Jayapura, Jubi-Hari kedua peringatan WPFD (World Press Freedom Day) Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Papua, bertempat di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa (5/5/2026) diisi tujuh dari sembilan workshop dengan tema berbeda. Dua workshop lainnya diadakan hari pertama WPFD kemarin.
Workshop pertama digelar di Aula Lukmen II, Lantai 9 Kantor Gubernur Papua pada pukul 09.00-10.30 WIT. Workshop membahas topik ‘Jurnalisme Berperspektif GEDSI: Tantangan dan Praktik di Lapangan’.
Workshop yang dipandu moderator Fibra Satyagraha menghadirkan pembicara Hendrina Dian Kandipi (Kabiro ANTARA Papua), Roby Nyong (Ketua Perkumpulan Disabilitas Fisik Indonesia/ PDFI Papua), dan Angela Flassy (Editor JUBI).
Pada jam yang sama, 09.00-10.30 WIT, di Ruang B Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, juga digelar workshop kedua tentang ‘Vlog dan Presenter’. Workshop yang dipandu Rein Pattipeilohy ini menampilkan dua pemateri, Irsa Yoku (TVRI Papua) dan Cornelia Mudumi (INews).
Workshop ketiga pada pukul 10.35 -11.55 WIT diadakan di Aula Lukmen II dengan topik ‘Navigasi Informasi di Era AI: Menghadapi Deepfake dan Hoaks Berbasis Kecerdasan Buatan’. Workshop dipandu moderator Eveerth Joumilena SIP MIKom (Pemimpin Redaksi LintasPapua.com).
Workshop menampilkan tiga pembicara, Damar Juniarto (Pakar AI-Anggota KTP2JB/ Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk mendukung Jurnalisme Berkualitas) Heru Tjatur Tjahja WP (Ketua Bidang IT AMSI Pusat), dan Dr Nahria S.Sos MSi (Mafindo Jayapura).
Workshop keempat juga pada pukul 10.35 -11.55 WIT, diadakan di Gedung B Lantai 9. Workshop dengan topik ‘Multimedia untuk Pemuda di Era Digital’ dipandu moderator Irsul Panca Aditra (Sekretaris AMSI Tanah Papua). Tampil sebagai pemateri Hesty Imelda Kere (TVRI Papua), Yulika Anastasia (IMAJI Papua), dan Maurids Yansip (Video Editor JUBI).
Workshop kelima pada pukul 13.00-14.30 WIT di Aula Lumen II Lantai 9 dengan tema ‘Pers Bebas Tanpa Intimidasi: Mengakhiri Impunitas dan Menjamin Keamanan Jurnalis Di Tanah Papua’. Workshop dipandu moderator Roberth Vanwi Subiat.

Tampil sebagai pemateri Gustav Rudolf Kawer (PAHAM Papua), Bayu Wardhana (Sekretaris Jenderal AJI/ Aliansi Jurnalis Independen), Odeodata H Julia (Jurnalis Senior Papua), Kapolda Papua, dan Pangdam XVII/Cenderawasih.
Workshop keenam pukul 14.35-16.00 WIT di Gedung B, Lantai 9 mengangkat topik ‘Liputan Investigasi’. Workshop yang dipandu Syamsuddin Levi Lazore (Pemimpin Redaksi KabarPapua.co) menampilkan dua narasumber, Dominggus Mampioper (Senior Editor JUBI) dan Asrida Elisabet (Mongabay).
Workshop terakhir pada pukul 13.30-17.00 WIT, juga di Ruang B, Lantai 9, adalah ‘Training Keamanan Digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk Jurnalis dan Pembuat Konten Muda’. Workshop yang dimoderatori AJI/Panitia WPFD ini menampilkan tiga traner, Eva Danayanti, Bayu Wardana, dan Erick.
Eva akan melatih tentang ‘AI untuk Pembuatan Konten (Pengantar AI, alat untuk menulis, mengedit, dan melakukan penelitian, serta latihan praktis). Bayu Wardana membahas ‘Risiko AI, Etika, dan Keamanan Digital (Deepfake, disinformasi, bias, privasi data, dan penggunaan yang bertanggung jawab)’. Sedangkan Erick melatih tentang ‘Keamanan Pribadi dan Akun (Manajemen kata sandi, 2FA, dan perlindungan akun)’.
Dua Workshop Hari Pertama
Pada hari pertama WPFD Indonesia 2026, Senin (4/5/2026) juga sudah digelar dua dari sembilan workshop yang diadakan selama dua hari WPFD 2026.
Workshop pertama dengan topik ‘Perempuan Adat, Lingkungan, dan Jurnalis’ yang diadakan di Ruang B, Lantai 9, Kantor Gubernur Provinsi Papua dipandu moderator Dewi Laila Sari (EJN/ Earth Journalism Network).
Workshop menampilkan lima narasumber, Yulan Lantipo (Editor Jubi TV), Glenys Octania (Jurnalis Kompas TV), Petronela Merauje (Komunitas Adat Hutan Perempuan, Enggros, Jayapura), Devi Anggraini (Ketua Umum Perampuan AMAN), dan Sapariah Saturi (Managing Editor Mongabay Indonesia).

Kemudian workshop kedua dengan topik ‘Sharing Ilmu (Pengalaman Kerja Sama Platform dan Media)’ di Aula Lukmen II Lantai 9 pada pukul 15.00-16.30 WIT dipandu moderator Alex Suban (Komite Publisher Rights). Workshop menampilkan dua pemateri, Ilona (SMSI/ Serikat Media Siber Indonesia) dan Wahyu Dhyatmika (AMSI/ Asosiasi Media Siber Indonesia).
Dua seminar nasional
Selain sembilan workshop, WPFD Indonesia 2026 di Papua juga menggelar dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat topik ‘Media Sustainability’ yang digelar Senin (4/5/2026) pukul 11.00-12.30 WIT di Aula Lumen II Lantai 9.
Seminar yang dipandu Mishba Latuapo ini menampilkan empat narasumber, Fransiskus Surdiasis (Komite Publisher Rights), Victor Mambor (CEO JUBI), Herik Kurniawan (IJTI/ Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), dan Nuzula Anggeraini (Direktur Politik dan Komunikasi Kementerian PPN/Bappenas).
Seminar kedua membahas topik ‘Pers, Perdamaian, dan Papua’ pukul 13.35-15.00 WIT, juga di Aula Lukmen II Lantai 9. Seminar yang dipandu Krist Ansaka menampilkan empat pemateri, Marsekal Muda TNI Eko D Indarto SIP MTr (Han) (Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi), Lucky Ireeuw (AJI Jayapura), Erik Tanjung (Komite Keselamatan Jurnalis), dan Latifah Anum Siregar (Direktur ALDP/ Aliansi Demokrasi untuk Papua).
Selain seminar nasional dan workshop, Peringatan WPFD Indonesia 2026 di Papua yang dibuka Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen juga menampilkan pidato kunci dari Ketua Dewan Pers (2016-2019) Yosep Adi Prasetyo.
Acara dua hari WPFD yang juga dimeriahkan Bazaar Media dan UMKM Papua akan diakhiri dengan pembacaan ‘Deklarasi Jayapura’ di Aula Lukmen II Lantai 9 pada sore, pukul 18.00-19.00 WIT. (*)



























Discussion about this post