Sentani, Jubi — Sejumlah komunitas pemuda dan pegiat lingkungan di Jayapura yang tergabung dalam Ko-Kreasi Lestari kembali melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop pada Sabtu (11/10/2025).
Aksi kali ini melibatkan komunitas FIM Jayapura, PAM GKI Klasis Sentani, Papua Trada Sampah, Guardian Hollo Sentani (GHS), dan sejumlah relawan. Mereka menanam 200 bibit pohon, terdiri dari cemara, merbau (kayu besi), dan anggur.
Program Ko-Kreasi Lestari merupakan agenda rutin yang diadakan setiap awal bulan. Tujuannya untuk membangun kesadaran kolektif dan partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan.
Ketua Guardian Hollo Sentani (GHS) Boy Kalem mengatakan itu adalah penanaman ketiga yang dilakukan dan merupakan kelanjutan dari program bulanan yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu.
Ia menuturkan, meski sempat mengalami kendala akibat pembakaran alang-alang oleh oknum, sekitar 40 bibit yang mati telah diganti.
“Kami sudah mengganti tanaman yang rusak dan akan terus patroli untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Boy Kalem berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih luas untuk memperkuat gerakan reboisasi dan pelestarian Cagar Alam Pegunungan Cycloop sebagai paru-paru Jayapura dan sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Henok Puraro yang juga hadir menekankan pentingnya pelestarian hutan Pegunungan Cycloop melalui budaya menanam yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Sentani. Ia mengingatkan kejadian banjir bandang pada 19 Maret 2021 yang menewaskan hampir 120 orang. Peristiwa itu, kata Puraro, menjadi pelajaran tentang akibat buruk ketika hutan tidak dijaga.
“Budaya menanam adalah budaya orang asli Papua, kita harus menanam untuk anak dan cucu kita,” katanya. (*)




Discussion about this post