• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Kisah para perempuan penjaga hutan mangrove di Jayapura

February 20, 2022
in Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73
0
SHARES
30
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Papua No. 1 News Portal | Jubi

“Selain menanam kembali mangrove, mama-mama ini juga membersihkan sampah.”

Para perempuan di Papua menginisiasi gerakan untuk mengatasi kerusakan hutan mangrove. Mereka adalah Petronela Merauje dari Kampung Enggros, Ezterlin Baransano dari Komunitas Rumah Bakau Jayapura, dan Yulika Anastasia dari Komunitas Imaji Papua.

Tiga perempuan ini berbagi cerita seputar aktivitasnya menjaga hutan mangrove pada webinar bertajuk “Mangrove di Tanah Papua: Siapa yang jaga?” yang diselenggarakan oleh Teras Mitra bersama EcoNusa, Sabtu, 19 Februari 2022.

Merauje merupakan perempuan dari Enggros yang kesehariannya menjaga hutan perempuan Tonotwiyat di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua. Bersama 15 mama dari Kampung Enggros, Meraudje berusaha mengembalikan tegakan mangrove dengan menanam kembali di sepanjang Jembatan Merah, dengan harapan perlahan-lahan bisa menggantikan hutan mangrove yang telah rusak, khususnya hutan perempuan.

Perempuan Enggros biasanya tanpa busana mencari bia atau kerang di hutan perempuan. Namun pembangunan jembatan merah dan area dayung PON XX telah mempersempit ruang gerak mereka untuk mencari nafkah. Mereka tidak bisa mencari kerang lagi tanpa busana di hutan perempuan, sebab hutan itu sudah terbuka dan orang bisa langsung melihat dari jalan raya ke dalam hutan mangrove.

“Tidak sadar bahwa adat kami sedang dikikis juga. Apalah daya kami, masyarakat hanya bisa diam dan menangis melihat keadaan yang terjadi,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Our Voices Count! Komunitas Global Selatan tuntut pertanggungjawaban IMF-WB

Perempuan PNG mendorong perubahan

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Perempuan 41 tahun tersebut khawatir bahwa semakin gencarnya pembangunan justru mengorbankan kawasan hutan mangrove. Ini juga membuat kampung mereka tenggelam karena terkikis abrasi pantai.

Bersama mama-mama di Kampung Enggros, Meraudje mencari mencari dan menanam bibit mangrove. Kegiatan ini hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memang betul-betul terpanggil atau memiliki rasa memiliki untuk menjaga hutan mangrove.

Penanaman mangrove pun hanya dapat dilakukan di sepanjang jalan Jembatan Merah. Mereka sudah tidak bisa menanam dari belakang kampung, sebab banyak sampah yang tertampung di hutan mangrove.

“Bibit mangrove kalau kami tanam kembali dari sebelah belakang kampung itu susah karena di dalam situ sudah banyak sampah. Sampah masuk ke dalam akar-akar hutan bakau dan susah untuk keluar. Kami harus menanamnya di depan yang sudah di tebang pemerintah untuk pembangunan jembatan,” katanya.

Selain menanam kembali mangrove, mama-mama ini juga membersihkan sampah.

Mama Merauje bercerita ketika memancing mereka malah mendapatkan sampah yang tersangkut di kail. Sampah dari Pasar Youtefa bermuara di Teluk Youtefa. Semua sampah itu tertampung di hutan mangrove.

Kini mereka membutuhkan bantuan perahu besar, seperti speedboat untuk mengangkut sampah, sebab sampan terlalu kecil untuk mengangkut banyak sampah di hutan mangrove.

 Baca juga: Mangrove di Teluk Youtefa berkurang, hutan perempuan adat Enggros hilang

Ezterlin Baransano bersama Komunitas Rumah Bakau Jayapura melibatkan berbagai komunitas di Jayapura untuk menyelamatkan hutan mangrove di Kota Jayapura, khususnya Teluk Youtefa. Komunitas Rumah Bakau Jayapura merupakan wadah berhimpun berbagai komunitas peduli lingkungan.

“Ada komunitas motor, komunitas drone, bahkan ada juga komunitas pencinta hewan. Di sini kita berkumpul bersama melakukan kolaborasi bersama melakukan iven-iven tentang lingkungan,” katanya.

Bersama berbagai komunitas di Kota Jayapura Baransano rutin melakukan kegiatan untuk menjaga lingkungan, seperti menanam mangrove, mengangkat sampah di hutan mangrove, akhir tahun tanpa racun, merawat yang tersisa, gelar kandang dan aksi muda jaga iklim.

“Kami lakukan street campaign, kami memegang papan bertuliskan pesan-pesan menjaga iklim,” ujarnya.

Baransano berpesan pemerintah tidak mengabaikan hutan mangrove, sebab hutan mangrove berfungsi menjaga abrasi pantai.  Hutan mangrove juga menyimpan banyak sekali kekayaan, yang dapat dimanfaatkan masyarakat adat sekitar Teluk Youtefa.

Teluk Youtefa papua
Jembatan Youtefa, hutan mangrove, dan perkampungan di atas Teluk Youtefa -Jubi/ Timo Marten.

Lain halnya dengan Yulika Anastasia. Dia melakukan pendekatan untuk menjaga hutan mangrove melalui film dokumenter.

Yulika bersama delapan anggotanya dari Komunitas Imaji Papua berusaha menyadarkan masyarakat tentang isu lingkungan, khususnya hutan mangrove dengan membuat film dokumenter.

Salah satu film dokumenter yang dibuat Anastasia bersama komunitasnya tentang hutan perempuan di Teluk Youtefa adalah Tonotwiyat. Film yang digarapnya berawal dari sebuah keresahan tentang keberadan hutan mangrove yang semakin terkikis.

“Hutan mangrove yang ada di sepanjang Teluk Youtefa itu adalah benteng terakhir di Kota Jayapura untuk menahan abrasi pantai,” ujarnya.

Yulika mulai meriset dan mendalami hutan perempuan pada 2018. Dalam proses itu mereka melihat adanya hubungan hutan mangrove dengan masyarakat adat setempat. Penghormatan terhadap tradisi yang dijaga secara turun-temurun itu mulai terkikis dengan kepentingan pembangunan.

Melalui film dokumenter Komunitas Imaji Papua ingin mengangkat sebuah wacana bahwa isu lingkungan itu tidak berdiri sendiri sebagai sebuah isu lingkungan, tetapi ada isu lain yang sangat melekat erat bahwa di sana ada adat istiadat yang harus dijaga.

“Film hutan Papua yang kami kerjakan bersuara tentang itu. Kita semua harus punya kepedulian terhadap hutan mangrove sehingga dalam sebuah pembangunan harus ada hal lain yang lain bisa dipertimbangkan. Bahwa hutan perempuan itu sudah ada di tahap kritis dan membutuhkan solusi dan sebuah langkah konkrit bersama,” katanya. (*)

Editor: Timoteus Marten

Tags: hutan mangroveKota JayapuraPapuaperempuanTeluk Youtefa
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Ilustrasi Our Voices Count! - ourvoicescount.org

Our Voices Count! Komunitas Global Selatan tuntut pertanggungjawaban IMF-WB

October 21, 2026

Perempuan PNG mendorong perubahan

October 21, 2026

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara