Sentani, Jubi – Warga Sentani mengeluhkan tumpukan sampah yang telah memenuhi sejumlah titik di Kota Sentani, terutama di kawasan Pasar Lama, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Warga menyatakan kondisi itu telah berlangsung hampir dua pekan dan menimbulkan bau menyengat, yang mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha.
Seorang warga yang kerap membantu mengangkut sampah di lokasi, Semi Hilapo mengatakan, sampah menumpuk diduga karena kendaraan pengangkut tidak beroperasi akibat keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
“Katanya solar untuk kendaraan pengangkut sampah tidak ada. Sudah hampir dua minggu, sehingga sampah menumpuk sampai meluber ke jalan,” kata Semi Hilapo kepada Jubi di Sentani, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, sampah yang menumpuk itu didominasi sampah organik seperti ikan, ayam, dan sisa makanan yang mengeluarkan bau sangat menyengat.
Ia mengaku sering membantu petugas memilah dan mengangkat sampah, terutama untuk mencari sisa makanan ternak.
Semi Hilapo berharap pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan bakar bagi armada pengangkut sampah sehingga pelayanan kebersihan tidak lagi terganggu.
“Solar harus selalu tersedia. Kalau armada bisa jalan setiap hari, sampah tidak akan menumpuk seperti sekarang. Pemandangan Kota Sentani juga jadi lebih bersih,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Pasar Lama Sentani, Syaiful Arif. Ia mengatakan tumpukan sampah telah mengganggu kenyamanan lingkungan sekaligus berdampak terhadap aktivitas usahanya sebagai penjual air isi ulang.
Menurut Syaiful, bau busuk dan banyaknya lalat membuat pelanggan merasa kurang nyaman saat datang ke tokonya. Meski pelanggan tetap masih datang, ia khawatir kondisi tersebut akan mengurangi minat pelanggan baru.
“Bau dan lalat sampai ke tempat usaha. Pelanggan lama mungkin tetap datang, tetapi kalau orang baru melihat kondisi seperti ini pasti berpikir dua kali,” kata Syaiful.
Ia mengungkapkan persoalan sampah di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, lokasi bekas Pasar Lama memang sejak lama dijadikan tempat pembuangan sampah karena minimnya lokasi pembuangan lain.
Syaiful berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura segera mengatasi penumpukan sampah meski dilakukan secara bertahap.
Warga lainnya, Mama Dessy Ondi, mengatakan hampir setiap hari tumpukan sampah terlihat di sepanjang Jalan Kota Sentani, khususnya di kawasan Pasar Lama. Menurutnya, sampah basah berupa sisa makanan menjadi penyebab utama bau menyengat yang dirasakan warga dan petugas kebersihan.
Mama Dessy mengaku sering memilah sampah organik untuk dijadikan pakan ternaknya. Namun, ia menilai kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan karena sampah dibiarkan menumpuk hingga lebih dari satu minggu.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup maupun instansi terkait segera mencari solusi permanen terhadap persoalan pengelolaan sampah di Sentani agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap petugas segera turun membersihkan sampah yang sudah lebih dari seminggu menumpuk. Pemerintah juga harus mencari solusi yang tepat supaya persoalan ini tidak terus terjadi,” ujarnya.
Pantauan Jubi di sejumlah titik di Kota Sentani menunjukkan tumpukan sampah terlihat di beberapa ruas jalan dan kawasan Pasar Lama.
Selain menimbulkan bau menyengat, kondisi tersebut juga mengurangi keindahan kota dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani. (*)





















Discussion about this post