Jayapura, Jubi – Tiga klub sepak bola asal Kabupaten Pegunungan Bintang atau Pegubin resmi terdaftar sebagai peserta kompetisi Liga 4 regional Papua Pegunungan musim 2026.
Ketiga klub asal Pegunungan Bintang yang telah mendaftar sebagai peserta Liga 4 kepada Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau Asprov PSSI Papua Pegunungan adalah Persigubin FC, Ketengban FC, dan Pamek FC.
Ketiga klub ini akan bersaing dengan sembilan klub lain dari tujuh kabupaten di Papua Pegunungan dalam kompetisi Liga 4 yang akan dimulai bergulir pada 14 Februari 2026, di Stadion Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Selain tiga klub asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Liga 4 regional Papua Pegunungan juga diikuti Wamena United FC (Jayawijaya), Bumi Baliem FC (Jayawijaya), Persilanny FC (Lanny Jaya), Persikimo FC (Yahukimo), Toli FC (Tolikara), Persiyali FC (Yalimo), Persindug FC (Nduga), Mamteng FC (Mamberamo Tengah), dan Lapago FC (Jayawijaya).
Manajer Ketengban FC, Melkior Kipka menyatakan timnya telah mempersipkan diri mengikuti Liga 4 regional Papua Pegunungan.
Menurutnya, pihak manajemen, pelatih dan ofisial tim juga sudah siap mendampingi Ketengban FC berkompetisi di Liga 4 regional Papua Pegunungan. Ketengban FC juga telah melakukan peluncuran tim sebagai bagian dari persiapan menuju Liga 4.
Sementara itu, Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Pegunungan Bintang, Yohanes Agustinus Sitokdana menyatakan pihaknya mengapresiasi keikutsertaan tiga klub sepak bola asal Pegunungan Bintang dalam kompetisi Liga 4 regional Papua Pegunungan.
“Atas nama lembaga DPRK Pegunungan Bintang, kami memberikan apresiasi kepada para pemilik klub yang telah mendaftarkan klubnya secara resmi di ASPROV Papua Pegunungan. Tiga klub ini merupakan aset daerah Pegunungan Bintang,” kata Sitokdana di Sentani.
Sitokdana mengajak seluruh talenta muda sepak bola asal Pegunungan Bintang, memanfaatkan kesempatan tersebut dengan bergabung dan berkompetisi melalui tiga klub yang ada.
Menurutnya, sepak bola bersifat terbuka dan memberi peluang yang sama bagi seluruh anak muda dari berbagai distrik.
“Dari 34 distrik di Pegunungan Bintang, semua anak muda memiliki kesempatan yang sama. Selama klub terdaftar secara nasional, pemilik klub dan pelatih berhak menyeleksi pemain dari mana saja, baik dari dalam maupun luar Pegunungan Bintang,” ujarnya.
Katanya, siapa pun pemain yang memperkuat ketiga klub tersebut otomatis mewakili masyarakat Pegunungan Bintang. Ia juga berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat demi kesuksesan klub-klub tersebut di Liga 4.
Terkait pembiayaan, Sitokdana menyebut sepak bola kini telah berkembang menjadi industri, sehingga klub diharapkan mampu mengelola pendanaan secara mandiri, termasuk menggandeng sponsor. (*)























Discussion about this post