Sentani, Jubi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sentani, Jayapura memprediksikan cuaca saat perayaan Idulfitri di Kabupaten Jayapura, Papua pada 20 Maret 2026 atau 21 Maret 2026, cerah hingga berawan.
Prakirawan, Eronika Harianja menjelaskan secara klimatologi, Kabupaten Jayapura kini masih berada pada musim hujan, dan puncak musim hujan terjadi pada Maret 2026.
Namun cuaca di Kabupaten Jayapura selama dua hari kedepan diperkirakan cerah hingga berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi pada malam atau hingga dini hari.
“Analisis satelit menunjukkan kondisi yang cukup kering di wilayah perairan Pasifik (wilayah utara Papua), di mana pola angin secara umum dari wilayah tersebut, sehingga dapat diperkirakan kondisi cuaca di Kabupaten Jayapura dua hari ke depan secara umum cerah [atau] berawan, dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari,” kata Eronika Harianja, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, berdasarkan dinamika atmosfer pada 19 Maret 2026, menunjukkan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yaitu +14,3, sehingga meningkatkan pola awan konvektif di sebagian wilayah Indonesia yang menyebabkan hujan.
Selain itu, anomali suhu muka laut sekitar +0.5 hingga +1.0 derajat Celcius, dengan suhu permukaan laut 29 hingga 30 derajat Celcius yang berpotensi terjadinya penguapan (penambahan uap air).
“Analisis angin (streamline) menunjukkan adanya pembelokan angin yang memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Kabupaten Jayapura,” ucapnya.
Sementara untuk kondisi angin saat ini lebih dominan angin barat dengan kecepatan berkisar 5 hingga 35 Km/jam .
Katanya, beberapa hari ke depan kemungkinan terjadi angin kencang karena adanya tekanan udara tinggi (H) di atas wilayah Papua bagian tengah, yang bergerak ke arah tekanan rendah di wilayah utara dan selatan Papua.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan terus memantau info cuaca terkini melalui kanal resmi seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, @bmkg_sentani atau aplikasi infoBMKG.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Herlambang Hudha mengatakan untuk kemunculan hilal di Jayapura, kemungkinan kecil dibandingkan wilayah Indonesia bagian barat.
“Di Jayapura hilal kemungkinan kecil terlihat, tapi, wilayah bagian barat seperti Sumatera kemungkinan dengan probabilitas lebih tinggi terlihat,” kata Herlambang Hudha melalui aplikasi pesan singkat.
Untuk perayaan Idulfitri tahun ini, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026), sedangkan pemerintah baru akan melaksanakan sidang isbat, Kamis, (19/3/2026), untuk penetapan Idulfitri. (*)





















Discussion about this post