• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Usaha ikan asap atau ikan asar turun-temurun Mama Lenci Fonataba

September 17, 2023
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
ikan asap

Lenci Fonataba (tengah) bersama ibunya, Helena Imbiri (kiri), dan anak perempuan tertuanya Martha Waichan (kanan) di depan dapur ikan asap atau ikan asar di halaman rumahnya, Jumat (15/9/2023). -Jubi/CR-11

0
SHARES
117
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Lenci Fonataba (42 tahun) satu dari beberapa perempuan asli Papua yang menggeluti usaha ikan asap atau yang lebih dikenal di Papua dengan sebutan ikan asar. Usaha yang ditekuninya itu sudah berjalan turun-temurun tiga generasi. Tempat usahanya terletak di Hamadi, Jl. Perikanan Distrik Jayapura Selatan, Provinsi Papua.

Lenci Fonataba berasal dari Serui, Papua. Ia melanjutkan usaha ikan asar ibunya, Helena Imbiri yang melanjutkan pada 1980-an dari ibunya (nenek dari Mama Lenci) yang sudah membuka usaha pada 1970-an. Usaha ikan asar atau ikan asap Mama Lenci selalu dijalankan keluarga sendiri dan dilakukan di pekarangan rumah di lokasi sekitar 6 x 4 meter.

Dudukan tungku dibuat dengan bangunan semen setinggi paha. Di atasnya terdapat tungku dari besi berbentuk persegi panjang dengan ukuran 2 x 1 meter dan tinggi 35 cm. Di atas tungku besi itu disusun berjajar ikan yang akan diasap yang muat ikan 100 ekor. Sedangkan di bawahnya tempat kayu bakar. Bangunan itu dilindungi atap seng sehingga terlindung dari panas matahari dan hujan.

Untuk kayu bakar, kalau tidak ada kayu bekas bangunan, Mama Lenci membeli kayu besi di somel. Harga kayunya berbeda, untuk kayu bekas bangunan Rp700 ribu jumlahnya satu bak mobil pickup diisi penuh dan kayu somel dibeli sebanyak satu ret seharga Rp1 juta.

Kayu bekas bangunan tidak semuanya dari kayu besi. Jika kayu biasa dari bekas proyek bangunan hanya cukup untuk satu minggu pemakaian. Untuk kayu besi dari somel digunakan selama satu bulan, karena baranya bisa bertahan lama dalam proses pengasapan dan tidak membutuhkan banyak kayu bakar. Ia juga perlu minyak tanah untuk menghidupkan api yang menghabiskan 5 liter per minggu.

Proses pengerjaan ikan asap dimulai dari membeli ikan ke pasar. Sampai di rumah ikan dibersihkan dan pengasapan butuh waktu 3 jam. Ikan yang digunakan adalah ikan cakalang dan ekor kuning. Mama Lenci biasanya dalam sehari membeli 90 ekor ikan. Ikan ukuran besar yang panjangnya sekitar 50 cm sebanyak 30 ekor dan ukuran sedang yang panjangnya sekitar 30 cm sebanyak 60 ekor.

BERITATERKAIT

Pemkab Merauke salurkan dana Otsus untuk UMKM OAP

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

Pemkot Jayapura dorong produk lokal UMKM OAP masuk ritel modern

Disperindagkop Kota Jayapura Pacu Kemandirian UMKM OAP

“Setiap pagi jam 6 kita beli ikan di Pasar Hamadi dan ada tukang gerobak yang antar ke rumah, ongkos yang dibayar tergantung dari banyaknya ikan, kalau jumlahnya banyak ongkosnya Rp40 ribu kalau sedikit Rp30 ribu,” kata Lenci Fonataba kepada Jubi, Jumat (15/9/2023).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Harga ikan mentah di pasar tergantung cuaca. Jika cuaca bagus harga ikan murah. Harga ikan cakalang dan ekor kuning juga berbeda. Lebih mahal ikan ekor kuning. Seekor ikan cakalang biasanya dibeli Rp40 kalau harga ikan lagi murah dan Rp50  ribu kalau harga ikan mahal. Untuk ikan ekor kuning Rp70 ribu per ekor jika lagi murah dan Rp100 ribu jika sedang mahal. Jadi sehari sekali beli ikan modalnya bisa Rp2 juta hingga Rp2,5 juta untuk ikan cakalang dan Rp3,5 juta hingga Rp5 juta untuk ikan ekor kuning.

“Setelah ikan diantar ke rumah, kita sendiri yang bersihkan ikan, isi perut dan insang dikasih keluar, setelah itu cuci ikan pakai air laut,” katanya.

Air laut yang dipakai untuk membersihkan ikan diambil dari air laut yang bersih. Setelah itu ikan dibilas lagi dengan air tawar, lalu ditusuk dengan tusukan dari bambu. Tusukan bambu itu ia beli per ikat Rp30 ribu yang berisi 30 batang. Ukuran bambu itu sudah disesuaikan dengan ukuran panjang ikan asap.

Proses pengasapan membutuhkan waktu 2 jam. Nyala api dan bara dijaga setiap waktu. Ikan juga dijaga sampai air dari ikan sudah tidak menetes dan daging ikan berubah warna dari putih ke merah. Setelah itu ikan dibalik ke sisi sebelahnya.

“Harus jaga api yang menyala di tungku, jangan sampai terlalu besar dan jaga perhatikan ikan juga, jangan sampai hangus,” katanya.

Setelah selesai ikan asap atau ikan asar kemudian dijual ke Pasar Youtefa. Jika sehari itu ada yang tidak terjual akan dibawa pulang dan dipanaskan lagi agar besoknya bisa dijual lagi ke pasar. “Kalau besoknya tidak terjual, kita tidak jual lagi,” ujarnya.

Harga eceran ikan asap atau ikan asar tergantung harga ikan mentah di pasar. Kalau ikan lagi mahal biasanya ikan asar ukuran besar dijual Rp100 ribu per ekor. Sedangkan ukuran sedang dijual Rp50 ribu per ekor. Kalau lagi murah harga ikan ukuran besar hanya Rp70 ribu dan ukuran sedang Rp40 ribu.

“Untuk modal usaha kalau dihitung keseluruhan Rp7 juta [per hari] kalau harga ikan mahal, kalau murah modalnya Rp5 juta, itu sudah dihitung mulai dari beli ikan di Pasar Hamadi, beli minyak tanah, kayu bakar, dan ongkos bensin pas jualan, dan juga keperluan makan di rumah,” katanya.

Mama Lenci berharap usaha ikan asarnya nanti dilanjutkan anak perempuan tertuanya, Martha Waichan. “Mama sekarang mulai kasih tanggung jawab ke Mama punya anak perempuan paling tua, kalau Mama ada kesibukan yang lain,” katanya. (*)

Tags: cara mengolah ikan asapikan asapikan asarUMKM OAPusaha ikan asap
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pemkab Merauke

Pemkab Merauke salurkan dana Otsus untuk UMKM OAP

August 15, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026

Pemkot Jayapura dorong produk lokal UMKM OAP masuk ritel modern

February 19, 2026

Disperindagkop Kota Jayapura Pacu Kemandirian UMKM OAP

February 19, 2026

37 tahun berjualan ikan asar, sekolahkan enam anak hingga lulus

November 7, 2025

Kisah Mama Selvia penjual ikan asar dari kelangkaan kayu bakar beralih ke gas elpiji

October 7, 2025
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition
7 October 2026
Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition

Jayapura, Jubi –  A team from SMA Negeri 1 Jayapura in Papua has reached the final of the Bedah APBD [...]

Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days
6 October 2026
Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days

Merauke, Jubi – Young swimmer Nathania Zefanya Wohel from Merauke, South Papua province, won 15 gold and three silver medals [...]

Search underway for to people missing in Ulilin forest
6 October 2026
Search underway for to people missing in Ulilin forest

Merauke, Jubi –  A joint search and rescue team is searching for two people who were reported missing in a [...]

Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes
5 October 2026
Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes

Teminabuan, Jubi — Residents of Kais village in Kais District, South Sorong Regency, Southwest Papua, are urging the local government [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pembangunan Papua

Gubernur Papua: Pembangunan harus melindungi hak masyarakat adat dan alam

October 7, 2026
Penyelundupan telur burung

Balai Karantina gagalkan penyelundupan telur burung paruh bengkok dari Merauke

October 7, 2026
Demam babi Afrika

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

October 7, 2026
Kapal RS TNI AL

Kapal RS TNI AL Indonesia merawat pasien dan mengoperasi warga Vanuatu

October 7, 2026
Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

October 7, 2026
Gereja

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 7, 2026
Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

October 7, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Lomba bedah APBD

Tim SMA Negeri 1 Jayapura lolos final lomba bedah APBD

October 6, 2026
Mahasiswa Yahukimo

Mahasiswa Yahukimo di Manokwari telah kembali ke kontrakan

October 7, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pembangunan Papua

Gubernur Papua: Pembangunan harus melindungi hak masyarakat adat dan alam

0
Penyelundupan telur burung

Balai Karantina gagalkan penyelundupan telur burung paruh bengkok dari Merauke

0
Demam babi Afrika

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

0
Kapal RS TNI AL

Kapal RS TNI AL Indonesia merawat pasien dan mengoperasi warga Vanuatu

0
Hak investor

Hak investor membatasi aksi iklim yang diserukan negara-negara Pasifik

0
Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

0
Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara