Sentani, Jubi – Pelatihan peningkatkan kapasitas sumber daya manusia orang asli Papua atau SDM OAP diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Jayapura, Papua.
Pelatihan itu diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Kabupaten Jayapura bekerja sama dengan LP3TKP Siklop, yang berlangsung di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Senin hingga Sabtu, (24-29/11/2025).
Peserta dilatihan bagaimana menghadapi tantangan dalam dunia ketenagakerjaan melalui workshop dan pelatihan dengan pendekatan budaya.
Kepala Disnakertrans, Idris Taba mengatakan pelatihan diikuti 50 peserta yang yang sebelumnya mengikuti pelatihan job fair dan pelatihan Balai Latihan Kerja atau BLK di Sorong, Papua Barat Daya.
Katanya, pelatihan diharapkan mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Jayapura, yang persentasenya mencapai 6,39 persen di atas rata-rata nasional, dengan didominasi oleh lulusan SMA atau SMK sederajat
“Tujuan [pelatihan ini], untuk memotivasi anak muda asli Papua dalam menghadapi tantangan atau masalah ketenagakerjaan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak-anak [OAP] dalam mengambil suatu keputusan,” kata Idris Taba.
Sementara itu, trainer dan motivator, Jose Ohei mengatakan tingkat pengangguran di Kabupaten Jayapura masih cukup tinggi, padahal ada banyak lowongan pekerjaan.
“Demand ada, supply tersedia, tapi pasar tidak terjadi. Kenapa? karena anak Papua tidak terserap. Akhirnya ruang-ruang itu diisi oleh orang tidak ber-KTP Kabupaten Jayapura,” ucap Jose Ohei.
Menurutnya, situasi seperti ini adalah suatu kerugian untuk masyarakat dan kota ini. Meski pelatihan hard skill sudah dilakukan, akan tetapi anak Papua butuh soft skill atau karakter.
“Hari ini, sejarah, OPD pertama di Tanah Papua yang mau bekerjasama [dengan] LP3TKP yang programnya bukan hanya satu-dua hari, tetapi enam hari. Anak-anak [bukan hanya] diajar cara menulis CV, wawancara, dan beberapa hal lain. Tapi, lebih banyak saya ajar mengenali emosi, disiplin, etos, persis tensi hingga mengelola ekonomi,” ucapnya.
Asisten II Bidang Ekonomi Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri mengatakan pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan dan pemikiran wawasan berkarakter.
“Kami harapan dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan daya saing bagi generasi muda agar dapat mengikuti perkembangan di berbagai sektor,” katanya. (*)























Discussion about this post