• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Realitas dinamika politik di Papua (2/2)

June 27, 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Papua

Gembala Dr. A.G Socratez Yoman, MA – Jubi/Dok

0
SHARES
18
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Gembala Dr. A.G  Socratez Yoman, MA 

Pemaksaan daerah otonomi baru (DOB) di Papua hanya akal-akalan penguasa Indonesia dengan dua tujuan, yaitu, 1) Penguasa berusaha bersembunyi di atas kegagalan diplomasi di luar negeri tentang persoalan Papua. Selama ini Indonesia membangun diplomasi di level internasional berbasis kebohongan.

Kini kebenaran itu berjalan pelan tapi dengan pasti meyakinkan komunitas internasional dan rakyat Indonesia, bahwa selama ini penguasa Indonesia berbohong tentang persoalan kemanusiaan dan ketidakadilan di Papua; 2) Pemekaran DOB itu sebagai siasat penguasa Indonesia untuk memecahkan persatuan orang asli Papua.

Dengan kata lain, negara berusaha mengalihkan perhatian rakyat dan bangsa West Papua supaya tidak fokus mendukung perjuangan ULMWP untuk hak penentuan nasib sendiri;

Kesepuluh, posisi paling bahaya bagi Indonesia ialah penguasa Indonesia tidak membuka akses kepada Komisi HAM PBB, diplomat asing dan wartawan asing masuk ke Papua. Pertanyaannya ialah penguasa Indonesia sembunyikan apa dan bikin apa di Papua? Dalam hal ini, Indonesia menghadapi makan buah simalakama—kalau buahnya dimakan ibunya mati, dan kalau buahnya tidak dimakan ayahnya mati. Jadi, siapa yang mau dikorbankan, ibu atau ayah?

Dalam posisi seperti ini dibutuhkan hikmat dari Tuhan. Dalam situasi seperti ini juga bahwa perbedaan ideologi dan nasionalisme sempit harus disingkirkan dan melihat keadilan dan martabat kemanusiaan untuk harmoni/kedamaian;

Sebelas, wilayah West Papua tidak bisa dipertahankan dengan menjadikan beberapa orang Papua sebagai tameng/bumper untuk head to head dengan orang asli Papua sendiri;

BERITATERKAIT

Tak ada kursi, lantai pun jadi

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

3 fraksi DPR Kabupaten Jayapura minta 3 pansus dibatalkan

Papua Tengah, DOB di Tanah Papua yang terbaik dalam pengelolaan keuangan

Dua belas, generasi muda Indonesia—dari SD sampai perguruan tinggi, termasuk saya, lebih mengerti sejarah dan bangsa West Papua, yaitu sejarah Perjanjian New York 15 Agustus 1961 dan Pepera 1969, serta pelanggaran HAM berat oleh negara selama 61 tahun sejak 1 Mei 1961.

Setelah anak-anak SMU di Papua beberapa waktu lalu mendengar hasil kelulusan, semua baju seragamnya digambar bintang kejora, bukan merah putih. Apakah mau melawan ideologi yang bertumbuh dan mendarah daging tanpa diajarkan di sekolah ini? Contoh lain, pada 17 Agustus 1945—hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia—di rumah-rumah dan kendaraan tidak terpasang merah putih. Orang asli Papua sadar bahwa merah putih adalah bendera kolonial yang membawa malapetaka, penderitaan, air mata dan darah di Tanah Papua;

Tiga belas, sejarah akar konflik berkepanjangan di Papua ialah rasisme, fasisme, ketidakadilan, militerisme, kapitalisme, pelanggaran berat HAM, genosida, ekosida, marginalisasi, dan kegagalan pembangunan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Empat belas, penguasa kolonial modern Indonesia tahu, sadar dan mengerti bahwa mereka salah. Mereka tahu bahwa rakyat bangsa West Papua pasti merdeka. Akan tetapi, penguasa kolonial itu hanya berpura-pura tidak tahu.

Pada suatu saat, kami ada perjalanan ke pedalaman Papua untuk membuka Sidang Raya Gereja (saya tidak sebut Gereja). Dalam pesawat itu ada Gubernur Papua Lukas Enembe, Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, dan Pdt. Lipiyus Biniluk. Saya duduk dengan salah satu jenderal dalam pesawat itu.

Kami berdua berkomunikasi. Saya sampaikan kepada Jenderal ini, “Pak Jenderal, orang asli Papua hampir mayoritas, 85% sampai 95%, berjuang menuntut Papua merdeka lepas dari Indonesia.” Jawaban dari Jenderal tersebut adalah, “Abang Socratez, saya tahu itu, tapi Abang lihat di pundak saya ini, saya ada karena tugas dan pangkat ini.”

Pak Jenderal ini kasih tunjuk tangannya di pundak dan menunjukkan dua bintang yang bersinar di bahunya;

Lima belas, penguasa Indonesia gagal total penyelesaian empat akar persoalan Papua yang dipetakan LIPI (kini: BRIN). Penguasa Indonesia mengesampingkan persoalan pokok sejarah konflik Papua dan sibuk mengurus hal-hal yang tidak mendesak, seperti, daerah otonomi baru (DOB). Pemekaran DOB sebenarnya bukan solusi masalah, tapi membuat masalah baru yang lebih sulit;

Enam belas, akhir dari tulisan ini, saya sampaikan, bahwa Pemerintah Indonesia sampai kapan pun tidak akan membangun Papua, karena mereka berusaha membangun di atas fondasi dan dasar yang sangat berbahaya, yaitu, tulang-belulang, air mata dan darah serta penderitaan orang asli Papua. Ini musuh penguasa kolonial modern Indonesia paling berbahaya.

“Ingat, hukum tabur dan tuai itu akan berlangsung. Karma itu akan terjadi. Apakah kalian tidak puas? Kita lihat apa yang terjadi?” kata Muhammad Rivai Darus, juru bicara Gubernur Papua, 11 April 2022. Selesai. (*)

Penulis Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP), anggota Dewan Gereja Papua (WPCC), Anggota Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC), Anggota Baptist World Alliance (BWA)

Editor: Timoteus Marten

Tags: Daerah Otonomi BaruDewan Gereja PapuaHak Asasi ManusiaMelanesian Spearhead Groupsorang asli papuaOtsus PapuaUnited Liberation Movement for West Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
Komisaris Tinggi PBB

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 3, 2026

3 fraksi DPR Kabupaten Jayapura minta 3 pansus dibatalkan

June 30, 2026

Papua Tengah, DOB di Tanah Papua yang terbaik dalam pengelolaan keuangan

June 29, 2026

Pemerintah distrik dan kampung di Kabupaten Jayapura tidak terima Dana Otsus lagi

June 11, 2026

Dipertanyakan, kinerja Fraksi Poksus DPR Kabupaten Jayapura

May 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

October 25, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

0
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

0
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

0
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

0
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

0
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

0
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara