Jayapura, Jubi – Warga Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, mengeluhkan tumpukan sampah yang berserakan di samping Kantor Bupati Jayapura.
Sampah yang menumpuk selama sepekan terakhir dinilai mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan, serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga sekitar dan pengguna jalan.
Albertina Labobar (44), salah seorang warga setempat, menyatakan bahwa kondisi tersebut sangat mengganggu, terutama bagi pengendara motor dan mobil yang melintas di sekitar lokasi. Ia menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura lambat dalam menangani permasalahan sampah tersebut, padahal lokasinya berada di dekat kantor pemerintahan.
“Sangat mengganggu, terutama bagi kesehatan dan estetika lingkungan. Apalagi ini berada di dekat kantor bupati yang cukup mewah. Kalau dibiarkan seperti ini, citra daerah jadi kurang baik,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Labobar mendesak pemerintah daerah melalui DLH untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani masalah sampah tersebut.
Ia mengingatkan bahwa tumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut dapat menjadi sumber penyakit dan menciptakan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Ia juga mengimbau warga yang melewati area tersebut untuk selalu menggunakan masker demi menjaga kesehatan.
“Saya harap pemerintah segera bertindak. Kalau tidak segera ditangani, ini bisa menimbulkan wabah. Warga yang melintas juga sebaiknya menggunakan masker,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga, Kristian Bunga, petugas kebersihan dari DLH Kabupaten Jayapura, membenarkan adanya tumpukan sampah yang terus bertambah dalam sepekan terakhir.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat pemalangan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron oleh warga setempat.
“Volume sampah kali ini meningkat karena akses menuju TPA Waibron dipalang warga.Akibatnya, warga Doyo Baru dan Sentani Kota membuang sampah di lokasi ini, padahal seharusnya mereka menaruhnya di titik-titik yang telah ditentukan antara pukul 17.00 hingga 05.00. Namun, banyak yang tidak mengikuti aturan tersebut,” jelasnya.
Kristian menambahkan bahwa selain adanya pemalangan, kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan juga memperparah kondisi.
“Banyak warga tidak mengikuti aturan, sehingga sampah semakin menumpuk,” ujarnya.
Untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut, DLH Kabupaten Jayapura telah menugaskan empat petugas kebersihan. Namun, Kristian mengakui bahwa volume sampah yang besar dan beragam jenisnya membuat pembersihan secara manual sulit dilakukan.
Ia berharap DLH dapat menyediakan alat berat, seperti ekskavator, guna mempercepat proses pengangkutan sampah ke TPA Waibron.
“Kami hanya memiliki dua truk pengangkut sampah, dan perjalanan ke TPA memakan waktu sekitar 2-3 jam sekali jalan. Idealnya, diperlukan 10 kali angkut per hari agar tumpukan ini bisa teratasi, sementara saat ini kami hanya mampu mengangkut sekitar tiga hingga empat kali sehari,” katanya.
Kristian berharap masalah pemalangan jalan menuju TPA Waibron segera diselesaikan agar pengangkutan sampah dapat kembali normal dan lingkungan di sekitar Kantor Bupati Jayapura tetap bersih. (*)





















Discussion about this post