• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Dari 35 sungai di cagar alam pegunungan Cycloop tersisa 7 sungai yang mengalir

March 6, 2024
in Lingkungan, Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: CR-5 - Editor: Jean Bisay
Cycloop

Salah satu sungai di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua yang mengalir di kaki gunung Cycloop. - Jubi/Engelbert Wally

0
SHARES
443
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Pengelolaan Kualitas Lingkungan dan Pengembangan Kapasitas Dinas Kehutanan Lingkungan Hidup atau DKLH Provinsi Papua, Yaconias Maitindom mengatakan dari sejumlah 35 sungai yang terbentang di cagar alam pegunungan Cycloop hanya tersisa tujuh (7) sungai yang masih mengalir.

“[46 tahun] sejak [pegunungan Cycloop] ditetapkan jadi cagar alam pada 1978, ada 35 sungai, tapi sampai hari ini hanya 7 sungai saja yang mengalir,” kata Maitindom dalam diskusi publik Krisis Ekologi di Papua yang digelar oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura pada Rabu (21/2/2024).

Masih kata Maitindom, “Dari 7 sungai itu cuman 5 sungai saja yang saat ini masih lancar memberikan air untuk tong [kita] semua yang hidup di Tanah Tabi. Kalau lima sungai itu tidak mengalir atau rusak, maka kita tidak hidup di Tanah Tabi,” ujarnya.

Cycloop
Yaconias Maitindom saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi publik Krisis Ekologi di Papua yang diadakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), Rabu (21/2/2024). – Jubi/CR-5

“Baterainya itu ada dicagar alam pegunungan Cycloop, sumurnya ada di situ. Jadi, kalau katupnya itu bocor, maka kita tidak dapat apa-apa,” Maitindom menambahkan.

Maitindom mengingatkan sekaligus mengenang peristiwa bencana alam besar pada 2019 atau banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura kala itu.

Menurutnya, hal itu karena cagar alam pegunungan Cycloop dirambah. “Itu karena baterai di atas itu [cagar alam pegunungan Cycloop] su rusak, katup tidak bisa tahan, air hujan cukup banyak, langsung de [hujan] pergi taruh di bawah, dan tong semua susah,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat yang tinggal di Kota/Kabupaten Jayapura ikut terlibat dalam melestarikan cagar alam pegunungan Cycloop.

BERITATERKAIT

Ko-Kreasi Lestari kembali tanam pohon di kawasan Cycloop

Ini rencana program 5 Paslon Bupati-Wabup Jayapura tangani Cycloop dan Danau Sentani

Menyelamatkan hutan CAP Cycloop dari perambahan

Pemprov Papua ajak semua pihak jaga Cagar Alam Pegunungan Cycloop

“Harusnya kita membayar air yang ada di cagar alam pegunungan Cycloop. Bagaimana bentuk membayarnya, pemerintah harus membuat regulasi yang berkaitan dengan Save for Cycloop. Setiap orang yang ada di Jayapura maupun Kabupaten Jayapura wajib membayar terhadap Cycloop. Apa yang dibayar? Bayar airnya dan oksigennya,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi
Cycloop
Memandang pegunungan Cycloop dari danau Sentani tepatnya dari Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua. – Jubi/Jean Bisay

Menurutnya, bentuk atau cara membayar kepada Cycloop, kata dia, adalah salah satunya menjaga kelestarian lingkungan Cycloop. “Tidak menebang pohon sembarangan, lalu tidak buang sampah sembarangan di mana pun kita berada,” ujarnya.

“Mulailah dengan diri kita sendiri dengan melakukan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). Pilah pilih sampah mulai dari sumbernya, supaya bisa dikelola untuk kepentingan ekonomi bersama,” ujarnya

Maitindom mengajak sekaligus meminta generasi saat ini terlibat aktif, peka terhadap kondisi kekinian yang sedang terjadi di Tanah Papua untuk menyelamatkan ekologi di Papua. Berkurangnya jumlah sungai yang mengalir di cagar alam pegunungan Cycloop, pertanda bawa sedang terjadi salah satu krisis ekologi di Papua.

Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus Peuki mengatakan diskusi publik bertemakan Krisis Ekologi di Papua ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa sebagai agen perubahan bahwa saat ini Papua sedang mengarah ke krisis ekologi. “Jadi, selain mendapatkan materi, diharapkan mereka bisa berbagi dan menerapkan ke lingkungan terdekat mereka masing-masing, seperti keluarga, gereja, masjid, keluarga, dan kampus,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Tags: 35 sungaiCagar Alam Pegunungan CycloopCyclooptersisa 7 sungai yang mengalir
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Sampah Sisa makanan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
jepang

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara