• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Membangun Papua Melalui Literasi: Jalan Panjang Menuju SDM OAP yang Unggul

June 18, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
Membangun Papua Melalui Literasi

Ilustrasi anak-anak Papua di kawasan pegunungan di Provinsi Papua Pegunungan - Neas Wanimbo untuk Jubi

0
SHARES
5
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Semuel Runggamusi

Dalam setiap pidato pembangunan, kualitas sumber daya manusia (SDM) selalu disebut sebagai kunci keberhasilan. Namun, bagi Orang Asli Papua (OAP), frasa tersebut masih terdengar seperti mimpi yang jauh. Ketimpangan pendidikan yang sudah berlangsung lama, minimnya akses terhadap infrastruktur dasar, dan pendekatan pendidikan yang tak kontekstual membuat Papua seolah berjalan tertatih dalam mengejar ketertinggalan. Di tengah tantangan ini, satu hal mendasar dan mendesak perlu diperjuangkan: literasi—baik literasi dasar maupun lanjutan.

Literasi sering dipersempit menjadi kemampuan membaca dan menulis. Padahal, sejatinya literasi adalah fondasi berpikir, berdaya, dan bertindak. Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengolah informasi agar bisa mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan. Di wilayah seperti Papua, di mana anak-anak masih bergumul dengan kesenjangan pembelajaran, literasi bahkan menjadi hak asasi untuk hidup lebih bermartabat.

Data Asesmen Nasional (2022) menunjukkan banyak siswa Papua berada dalam kategori “perlu intervensi khusus” dalam literasi. Ini artinya, tanpa penguatan sejak usia dini, mereka terancam mengalami putus sekolah dan tersisih dari kompetisi global. Literasi dasar—membaca, menulis, berhitung—adalah fondasi awal. Tapi Papua butuh lebih dari itu.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Dalam dunia yang bergerak cepat menuju digitalisasi dan kecerdasan buatan, literasi lanjutan menjadi kebutuhan mendesak. Ini mencakup literasi digital, literasi data, literasi budaya, literasi sains, dan literasi keuangan. Kemampuan untuk mengakses informasi, menilai keakuratan sumber, bahkan menciptakan konten sendiri—adalah bentuk literasi baru yang harus dimiliki SDM Papua agar tidak tertinggal, bahkan bisa bersaing.

Bagi OAP, literasi lanjutan bukan hanya jalan menuju modernitas. Ia adalah alat untuk menjaga jati diri, mempertahankan budaya, dan memperjuangkan hak-hak kolektif. Pemuda Papua bisa memanfaatkan literasi digital untuk memperkenalkan seni dan warisan leluhur ke dunia, sekaligus ikut menentukan arah kebijakan publik melalui literasi kewarganegaraan.

Teknologi Tak Akan Mampu Dikuasai Tanpa Literasi

BERITATERKAIT

Bupati Jayapura siapkan SDM untuk bangun RS tipe C di Unurum Guay

Penerapan perda bahasa daerah di Tanah Papua sebagai upaya melindungi identitas OAP

Waket DPR Papua Tengah: Gubernur Meki sedang tanam investasi SDM

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

Kita sedang memasuki era Revolusi Industri 5.0, di mana kolaborasi manusia dan mesin menjadi inti transformasi. Tapi bagaimana bisa berbicara tentang kecerdasan buatan (AI) jika kemampuan literasi dasar saja belum merata? Literasi menjadi jembatan antara manusia dan teknologi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Penggunaan AI seperti ChatGPT, aplikasi pembelajaran cerdas, hingga sistem kesehatan berbasis data memerlukan kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengelola informasi digital. Tanpa penguasaan literasi lanjutan, OAP hanya akan jadi pengguna pasif, bukan penggerak inovasi.

Namun hubungan antara literasi dan AI bersifat timbal balik. AI juga bisa menjadi alat untuk meningkatkan literasi. Aplikasi pembelajaran adaptif dapat membantu siswa Papua belajar sesuai gaya dan kecepatan mereka. Artinya, jika literasi diperkuat, teknologi bisa digunakan secara lebih inklusif dan efektif.

Tantangan: Struktural dan Budaya

Memang tidak mudah. Masalah mendasar terletak pada keterbatasan guru, bahan ajar yang tidak kontekstual, serta pendekatan pendidikan yang mengabaikan identitas budaya Papua. Selain itu, dominasi bahasa Indonesia di sekolah kerap menjadi tembok tinggi bagi anak-anak yang bertumbuh dengan bahasa ibu.

Kita butuh pendekatan pendidikan berbasis lokal. Bahasa daerah, cerita rakyat, dan praktik keseharian harus masuk ke ruang-ruang belajar. Literasi yang tumbuh dari budaya lokal akan lebih membumi dan bermakna.

Jalan ke Depan: Strategi dan Kolaborasi

Mengembangkan literasi OAP tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah. Ini memerlukan ekosistem dan kerja kolaboratif antara sekolah, keluarga, gereja, komunitas adat, dan dunia usaha. Beberapa langkah konkret yang bisa diambil antara lain:

  1. Menguatkan pendidikan usia dini dengan pendekatan bilingual (bahasa ibu dan Indonesia).
  2. Menyediakan waktu khusus untuk praktik literasi setiap hari di sekolah.
  3. Melibatkan orang tua dan tokoh adat dalam pendidikan anak.
  4. Melatih guru agar sensitif terhadap konteks lokal dan perkembangan teknologi.
  5. Memanfaatkan teknologi digital berbasis bahasa dan budaya Papua.

Penutup: Literasi sebagai Gerakan Peradaban

Literasi bukan sekadar program pendidikan. Ia adalah gerakan peradaban. Jika kita ingin OAP menjadi subjek pembangunan, bukan objek, maka investasi pada literasi dasar dan lanjutan adalah jalan paling masuk akal dan strategis. Literasi memungkinkan seseorang berpikir mandiri, mengambil keputusan bijak, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Papua tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah strategi yang menghargai budaya, memperkuat kapasitas, dan membuka akses. Karena sejatinya, membangun Papua bukan dimulai dari membangun jalan dan gedung, tetapi dari membangun pikiran. (*)

(Penulis adalah Guru SMA Negeri 1 Kaureh dan Mahasiswa Pascasarjana MMP UNCEN 2024)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Literasimembangun Papuaorang asli papuaSDM
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dana

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026
Leluhur

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Masyarakat menolak MBG juga merupakan HAM

February 27, 2026

Menagih janji Otsus di Kabupaten Sorong: Mengapa pendidikan menengah masih terjebak formalitas administratif?

February 11, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
paskah

Sambut Paskah 2026,Jemaat GPKAI Elim Wosi gelar jalan salib hingga pawai obor

April 5, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
paskah

Sambut Paskah 2026,Jemaat GPKAI Elim Wosi gelar jalan salib hingga pawai obor

0
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0

Trending

  • LNG

    JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara