Jayapura, Jubi – Kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026 akan menjadi babak baru bagi Persipura Jayapura. Tim Mutiara Hitam dipastikan akan kembali bermarkas di Stadion Lukas Enembe.
Tiga tahun lalu, Persipura pernah berkiprah di Stadion Lukas Enembe, namun kompetisi dihentikan paksa di tengah jalan. Kini, Persipura kembali ke ‘rumah’ yang sama untuk menuntaskan kisah yang tertunda.
Keputusan manajemen Persipura menjadikan Stadion Lukas Enembe sebagai markas utama mereka di Liga 2 musim 2025/2026 bukan tanpa alasan. Awalnya, Persipura ingin tetap bermain di rumah mereka sendiri di Stadion Mandala.
Namun hasil temuan verifikasi operator kompetisi mengisyaratkan stadion legendaris itu butuh perbaikan. Manajemen Persipura akhirnya mendaftarkan dua stadion sebagai markas tim mereka, Stadion Mandala dan Stadion Lukas Enembe.
”Kita sudah daftarkan dua stadion, Lukas Enembe dan Mandala, sebagai markas kita di Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026, tapi untuk sementara mungkin kita akan memulai di Lukas Enembe dulu,” kata Owen kepada Jubi.
Manajemen Persipura sedang berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan renovasi Stadion Mandala. Selama proses itu berlangsung, Stadion Lukas Enembe akan menjadi ‘rumah sementara’ bagi Persipura.

“Pengajuan ini sedang kita godok dan kita mengirim surat kepada dinas terkait untuk melakukan perbaikan-perbaikan, itu. Tentunya saya mau cepat, tapi kan saya tidak punya wewenang di situ, itu kan ada dinas terkait yang mengelolanya,” ujar Owen.
Pemilihan Stadion Lukas Enembe sebagai markas Persipura Jayapura, kata Owen, juga terinspirasi dari pengalaman PSBS Biak Numfor yang sukses menggelar laga kandang di stadion megah yang pernah menjadi venue utama pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021.
”Untuk Lukas Enembe kenapa saya memilih di sana, karena sudah pernah digunakan oleh PSBS Biak Numfor di Liga 1 musim lalu. Jadi mungkin untuk awal musim ini kita gunakan Stadion Lukas Enembe dulu,” katanya.
Segala persiapan untuk menggelar laga kandang Persipura di Stadion Lukas Enembe juga sudah dilakukan secara matang oleh panitia pelaksana (panpel). Termasuk menyiapkan instalasi untuk pemasangan perangkat Video Assistant Referee (VAR) sebagai salah satu syarat tuan rumah pertandingan Liga 2.
“Tidak ada masalah, cuma awalnya kan Persipura di Stadion Mandala, jadi pas kita pindah home base pasti kita harus terus menyuarakan kepada pendukung agar mereka semua datang untuk memadati Stadion Lukas Enembe. Kita akan menggelar beberapa laga kandang di Stadion Lukas Enembe sambil menunggu Stadion Mandala siap untuk digunakan,” kata Ketua Panpel Persipura Alberto Itaar.
Itaar mengatakan semuanya sudah siap dan pada 6 September 2025 dari PT LIB akan datang untuk melihat dan mengecek instalasi untuk pemasangan VAR.
Rekam jejak
Persipura Jayapura memiliki kenangan yang belum tuntas di Stadion Lukas Enembe. Pada Liga 2 musim 2022/2023, saat mengawali petualangan mereka di kompetisi kasta kedua, tim Mutiara Hitam pernah bermarkas di sana. Namun kompetisi dihentikan setelah hanya beberapa laga berjalan, buntut dari tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang yang menewaskan ratusan suporter.

Jelang kompetisi musim itu, Persipura membekali persiapan dengan meyakinkan di bawah nahkoda Yan Permenas Mandenas yang ditunjuk sebagai manajer baru menggantikan Ridwan ‘Bento’ Madubun. Mandenas dipercayakan sebagai manajer pasca Persipura terdegradasi dari Liga 1 2021/2022.
Mandenas datang dengan membawa ambisi besar untuk mengembalikan Persipura ke tempat semestinya. Ia mendatangkan pelatih Ricky Nelson dan sejumlah pemain berpengalaman untuk mewujudkan target itu.
Di luar teknis, Mandenas juga berhasil menggaet sejumlah sponsor sebagai bekal untuk mendukung finansial klub. Tak hanya PT Freeport Indonesia dan Bank Papua, ia juga memboyong perusahaan produksi olahan ikan bernama Ulam Laut yang notabene merupakan milik Owen Rahadian.
Pada 22 Agustus 2022 Persipura membuka sejarah baru sebagai klub profesional pertama yang meluncurkan skuadnya di Stadion Lukas Enembe. Pada momen itu, Ramai Rumakiek dan 30 pemain lainnya diperkenalkan kepada publik, beserta kostum anyar dan sejumlah sponsor, termasuk Owen Rahadian bersama perusahaan Ulam Laut.
Pada musim itu, dari total enam laga yang dimainkan, Mutiara Hitam hanya sempat melakoni tiga pertandingan kandang resmi di stadion tersebut, dan hasilnya terbilang memuaskan. Persipura meraih dua kemenangan dan satu kali imbang.
Mereka menang 4-0 atas Kalteng Putra pada 29 Agustus 2022, dan mengalahkan Kalteng Deltras Sidoarjo dengan skor tipis 1-0 pada 18 September 2022. Lalu menuai hasil imbang 1-1 lawan Putra Delta Sidoarjo pada 29 September 2022.
Eks bek sayap tim nasional Indonesia, Syaiful Indra Cahya mengukir namanya sebagai pencetak gol pertama pada pertandingan resmi di Stadion Lukas Enembe, pada kemenangan Persipura atas Kalteng Putra.

Persipura sebenarnya punya kans besar untuk merebut tiket promosi ketika itu. Dari enam laga yang dilakoni, Persipura mengumpulkan 11 poin dan memuncaki klasemen Grup C. Namun sayang, kompetisi akhirnya dihentikan permanen pasca tragedi Kanjuruhan.
Harapan baru
Kini, momen yang sama terulang kembali. Untuk kedua kalinya Persipura akan memainkan laga kandangnya di Stadion Lukas Enembe pada kompetisi Liga 2 2025/2026. Tak hanya berkesan bagi Persipura, ini juga akan menjadi momen emosional bagi Owen Rahadian yang kembali ke Stadion Lukas Enembe dengan peran yang baru, sebagai manajer Persipura.
Owen telah menyiapkan tim Persipura secara matang untuk mewujudkan target yang telah diimpikan selama tiga musim. Ia mendatangkan sejumlah sponsor baru dan mengubah wajah Persipura dengan penampilan yang lebih segar, memproduksi jersey sendiri, dan menyusun skuad yang solid.
Ia berharap para suporter dan pecinta Persipura bisa memadati Stadion Lukas Enembe dan memberikan dukungan kepada Persipura agar bisa meraih hasil maksimal pada laga kandang mereka di Liga 2.
“Target dan misi kita tentu lolos ke Liga 1, tapi itu hanyalah target, yang terpenting adalah proses menuju target itu,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat dan suporter bersama Persipura untuk saling bergandengan berjalan di era baru Persipura.
“Karena kami lihat di Liga 2 musim ini bukan seperti musim sebelumnya, banyak tim di grup kita merupakan eks Liga 1. Jadi persaingan akan sangat sengit,” kata Owen.
Penggemar klub Italia, Juventus itu mewanti-wanti skuad Persipura untuk memaksimalkan laga kandang mereka di Stadion Lukas Enembe.
Ia meminta seluruh pemain untuk bermain spartan dan memandang setiap laga sebagai final. Sebab menurutnya, dengan cara itu Persipura bakal menjaga persaingan di Grup Timur.

Yang pasti, tambahnya, untuk pertandingan kandang ia minta pelatih dan semua pemain harus memenangkan semua laga.
“Untuk di away harus tetap berikan yang terbaik, jangan karena faktor mental, menunggu waktu, harus memandang semua laga sebagai laga final seperti waktu saat hampir terdegradasi. Saya minta anggap semua laga seperti itu. Jangan tunggu sampai titik akhir baru kita tampil all out,” ujar Owen.
Pemain senior Persipura, Ian Louis Kabes, mengamini hal tersebut. Ia berharap semua pendukung Persipura bisa datang ke Stadion Lukas Enembe untuk memberikan dukungan kepada Persipura agar bisa kembali ke jalur sebenarnya.
“Bukan kita saja sebagai pemain, tapi bagi pecinta Persipura merasa di mana saja Persipura berlaga pasti mereka akan datang memberikan dukungan dan doa untuk tim kesayangan mereka,” kata Ian.
Sementara itu, pemain seperti Todd Rivaldo Ferre memiliki pengalaman unik. Ia belum pernah bermain untuk Persipura di Stadion Lukas Enembe, namun sudah merasakan atmosfernya saat membela PSBS Biak Numfor di Liga 1 musim lalu.
“Kalau dengan PSBS Biak Numfor saya sudah pernah merasakannya di Liga 1 musim lalu. Semoga Stadion Lukas Enembe bisa menjadi berkat buat kami di Liga 2 nanti. Tapi kalau bagi saya lebih baik bermain Stadion Mandala karena atmosfernya lebih berbeda,” kata Todd.
Meski demikian, Todd Rivaldo Ferre dan seluruh skuad Persipura tetap optimistis.
“Kita sebagai pemain optimis dengan skuad yang ada sekarang, yang jelas kami harus bekerja keras untuk tampil sebaik mungkin,” ujarnya.

Elemen suporter Persipura dari kelompok The Comens tetap mendukung dan menyambut baik keputusan Persipura untuk menggunakan Stadion Lukas Enembe sebagai markas di awal kompetisi Liga 2. Walaupun jaraknya terbilang jauh dari kota, namun dukungan mereka tidak akan pernah padam.
“Kami percaya, sejauh apa pun stadion, Persipura tetap rumah bagi kami suporter,” ujarnya.
Memang, tambahnya, atmosfer di Stadion Lukas Enembe pasti berbeda dengan Stadion Mandala yang punya sejarah panjang dan kenangan emosional.
“Tapi justru inilah tantangan, bagaimana kami bersama-sama menciptakan suasana baru yang bisa membuat Lukas Enembe terasa sama ‘angker’-nya bagi lawan,” kata Ikhsan mewakili kelompok The Comens.
Dengan dukungan penuh, nyanyian, dan kehadiran suporter, ia yakin Stadion Lukas Enembe bisa menjadi benteng kuat yang memberikan energi positif bagi tim.
Menurutnya, bagi suporter sejati, bukan soal jauh atau dekat, tapi soal kebanggaan untuk selalu ada bersama Persipura di mana pun mereka bermain.
“Stadion Mandala memang memiliki sejarah dan kenangan emosional, tapi kami percaya bahwa Lukas Enembe bisa menjadi simbol baru kekuatan dan semangat Persipura. Kami siap menciptakan suasana baru yang membuat lawan takut dan Persipura bangga,” ujarnya.
Warisan PON XX Papua
Stadion Lukas Enembe yang berlokasi di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, salah satu stadion termegah di Indonesia. Dikenal dengan nama awal sebagai Stadion Papua Bangkit, stadion ini dibangun sebagai venue utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Stadion yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2020 itu memiliki kapasitas mencapai 40.000 penonton dan dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional.
Dari rumput lapangan (Zoysia matrella) yang memenuhi standar FIFA, pencahayaan menggunakan LED teknologi DMX dari Philips yang bisa mengikuti beat musik dengan kekuatan 1.800 lux, hingga fasilitas pendukung seperti ruang ganti dan ruang media, semuanya dirancang modern.
Selain menjadi saksi bisu upacara pembukaan dan penutupan PON XX, stadion ini juga pernah menjadi tuan rumah bagi pertandingan-pertandingan penting.
Diawali laga persahabatan antara tim sepak bola Papua versus Jawa Timur jelang PON XX, hingga laga persahabatan internasional memeriahkan HUT RI yang mempertemukan tim Papua Indonesia Selection menghadapi Hekari United dari Papua Nugini pada 18-19 Agustus 2023.
Stadion ini juga pernah digunakan sebagai venue para-atletik pada ajang multi cabang olahraga disabilitas yang dikenal dengan nama Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021.
Pada Liga 1 musim 2024/2025, PSBS Biak Numfor menjadikannya sebagai markas mereka untuk menggelar sejumlah laga kandang. Stadion ini menjadi arena pertarungan bagi PSBS saat menjamu tim-tim besar seperti Persib Bandung dan PSIS Semarang. (*)























Discussion about this post