Merauke, Jubi – Dermaga di Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, ambruk saat aktivitas bongkar muat peti kemas berlangsung, Sabtu (14/2/2026) siang. Insiden tersebut menyebabkan aktivitas di pelabuhan utama Asmat itu terhenti sementara.
Berdasarkan informasi yang diterima Jubi di Merauke, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian dermaga yang runtuh diperkirakan sepanjang 10 hingga 12 meter, sehingga tidak dapat digunakan untuk aktivitas sandar dan bongkar muat, bahkan
Dari pantauan visual di lokasi, terlihat bagian ujung dermaga patah dan menggantung ke arah perairan. Struktur beton tampak retak dan sebagian tiang penyangga mengalami kerusakan. Sebuah kapal kargo bermuatan peti kemas masih berada di sisi dermaga saat insiden terjadi, sementara aktivitas bongkar muat langsung dihentikan.
Pelabuhan Agats merupakan pelabuhan umum yang melayani angkutan penumpang dan barang. Pelabuhan ini menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik dan mobilitas warga di Kabupaten Asmat, mengingat wilayah tersebut tidak memiliki akses jalan darat yang menghubungkan dengan kabupaten lain.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan, Arie Suprapto, yang berada di Agats saat kejadian, meminta Kantor Syahbandar Agats segera melaporkan peristiwa tersebut secara berjenjang hingga ke kementerian terkait agar rehabilitasi bisa segera dilakukan.
“Saya kebetulan berada di Agats dan melihat langsung kondisi dermaga yang ambruk ini. Kita berharap Syahbandar segera melaporkan hal ini, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan segera mengambil langkah untuk memperbaiki sekaligus menyelidiki insiden ini,” kata Arie melalui sambungan telepon.
Menurut Arie, dampak dari kerusakan tersebut sangat besar bagi perekonomian masyarakat Asmat. Pelabuhan Agats merupakan pintu masuk utama distribusi barang kebutuhan pokok, material bangunan, serta jalur transportasi penumpang. Dengan adanya peristiwa tersebut, bisa dipastikan aktivitas perekonomian di Asmat akan lumpuh.
“Pintu masuk ke Kabupaten Asmat hanya ada dua, yakni melalui transportasi udara dan pelabuhan. Tidak ada jalan darat yang menghubungkan Asmat dengan daerah lain. Kalau pelabuhan terganggu, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terdampak,” ujarnya.
Politisi PDIP asal Asmat itu menyoroti aktivitas bongkar muat peti kemas di Asmat yang kerap dilakukan di pelabuhan umum. Seharusnya, kata dia, bongkar muat peti kemas dilakukan di area khusus yang disediakan Kantor Syahbandar, yakni di samping pelabuhan umum tersebut.
“Kalau tidak salah ada space atau ruang yang telah disiapkan Syahbandar untuk aktivitas bongkar muat. Tidak bisa aktivitas bongkar muat peti kemas dilakukan di areal sandar kapal penumpang, ini tentu rawan untuk keselamatan masyarakat maupun pelabuhan itu sendiri,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Jubi masih berupaya mengonfirmasi pihak Kantor Syahbandar dan otoritas pelabuhan Agats terkait penyebab ambruknya dermaga serta langkah penanganan yang akan dilakukan. Hanya saja upaya konfirmasi ini belum diresponi. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post