• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Komunitas Torang Baca menyatukan anak muda pencinta buku di Jayapura

September 6, 2025
in Indepth Story
Reading Time: 6 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi
Jayapura Komunitas Torang Baca

Komunitas Torang Baca melakukan kegiatan baca bersama di ruang terbuka. – Jubi/Dok Komunitas Torang Baca

0
SHARES
39
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Di tengah gempuran digitalisasi dan disrupsi teknologi, sebuah komunitas bernama Torang Baca hadir sebagai inisiatif mandiri untuk mendorong minat baca anak muda di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Komunitas ini menjadi wadah pertemuan bagi para pencinta buku, merawat budaya membaca yang perlahan tergerus perubahan zaman.

Torang Baca menjadi bukti nyata bahwa budaya membaca buku masih hidup di kalangan anak muda, meskipun zaman sudah beralih ke serba digital, mereka memilih untuk tetap memegang buku dan berbagi pengalaman membaca secara langsung.

Berbanding terbalik dengan perilaku yang jelas terlihat sekarang ini, di mana kebanyakan orang, terutama anak muda, telah terkontaminasi serbuan gawai yang memuat game dan media sosial.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Torang Baca seolah menegaskan interaksi tatap muka, diskusi mendalam, dan kehangatan yang tercipta dalam sebuah komunitas jauh lebih bermakna dari pada sekadar koneksi virtual.

Komunitas anak muda ini tidak hanya merawat budaya membaca, tapi juga menanamkan nilai-nilai penting yang kerap terabaikan dalam kehidupan modern yang serba cepat.

Menyatukan pencinta buku

BERITATERKAIT

Deklarasi jurnalisme di Minahasa Utara untuk bumi

Ko-Kreasi Lestari kembali tanam pohon di kawasan Cycloop

British Museum Terbitkan Buku Berjudul Pulau Isabel Kepulauan Solomon

Mewariskan Kearifan Leluhur Lewat Buku Anak Berbahasa Samoa dan Inggris

Penggagas Torang Baca, Syarif, 25 tahun, mulai merintis terbentuknya komunitas itu dengan modal nekat. Ia mengawali kegiatan ini dari kegelisahan dan keresahannya karena kesulitan menemukan komunitas literasi anak muda di Kota Jayapura.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Komunitas Torang Baca Jayapura

​Ia mengorganisir semuanya sendiri, mulai dari konsep unggahan di media sosial, acara, hingga kolaborasi. Respons yang ia terima sangat positif.

Berjalannya waktu, komunitas Torang Baca pun akhirnya terbentuk dan mulai aktif pada Juni 2023. Tidak ada sistem keanggotaan di Torang Baca, namun setiap bulan, pengikut mereka terus bertambah.

“Kami mengusung konsep inklusif di mana tidak ada registrasi untuk keanggotaan, sehingga para peserta atau pembaca bisa dengan bebas mengikuti agenda tanpa ada komitmen khusus. Tiap bulan ada 15 sampai 25 orang yang ikut,” kata Syarif kepada Jubi.

Anggota komunitas Torang Baca datang dari berbagai latar belakang, karena mereka terbuka dengan semua kalangan tanpa memandang golongan tertentu.

“Kami di komunitas Torang Baca ini menyambut hangat semua kalangan. Kami bersama-sama hadir sebagai pembaca dan melepaskan label asal kami karena kami disatukan oleh buku,” ujarnya.

Sekali sebulan, Komunitas Torang Baca mengadakan kegiatan baca bersama dengan agenda membaca buku dalam senyap selama 1 jam dan dilanjutkan dengan diskusi. Tidak ada ketentuan, anggota komunitas diperbolehkan membaca buku dengan genre apa saja.

Komunitas Torang Baca Jayapura
Komunitas Torang Baca usai melakukan kegiatan baca bersama. –Jubi/Sudjarwo Husain

“Tidak ada keharusan untuk mengikuti kedua sesi, peserta bebas mau memilih yang mana saja. Tidak ada bacaan khusus di Torang Baca. Semua orang bebas membaca buku genre apa pun,” sebutnya.

Grace Victoria, salah satu anggota Torang Baca, tertarik bergabung dengan komunitas ini karena mempertemukannya dengan orang-orang baru yang juga mencintai hobi yang sama.

“Bertemu orang-orang baru, perspektif baru di setiap pertemuan membuat saya terobsesi untuk terus mengikuti kegiatan Torang Baca. Semuanya terasa berbeda karena gerakan ini membuat saya terfokus pada hal-hal yang lebih substansial,” ujarnya.

Menurut Grace, di era perkembangan teknologi yang pesat, orang-orang tidak menyadari telah kehilangan sebagian besar fokus.

Ia merasa keberadaan komunitas anak muda seperti Torang Baca ini tak hanya sekadar anomali (tidak seperti yang pernah ada) , tapi juga upaya untuk menormalisasi dampak negatif dari modernisasi.

“Kita mengkonsumsi semua informasi yang ada tanpa bisa menyaringnya; mana yang akurat, mana yang bohong. Di atas semua itu kita tidak bisa memilah informasi mana yang berguna untuk diri kita ketahui,” katanya.

Ia berharap masyarakat akan kembali terbiasa dengan membaca buku. “Mengerti bahwa otak kita butuh materi panjang untuk dikonsumsi,” katanya.

Komunitas Torang Baca Jayapura
Komunitas Torang Baca usai melakukan kegiatan baca bersama di salah satu kafe di dekat Jembatan Merah, Youtefa. –Jubi/Sudjarwo Husain

Grace, yang kini berusia 30 tahun dan bekerja di salah satu perusahaan BUMN, menceritakan bahwa ia tumbuh di lingkungan keluarga yang mencintai buku. Hal ini membentuk ketertarikannya pada dunia baca.

Meski awalnya ia hanya menyukai komik, Grace kini memahami betapa besar peran budaya keluarga dalam membentuk karakter dan ketertarikannya kepada buku.

​”Sekarang saya lebih sering membaca buku non-fiksi. Biasaya buku tentang pengembangan diri, ilmu sosial, kajian sosial, biografi, dan sebagainya. Namun novel tetap jadi pilihan ideal untuk merelaksasikan pikiran,” ujarnya.

Menumbuhkan kesadaran literasi

Berdasarkan data yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir 2024, tingkat kegemaran membaca di Provinsi Papua sebesar 50,86 persen atau berada pada level terendah jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

​Komunitas literasi seperti Torang Baca bisa menjadi pemantik untuk memberikan dampak positif, tak hanya bagi anggotanya tetapi juga untuk lingkungan sekitar. Melalui inisiatif dan kegiatan yang dijalankan, secara tidak langsung, komunitas ini turut menggerakkan kesadaran akan pentingnya literasi di tengah masyarakat dan dapat menumbuhkan minat baca.

​Melalui sejumlah kegiatan yang mereka gagas seperti ‘lapak baca’ dan ‘baca bersama’ yang diadakan di ruang publik, komunitas baca juga menjembatani kesenjangan akses buku. Mereka menyediakan buku-buku menarik yang mungkin tidak dimiliki oleh banyak orang, khususnya anak-anak.

Kegiatan ini tidak hanya menarik minat baca, tetapi juga mendorong kesadaran literasi di lingkungan tersebut sekaligus membuka pandangan bahwa kegiatan membaca merupakan hal yang menyenangkan dan bermanfaat.

Komunita Torang Baca Jayapura
Seorang bapak bersama anaknya sedang membaca buku di lapak baca. – Jubi/Dok Komunitas Torang Baca

Menurut Syarif secara tidak langsung Komunitas Torang Baca turut menggerakkan kesadaran literasi dengan adanya kegiatan yang dilakukan komunitasnya.

“Seperti baca bersama dan lapak baca yang kami buka saat Car Free Day, banyak anak-anak Jayapura yang bersemangat untuk membaca karena tidak memiliki buku di rumah dan buku yang disediakan pun menarik,” ujarnya.

​Bagi Grace Victoria banyak manfaat yang ia dapat dalam keterlibatannya di komunitas Torang Baca, di mana setiap pertemuan selalu memberikan pengalaman dan kesan baru yang berharga. Menurutnya, komunitas ini menjadi wadah untuk lebih mengenal dan menggali potensi dalam dirinya.

​”Hal positif lainnya yang tersalurkan di gerakan ini adalah semua orang bisa berbagi ide dan pemikiran dan belajar menerima perspektif baru. Dampaknya untuk lingkungan sekitar adalah mereka bisa sadar akan pentingnya membaca buku fisik daripada membaca e-book,” katanya.

Kesulitan tempat nyaman

​Komunitas literasi Torang Baca menghadapi tantangan besar dalam menjalankan kegiatan mereka sebagai upaya untuk mendorong minat baca di Kota Jayapura, terutama terkait pemilihan lokasi kegiatan yang aman dan nyaman.

Menurut Syarif, kegiatan mereka awalnya digelar di ruang publik seperti Taman Kota Mandiri dan Pantai, namun mereka terpaksa mencari tempat lain karena pernah mengalami pengalaman buruk.

Komunitas Torang Baca Jayapura
Pencinta buku sedang serius membaca buku. – Jubi/Dok Komunitas Torang Baca

​”Tantangan terbesar adalah pemilihan tempat karena awalnya Torang Baca berfokus pada tempat publik seperti Taman Kota Mandiri dan Pantai. Namun, kami mengalami pengalaman yang buruk, diganggu orang mabuk sehingga mengganggu jalannya kegiatan kami,” ujarnya.

​Demi mendapatkan suasana yang tenang dan nyaman, komunitas Torang Baca kini beralih memusatkan kegiatan baca mereka di kafe-kafe. Namun, lokasi ini juga membawa tantangan baru.

“Kami berpindah dari satu kafe ke kafe lainnya, namun tantangan yang muncul adalah keharusan para peserta untuk membeli minuman dan makanan,” katanya.

​Syarif berharap, ke depan komunitas Torang Baca dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah atau komunitas lain yang memiliki ruang publik yang layak dan aman. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran kegiatan literasi di Jayapura.

​”Harapan kami semoga ke depannya bisa menjalin kolaborasi dengan komunitas lain atau pemerintah yang mempunyai ruang publik yang aman dan nyaman demi meningkatkan kegiatan literasi di Jayapura,” ujarnya.

​Sejauh ini, tambahnya, belum ada kerja sama dengan pemerintah daerah. Kolaborasi terakhir yang dilakukan adalah dengan Bank Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ‘Baca Bersama’ di perpustakaan mereka. Namun, Komunitas Torang Baca paling sering bekerja sama dengan kedai kopi lokal.

​Simbol perlawanan

​Dosen Antropologi Universitas Cenderawasih Dr Hanro Yonathan Lekitoo SSos MHum melihat Komunitas Torang Baca sebagai fenomena yang signifikan. Menurutnya, komunitas itu mencuat sebagai bentuk kegelisahan anak-anak muda terhadap hegemoni digital.

Komunitas Torang Baca Jayapura
Dosen Antropologi Universitas Cenderawasih Dr Hanro Yonathan Lekitoo. –Jubi/Dok Jubi

“Komunitas baca ini sesuatu yang tampil beda di tengah gempuran arus digitalisasi. Mereka ini sebenarnya simbol perlawanan dari dunia online yang hari ini memanjakan hampir semua peserta didik dari SD hingga Perguruan Tinggi,” katanya.

Digitalisasi, tambah Hanro, adalah lompatan budaya yang ekstrem dalam dunia pendidikan. Meski banyak dampak positifnya tetapi juga banyak dampak negatifnya. Bahkan sejumlah negara kembali menerapkan pembelajaran yang bersumber dari media buku cetak.

“Beberapa negara di dunia seperti di negara-negara Skandinavia itu mereka sudah mengajak anak-anak kembali belajar dari buku cetak. Artinya, mungkin ada evaluasi bahwa membaca secara langsung berdampak positif terhadap mahasiswa dibanding secara digital,” ujarnya.

Menurut Hanro budaya membaca bukan sekadar membentuk identitas yang berbeda, tetapi membentuk karakter dan etos komunitas terdidik yang memiliki kualitas kognitif (pengetahuan), psikomotorik (skill), dan atitude (perilaku) yang mumpuni dan memiliki daya saing di tengah arus globalisasi.

“Karena membaca itu membuka jendela dunia,” katanya.

Yulianus Magai, finalis Duta Bahasa Provinsi Papua tahun 2025 dan penulis buku ‘Jejak Kata’ mengatakan secara umum di Tanah Papua masih minim kegiatan yang berkaitan dengan baca dan tulis (literasi), sehingga kehadiran komunitas baca seperti Torang Baca di Kota Jayapura menjadi sesuatu yang sangat positif, terutama bagi anak-anak asli Papua.

Komunitas Torang Baca Jayapura
Yulianus Magai, finalis Duta Bahasa Provinsi Papua, penulis buku Jejak Kata’, dan jurnalis muda Tribun Papua. – Jubi/Dok Pribadi

Menurutnya, di tengah arus digitalisasi dan budaya instan, komunitas baca menjadi wadah yang sangat bermanfaat sebagai motor penggerak agar dapat mendorong anak-anak muda untuk kembali mencintai buku, berdiskusi, dan menulis.

“Bagi saya sastra lisan seperti Mop, cerita rakyat, nyanyian daerah, dan lainnya itu ada di Papua, sebelum masyarakat Papua kenal dengan tulisan. Nah, sekarang kita hanya kurang menuliskan itu semua,  jika budaya baca tulis itu di rawat maka sastra lisan di Papua akan terus kita wariskan kepada anak cucu melalui tulisan,” kata Yulianus.

Jurnalis muda yang berkarier di media online Tribun Papua ini berpendapat kehadiran komunitas baca bukan hanya sekadar wadah baca, tetapi juga menjadi tempat bertumbuh bersama, berbagi gagasan, serta memperkuat identitas anak muda Papua yang cinta pengetahuan.

Menurutnya merawat literasi sudah menjadi keharusan bagi anak-anak muda, karena tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga melatih daya kritis, membuka wawasan, dan membuka pola pikir.

“Menurut saya kehadiran komunitas literasi tentunya akan berkontribusi meningkatkan minat baca di Papua. Selain komunitas seperti torang baca, langkah ini juga sudah digerakkan oleh beberapa jurnalis Papua di batas kota dan Kabupaten Jayapura dengan ruang belajar yang berbentuk honai,” ujarnya.

Bagi Yulianus, anak muda yang terbiasa membaca akan lebih siap menghadapi tantangan, mampu menyampaikan ide dengan baik, dan berkontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan Tanah Papua.

“Dengan kata lain, merawat budaya membaca berarti membangun masa depan generasi Papua yang cerdas dan berdaya saing. Anak Papua harus mampu baca dan tulis,” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Budaya membacaBukuKomunitasKomunitas Anak MudaKomunitas Literasi Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
Bupati Jayapura

Menakar setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura

March 25, 2026

Jejak sumur bor, eksplorasi minyak di Papua

March 19, 2026

Kehangatan Peta dan kegembiraan “anak kaleng” saat hari raya di Jayapura

March 18, 2026

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026

Seniman biola Papua di ruang publik

March 11, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara