Pengakuan terhadap wilayah adat di Tanah Papua masih tersendat

Penulis: Aida Ulim
Editor: Aries Munandar

Jayapura, Jubi – Progres pengakuan terhadap wilayah adat masih berjalan lamban di Tanah Papua. Hanya sekitar delapan persen wilayah adat yang telah diregistrasi, diakui pemerintah.

Kepala Kantor Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Tanah Papua Zoel Hasbullah mengatakan terdapat 291 wilayah adat telah teregistrasi di Tanah Papua. Total luas wilayahnya mencapai 13,8 juta hektare, yang tersebar di 20 kabupaten dan kota di lima provinsi. Namun, pemerintah daerah baru mengakui 30 wilayah adat dengan total luas sekitar 1 juta hektare.

“Kompleksitas penyelenggaraan yang bersyarat dan berliku serta minimnya alokasi dana menjadi faktor utama lambannya proses pengakuan ini. Tanpa komitmen pemerintah, masyarakat adat terus menghadapi ketidakpastian hukum atas wilayah yang mereka kelola secara turun-temurun,” kata Zoel, saat Konferensi Pers Rilis Data Registrasi Wilayah Adat Tanah Papua, Senin (17/3/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepemilikan lahan pada wilayah adat. Selain itu, mengancam keanekaragaman hayati, dan ruang hidup masyarakat adat akibat penguasaan sepihak oleh investor.

“[Progres penetapan] hutan adat juga masih jauh dari harapan. Kementerian Kehutanan baru menetapkan sekitar 0,32 persen atau 39.912 hektare hutan adat di Tanah Papua,” ujar Zoel.

Dia menyatakan luas penetapan hutan adat tersebut belum ada peningkatan dari tahun sebelumnya padahal terdapat 12,4 juta hektare potensi hutan adat di Tanah Papua. Kesenjangan itu mencerminkan besarnya pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam mengemban amanat konstitusi tentang pengakuan dan perlindungan terhadap hak masyarakat adat.

“Pengakuan ini bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan soal keadilan, perlindungan hak, dan keberlanjutan ekosistem yang masyarakat jaga selama berabad-abad. Untuk itu, pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih sistematis untuk mempercepat pengakuan terhadap wilayah adat dan hutan adat,” kata Zoel.

BERITATERKAIT

Secara nasional, BRWA telah meregistrasi 1.499 wilayah adat dengan total luas sekitar 30,1 juta hektare di 32 provinsi di Indonesia. Namun, baru sekitar 4,85 juta wilayah adat diakui pemerintah melalui peraturan daerah setempat. Sementara itu, Kementerian Kehutanan baru menetapkan sekitar 265 ribu hektare hutan adat dari 23,2 juta hektare potensi hutan adat di Indonesia.

“Banyak sekali hak masyarakat adat, termasuk di Tanah Papua belum mendapat pengakuan dari pemerintah. Kami sadar Tanah Papua ini luas sehingga butuh dukungan semua pihak untuk memperjuangkan pengakuan wilayah adat dari pemerintah,” kata Abner Mansai dari Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Mayarakat (Foker LSM) Papua. (*)

Comments 1

  1. BAMBANG JOKO TRISULO says:

    di sini tupoksi MRP untuk draft usulan raperdasus wilayah/hutan adat, beserta surat keputusan tentang suku/ras/keret berdasarkan peng3lompokan/klasifikasi wilayah adat se-tanah Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist