• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Berbagai pihak dukung upaya perlindungan dan pengembangan masyarakat adat Suku Klisi

May 8, 2025
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Robert Yansip, Kepala Kampung Hyansip, Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura, Papua pada Kamis (8/5/2025) -Jubi/Silpester Kasipka

Robert Yansip, Kepala Kampung Hyansip, Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura, Papua pada Kamis (8/5/2025) -Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
22
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi –  Berbagai kalangan mendukung kehadiran sejumlah organisasi dan lembaga kemasyarakatan di empat kampung pada wilayah adat Syugle Woi Yansu, Suku Klisi di Lembah Grime, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Papua.

Dukungan itu datang dari para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, pihak gereja, pemerintah kampung, aktivis dan masyarakat adat.

Salah satu aktivis perempuan muda Suku Klisi, Naomi Udam menyatakan pihaknya menyambut baik kehadiran sejumlah organisasi atau lembaga kemasyarakatan di wilayah itu. Sebab kehadiran mereka untuk membantu dan mengembangkan usaha masyarakat adat setempat.

Suku Klisi
Naomi Udam, aktivis perempuan muda suku Klisi, Lembah Grime saat diwawancarai Jubi di Kampung Yansu, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Papua pada Kamis (8/5/2025) -Jubi/Silpester Kasipka

Naomi Udam mengatakan, kehadiran organisasi-organisasi atau lembaga kemasyarakatan seperti Dewan Adat Suku atau DAS, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), Samdhana Institut dan organisasi serupa, berupaya melindungi dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat adat Suku Klisi, Lembah Grime.

Katanya, masyarakat adat sangat menyambut baik kehadiran berbagai organisasi itu, termasuk lembaga pemerintah yang ingin berkolaborasi untuk membantu masyarakat adat.

“Adanya kegiatan dari BRWA, DAS, AMAN, dan Samdhana institut itu, kami sangat bersyukur sekali karena dapat membantu dan membuka wawasan kami. Apalagi kami anak-anak mudah banyak sekali pengangguran, sehingga adanya lembaga atau organisasi yang masuk di lingkungan adat kami, membuka peluang mendapatkan pekerjaan agar tidak melibatkan diri dalam pergaulan bebas, narkoba, dan buat onar ganja dan penyimpangan,” kata Naomi Udam, Kamis (8/5/2025).

Udam mengatakan, kehadiran sejumlah lembaga atau organisasi itu dapat membantu para muda-mudi di wilayah di sana, untuk disibukkan dengan kegiatan positif, agar tidak lagi terlibat dalam pergaulan bebas di lingkungan masyarakat.

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

Menurutnya, dalam beberapa waktu ini sejumlah organisasi seperti Aliansi Masyarakat Adat, Badan Registrasi Wilayah Adat, dan Samdhana Institute telah melatih serta memberikan ruang bagi perempuan Suku Klisi, untuk bangkit dan mampu tampil percaya diri bercerita tentang hak mereka, alam dan budaya mereka.

“Khususnya kami kaum muda perempuan Suku Klisi, awalnya kami takut dan tidak berani berbicara di depan banyak orang. Namun hadirnya organisasi dapat melatih kami berbicara, sehingga akhirnya kami pun mampu berbicara menjelaskan budaya dan kekayaan alam kami kepada khalayak umum,” ujarnya.

Naomi Udam berharap, pengembangan sumber daya manusia dan perlindungan wilayah adat Suku Klisi, yang dilakukan oleh sejumlah organisasi atau lembaga, bisa berkelanjutan dan meningkatkan. Apabila ada organisasi lain yang ingin terlihat membantu, masyarakat adat akan menyambut baik.

“Kami harap [upaya pengembangan dan perlindungan di wilayah adat Suku Klisi] bukan hanya [sampai] disini saja, tetapi generasi kami, mungkin anak-anak kami bisa lebih dari pada kami,” kata Udam.

Selain itu, Udam juga berharap organisasi itu tidak jalan sendiri dalam mendampingi dan melatih masyarakat adat. Akan tetapi ada keterlibatan pemerintah daerah untuk berkolaborasi, sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat adat.

Sementara itu, Kepala Kampung Hyansip, Robert Yansip mengatakan, di wilayah adat Syuglue Woi Yansu mencakup empat kampung, yaitu Kampung Bring, Kampung Pupehabu, Kampung Hyansip dan Kampung Jagrang.

Menurutnya, pemerintah kampung mendukung kehadiran pemerintah maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti Dewan Adat Suku atau DAS, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), Samdhana Institut dan organisasi serupa yang berupaya melindungi dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat adat.

“Mereka (organisasi) yang menangani hutan ini melakukan kegiatan [peningkatan] kapasitas, supaya kami punya masyarakat yang awalnya tidak tahu, akhirnya bisa paham. Selama ini [potensi yang ada] kita kelolah secara tradisional, makanya banyak dampak negatif seperti kerusakan hutan. Akan tetapi sekarang [dengan] adanya pelatihan-pelatihan seperti ini, kami mampu membedakan mana yang bisa dikelola dan mana yang dapat dilindungi secara aturan,” kata Robert Yansip.

Katanya, pengelolaan hutan di wilayah itu mesti terbagi menjadi kawasan, yaitu hutan lindung atau konservasi dan hutan produksi. Sebab menurutnya, hutan lindung berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, seperti mengatur tata air, mencegah erosi, dan menjaga kesuburan tanah.

Sementara itu, hutan kelola atau hutan produksi diperuntukkan untuk pemanfaatan hasil hutan, seperti kayu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat adat Suku Klisi.

“Maka itu, kami berkoordinasi juga [dengan] DAS. Sekitar 15 ribu hektare itu hanya difokuskan untuk hutan lindung atau konservasi. Yang kami kelola atau hutan produksi sekitar 2 hektare lebih. [Di kawasan] itu masyarakat bisa berkebun, menghasilkan pendapatan bagi masyarakat. Hutan adat kami semuanya ada 17 ribu hektar,” ucapnya.

Yansip mengatakan, masyarakat adat Suku Klisi di empat kampung selalu bersemangat dan antusias mengikuti pelatihan yang diberikan oleh beberapa lembaga atau yayasan seperti Samdhana Institut, AMAN, dan BRWA, karena mereka sudah membentuk kelompok-kelompok seperti kelompok tani, kelompok usaha-usaha.

“Dulu kan sembarang-sembarang, tapi sekarang kan sesuai aturan. Mereka usaha seperti kopi, kakao dan  lain-lain. Pada prinsipnya yang datang untuk membantu masyarakat, saya terima. Kecuali yang merusak dan mencari keuntungan sendiri pasti kami tolak,” ujarnya. (*)

Tags: Lembah GrimeMasyarakat AdatSuku Klisi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Pemetaan Hutan Ulayat, Hutan Adat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 12, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

0
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

0
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

0
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara