Teminabuan, Jubi – Masyarakat Kampung Kwowok, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya menolak kontraktor lokal yang memenangkan tender proyek pembangunan ruas jalan Sira-Kwowok. Aspirasi ini disampaikan secara resmi dan tertulis kepada Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sorong Selatan, Kepala Distrik Saifi, serta anggota DPRD Kabupaten Sorong Selatan dari Dapil Sawit Raya di Kampung Sira, Kamis 10/7/2025).
Dalam pertemuan masyarakat menyampaikan ketidakpercayaan mereka terhadap kontraktor lokal yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan secara profesional dan bertanggung jawab.
““Kami tahu siapa yang mampu kerja jalan ke Kwowok dan siapa yang tidak. Jangan paksakan kami terima yang tidak bertanggung jawab,” kata tokoh adat Kampung Kwowok, Yance Kemesfle.
Jalan yang telah rusak lebih dari 20 tahun itu menyebabkan masyarakat di Kwowok menderita. Ia menambahkan, masyarakat sudah cukup bersabar selama bertahun-tahun, dan ingin jalan itu dibenahi secara serius.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Kami tidak bisa menerima janji-janji kosong. Kita bicarakan jalan yang rusak ini. Dari zaman Bapak Bupati Otto Ihalauw dua periode, lalu Bapak Samsudin Anggiluli dua periode, sampai sekarang Ibu Bupati Petronela Krenak,” katanya.
Masyarakat mengaku jera dengan perbaikan jalan tersebut beberapa waktu lalu, “Jalan ini pernah dikerjakan kontraktor lokal dengan dana Rp2 miliar, tapi hasilnya cuma 5 meter. Ini bukan cerita, ini kenyataan,” katanya.
Dalam pernyataan tertulis dengan nomor 140/005/KMP-KWK/S/X/VII/2025 yang ditandatangani oleh tokoh adat, tokoh gereja, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan Pemerintah Kampung Kwowok, Masyarakat menyatakan Penolakan tegas terhadap kontraktor lokal, baik dari Distrik Saifi maupun dari luar distrik, kedua permintaan agar kontraktor yang bekerja harus profesional, memiliki alat dan modal kerja yang memadai, serta ditunjuk langsung oleh Bupati Sorong Selatan. Dan Ketiga, mengancam akan melakukan pemalangan jalan bila proyek tetap dipaksakan dikerjakan oleh kontraktor lokal.
Penyerahan aspirasi ini menjadi momen penting dalam perlawanan masyarakat terhadap praktik pembangunan yang tidak transparan dan tidak profesional. Kampung Kwowok memilih bersuara lantang demi hak mereka atas infrastruktur yang layak.
Anggota DPRD Kabupaten Sorong Selatan dari Fraksi Golkar, menyatakan siap mengawal aspirasi masyarakat.
“Jangan kasih kerja ke orang yang tidak punya pengalaman. Kalau ada yang main politik, saya buang. Kalau masyarakat tidak dukung, saya setop proyek. Tapi kalau kontraktor serius, masyarakat siap kawal, kami dukung,” katanya.
Ia mengakui sangat memahami keinginan masyarakat yang ingin pembangunan yang benar-benar membawa perubahan, bukan proyek asal-asalan yang berujung kekecewaan.
Plt. Kepala Dinas PU Kabupaten Sorong Selatan, Ir. Yonatan Salamuk, menjelaskan bahwa mekanisme pemenang proyek tidak melalui penunjukan, tetapi kontraktor pememang melalui proses tender. “Yang menang tender itulah yang akan kerja. Tapi kalau ada gangguan seperti palang jalan, pekerjaan bisa batal. Aspirasi masyarakat penting, tapi jangan sampai segelintir orang hambat pembangunan untuk banyak orang,” katanya yang menghadir pertemuan secara langsung.
Salamuk mengingatkan masyarakat agar mendukung pembangunan, bukan memprovokasi. Jalan yang diperbaiki seharusnya mendapat dukungan dari masyarakat kampung. “Semua tender diawasi ketat sekarang, tidak bisa asal tunjuk. Sebab itu ia meminta masyarakatuntuk tidak membuat keributan, pemalangan dan menjaga Bersama.
“Kalau ada palang, kita tidak lanjut. Kita kasih [proyek Pembangunan jalan] ke tempat lain. Jalan ini atas usul masyarakat juga. Jadi mari kita sama-sama sukseskan, jangan malah diganggu,” katanya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
























Discussion about this post