Jayapura, Jubi – Ribuan pemuda di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mengikuti pelatihan pengembangan Sumber Daya Manusia atau SDM Orang Asli Papua (OAP).
Pelatihan itu diselenggarakan di Gedung Tongkonan Wamena, selama dua hari Kamis, 15 Mei 2025 hingga Jumat 16 Mei 2025.
Pelatihan bertajuk ‘mengasah kualitas SDM Papua dengan pendidikan berbasis kewirausahaan dan tenaga kerja’ itu digelar oleh motivator Papua, Jose Ohei.
“Untuk mengejar kemajuan, generasi muda Papua tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga soft skill yang menjadi kunci utama dalam pengembangan diri,” kata Jose Ohei.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurut Jose Ohei yang juga menjadi narasumber dalam pelatihan itu, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan membangunan SDM Papua, agar generasi muda Papua bisa mengejar ketertinggalan.
“Selama ini identifikasi masalahnya agak kurang, dirasa yang dibutuhkan skill. Padahal kita tidak butuh skill, kita butuh soft skill supaya kita bisa mengaplikasikan kita punya skill yang ada,” ujarnya.
Kata Ohei, yang dibutuhkan generasi muda bukan tentang pengetahuan sejarah peradaban manusia Papua dan berbagai pengetahuan lainnya. Akan tetapi apakah anak Papua siap atau tidak untuk mengejar ketertinggalan.
“Jadi yang saya ajarkan itu, materi latar belakang. Kemudian saya kasih tahu dia punya teknik untuk bisa kelola diri dan lingkungan, supaya bisa maju seperti orang di Pulau Jawa, di Eropa dan cara-cara ini diajarkan di universitas besar,” ucapnya.
Ohei mengatakan, pelatihan yang digelar bersama panitia loka itu merupakan ketiga kalinya dilaksanakan. Sebelumnya pelatihan serupa telah digelar di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua dan Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ini dinilai langkah awal, sehingga diharapkan kedepan kegiatan serupa dapat difasilitasi oleh pemerintah dan pihak lain. Sebab, selama ini dukungan pemerintah secara langsung tidak ada, namun perorangan.
“[Yang memberikan dukungan] ada pejabat, ada anggota dewan, yang mereka kasih dari kantong sendiri. Ini langkah awal yang baik. Kedepannya kita harap pemerintah melihat [dan] bisa mensupport,” ujarnya.
Katanya, pada awal pelatihan ia berpesan agar Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan membangun perpustakaan besar training center untuk pengembangan SDM, selain membangun kantor gubernur, kantor Majelis Rakyat Papua atau MRP, dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan.
Sementara itu, anggota DPR Papua Pegunungan, Fransina Daby yang ikut mendukung pelatihan itu mengatakan, pihaknya bersyukur karena melalui kegiatan tersebut pola pikir anak muda Papua Pegunungan bisa diubah.
“Seperti tadi materi disampaikan bangunan itu yang penting. SDM manusia Papua itu yang harus berubah, karena itu baru papua akan maju dan berubah, kalau manusianya berubah, semua akan berdampak,” kata Fransina Deby.
Menurutnya, pemerintah daerah mesti memberi dukungan pada kegiatan yang bersifat membangun SDM, dan pola pikir anak muda Papua sebagaimana yang dilakukan bersama Jose Ohei.
“Jadi pemerintah jangan diam, tapi mari kita bersama membuka mata hati kita, mendukung anak- anak muda untuk maju,” ujarnya.
Para peserta yang mengikuti pelatihan itu, berasal dari berbagai organisasi, khususnya generasi muda Papua Pegunungan dari delapan kabupaten di sana. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post