Sorong, Jubi – Dewan Adat Papua Wilayah Domberai menyerukan Majelis Rakyat Papua atau MRP Papua Barat Daya selektif dalam memverifikasi keabsahan Orang Asli Papua terhadap calon gubernur dan wakil gubernur. Seruan itu mereka sampaikan dalam sebuah aksi bersama dengan koalisi masyarakat sipil ke MRP PBD, Jumat (6/9/2024). Koalisi terdiri atas Orang Asli Papua atau OAP dan Non-OAP.
Yehzekel Klasuat, koordinator aksi menekankan MRP PBD wajib memastikan setiap calon yang dinyatakan lolos verifikasi memenuhi syarat sebagai OAP. Acuannya ialah Undang Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua Nomor 2 Tahun 2021.
“Verifikasi harus ketat untuk memastikan keaslian OAP sebagai syarat utama bagi calon gubernur dan wakil gubernur. MRP PBD harus berpihak kepada [pemenuhan hak politik] OAP, sesuai amanat Undang Undang Otsus Papua,” kata Klasuat.
MRP PBD akan memverifikasi keabsahan OAP terhadap setiap bakal calon gubernur dan wakil gubernur setempat. Mereka membahas persiapannya di Hotel Sahid Mariad di Sorong pada hari ini.
“Kami percaya MRP PBD bertindak sesuai aturan dan memprioritaskan kepentingan OAP. Kami akan terus mengawal proses ini dan memastikan bahwa suara kami didengar [MRP PBD],” kata Marsel Nauw, anggota koalisi.
Koalisi Dewan Adat Papua (DAP) Domberai menggelar aksi dengan menginap di depan Hotel Sahid Mariat hingga pagi tadi. Aksi mereka berlanjut dengan menemui dan menyerahkan tuntutan kepada MRP PBD pada sore harinya.
Dalam tuntutan mereka, koalisi juga menolak calon gubernur, dan wakil gubernur yang bukan OAP. Koalisi pun menuntut pembubaran MRP PBD jika lembaga kultural tersebut tidak berpihak kepada kepentingan OAP.
“Aksi ini murni didasari kepedulian terhadap hak-hak kesulungan OAP. Tidak ada kepentingan politik dari pihak mana pun [di balik aksi], “ ujar Fery Onim, anggota koalisi.
Menanggapi tuntutan koalisi, Ketua MRP PBD Alfon Kambu menjamin verifikasi terhadap calon gubernur dan wakil gubernur akan berjalan sesuai aturan. Namun, dia meminta masyarakat mengawal bersama proses tersebut. (*)























Discussion about this post