Jayapura, Jubi – Sampai hari kedua dibukanya pendaftaran, Rabu (28/8/2024), Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Keerom belum kedatangan pendaftar bakal pasangan calon atau bapaslon bupati dan wakil bupati.
Ketua KPU Keerom Melianus M Gobay mengatakan sesuai jadwal pendaftaran bapaslon kepala daerah, pendaftaran hari kedua dibuka pada pukul 08.00 WP dan ditutup pukul 16.00 WP.
“Namun, bapaslon bupati dan wakil bupati yang mendaftar di Kantor KPU Keerom belum ada yang datang,” kata Gobay saat konferensi pers, pada Rabu (28/8/2024).
Menurutnya sejak pagi sampai dengan pendaftaran ditutup, hanya ada dua bapaslon yang mengirimkan surat pemberitahuan kepada KPU. Yaitu bapaslon Piter Gusbager dan H. Daud, serta Petrus Solossa dan Mustaqim.
“Kami jadwalkan besok yang mendaftar pagi hari pada pukul 90.00 adalah pasangan Petrus Solossa dan Mustaqim. Nanti di jam 15.00 sore yang mendaftar adalah Piter Gusbager dan Haji Daud, itu berdasarkan surat yang kami terima hari ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, KPU tetap berpatokan pada jumlah surat yang sudah diterima, yaitu sebanyak dua surat dari dua paslon. Jika dilihat dari komposisi partai-partai politik di Keerom, menurutnya kemungkinan besar ada tambahan satu bapaslon lagi.
“Sehingga kami harapkan, hingga malam ini sebelum jam 12, sudah ada surat masuk ke KPU supaya dijadwalkan. Karena besok hari terakhir, kami harap [segera mendaftar] agar tidak bertabrakan dengan bapaslon lainnya,” katanya.
BERITATERKAIT
Sementara itu, Ketua Divisi Pelaksana Pemilu KPU Keerom Izak Zet Matulessy mengatakan untuk mengantisipasi terjadi tabrakan jam kedatangan bapaslon ke KPU, pihaknya telah melakukan evaluasi bersama Polres Keerom. Hal ini untuk mengatur waktu kedatangan bapaslon.
“Kami evaluasi terkait dengan bagaimana mengatur dan menyiasati agar ketika ada paslon yang datang bersamaan itu, mereka tidak bertemu. Karena kalau bertemu, mereka bisa bersinggungan di jalan dan [bisa saja] ada keributan,” katanya.
Izak menambahkan, untuk menyiasati supaya massa pendukung masing-masing bapasalon tidak bertemu dan bersinggungan, Polres Keerom akan menentukan tempat-tempat tertentu yang menjadi titik transit massa, saat menuju ke Kantor KPU. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau pasangan calon tidak ada masalah, yang kami khawatirkan adalah massa yang mengantar. Itu yang perlu kita jaga. Kami berharap selain kedua bapaslon yang sudah memasukkan surat ke kami, jika masih ada paslon ketiga, bisa datang di antara jadwal dua paslon tadi,” katanya. (*)































