Jayapura, Jubi – Tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang yang merenggut hingga 131 nyawa suporter masih terus mendapatkan perhatian dari para pelaku sepak bola di Indonesia. Tak terkecuali dengan pelatih Persipura Jayapura, Papua, Ricky Nelson.
Ricky Nelson menyayangkan terjadinya insiden naas itu. Ia bahkan ikut mengkritisi kelayakan stadion yang menjadi salah satu penyebab lemahnya sistem pengamanan di stadion kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Ricky heran proses verifikasi stadion tidak diperhatikan dengan benar. Bahkan, prosesnya bisa dimanipulasi.
Ia berharap, pascainsiden Kanjuruhan, verifikasi kelayakan stadion, baik di kompetisi Liga 1 dan Liga 2 harus benar-benar dilakukan. Yang tidak layak semestinya tidak diloloskan.
Rencana kedatangan delegasi federasi sepak bola dunia (FIFA) ke Indonesia disambut baik oleh Ricky Nelson. Ia juga berharap kedatangan FIFA itu bisa merubah seluruh aspek dalam kompetisi sepak bola Indonesia untuk menjadi lebih baik.
“Saya kritik sedikit, banyak sekali di kompetisi Indonesia, saya bicara di Liga 2 ada stadion yang tidak layak kenapa bisa lolos, harusnya itu tidak terjadi. Dan dengan adanya FIFA kita berharap itu tegas, jangan sampai tidak layak diajukan malah bisa lolos,” kata Ricky kepada wartawan di Jayapura, Papua, Kamis (13/10/22).
“Mulai dari ruang ganti, dan lapangan yang kondisinya tidak baik di paksakaan layak, itu harusnya tidak terjadi lagi dan verifikasinya harus jelas,” tambahnya.
Berdasarkan hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Stadion Kanjuruhan dinyatakan tidak layak untuk menggelar pertandingan high risk (berisiko tinggi).
Hal tersebut disampaikan Nugroho Setiawan yang merupakan AFC Safety Security Officer dan PFA Safeguardian Committee Chairman.
“Kesimpulannya bahwa stadion kanjuruhan tidak layak menggelar pertandingan berisiko tinggi,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut baik rencana kedatangan tim FIFA yang diharapkan akan membawa perbaikan sepak bola tanah air dimasa mendatang. Ia juga menyampaikan lima poin yang disampaikan FIFA untuk pembenahan sepak bola Indonesia.
“Jika melihat surat yang dikirimkan FIFA (Federasi Sepakbola Internasional) kepada Bapak Presiden, paling tidak ada lima hal yang mereka sampaikan,” kata Menpora Amali, dikutip dari laman resmi Kemenpora.go.id.
“Pertama, tentang stadion agar dapat standar sesuai arahan FIFA, kemudian SOP penanganan pengamanan, keterlibatan pihak-pihak terkait (suporter, klub, dan lainnya), kemudian tentang jadwal pertandingan, dan kita juga diminta untuk mempelajari bagaimana negara lain menyelenggarakan (benchmark) negara lain yang sudah bagus pengelolaannya,” Menpora Amali menambahkan.
Menpora Amali menilai kedatangan dan perhatian FIFA untuk sepakbola Indonesia sangat baik. Ia berharap dukungan FIFA itu akan membawa perbaikan tata kelola sepakbola di tanah air menjadi lebih baik di masa yang akan datang. (*)
























