi atau memerangi visi AS yang juga berdiplomasi dengan materi-materi komunikasi publisitas yang mirip, tapi tak sama melalui visi Indo-Pasifiknya.

Dan terkait isu kerja sama GDI Tiongkok dengan Indonesia, misalnya, dikutip dari situs Kemlu RI, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo hadir dalam The Third Belt and Road Forum for International Cooperation dan melakukan kunjungan kenegaraan ke RRT pada 16-18 Oktober 2023 atas undangan Presiden Xi Jinping.

Ini artinya Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas-aktif, tercetak sejarah hubungannya dengan program moderen BRI China. Bersambung. (*)

*Penulis adalah pemerhati isu sosial, tinggal di Papua

Tags: Amerika SerikatAsiaIndo PasifikIndonesia
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

October 27, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026

Latihan Keris Woomera 26 antara militer Indonesia dan Australia ditutup

October 24, 2026

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

October 22, 2026

Menlu Australia berkunjung ke Indonesia bertemu Menlu yang baru

October 22, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

Southwest Papua bottled water project faces Indigenous opposition over customary land rights
27 October 2026
Southwest Papua bottled water project faces Indigenous opposition over customary land rights

Teminabuan, Jubi – Southwest Papua Governor Elisa Kambu says a proposed investment to use the Sembra River as a source [...]

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
KPPG Papua Raya dan BGN tak pungut biaya

BGN dan KPPG Papua Raya tidak pernah memungut biaya pendaftaran kegiatan

October 27, 2026
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

October 27, 2026
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Pembangunan RS Provinsi Papua Tengah ditargetkan dimulai pada 2027

October 27, 2026
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Dinkes Papua Tengah siapkan penguatan ILP di delapan kabupaten

October 27, 2026
Anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat

Gubernur Nawipa: Anggaran daerah mesti berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat

October 27, 2026
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

October 27, 2026
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

October 27, 2026
KPPG Papua Raya dan BGN tak pungut biaya

BGN dan KPPG Papua Raya tidak pernah memungut biaya pendaftaran kegiatan

0
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

0
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Pembangunan RS Provinsi Papua Tengah ditargetkan dimulai pada 2027

0
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Dinkes Papua Tengah siapkan penguatan ILP di delapan kabupaten

0
Anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat

Gubernur Nawipa: Anggaran daerah mesti berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat

0
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

0
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara