Mappi – Warga Kampung Yagatsu, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Papua Selatan menyampaikan berbagai keluhan mereka kepada Wakil Gubernur atau Wagub Papua Selatan, Paskalis Imadawa.
Berbagai persoalan yang dihadapi warga itu disampiakan saat Paskalis Imadawa menggelar pertemuan sekaligus ramah tamah bersama warga Kampung Yagatsu, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Senin (9/3/2026).
Pertemuan dan ramah tamah sebagai ajang bagi Paskalis Imadawa untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, warga Kampung Yagatsu menyampaikan berbagai masalah mendasar yang mereka hadapi selama ini, mulai dari aliran listrik, pendidikan hingga transportasi.
Dalam pertemuan itu, Kepala Distrik Haju, Tarsis Regoi menjelaskan bagaimana kondisi di distrik itu dan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah yang terdiri dari 19 kampung yang dihuni tiga suku besar itu.
Menurut Tarsis Regio, sejumlah fasilitas dasar memang telah tersedia, seperti UPTD Puskesmas dan sekolah menengah pertama (SMP). Namun, dukungan pembangunan dari pemerintah daerah dinilai belum maksimal.
“Haju merupakan distrik lama yang kemudian melahirkan Distrik Asue. Ke depan juga direncanakan akan dimekarkan lagi menjadi tiga distrik baru,” kata Tarsis Regoi dalam siaran pers tertulis, Selasa (10/3/2026).
Kepala Distrik Haju juga menyampaikan harapan masyarakat asli di sana, agar dana Otonomi Khusus atau Otsus Papua dapat dirasakan langsung oleh mereka, mengingat distrik ini didominasi oleh Orang Asli Papua (OAP).
Selain itu, kondisi infrastruktur juga dianggap perlu menjadi perhatian. Kantor distrik yang kini digunakan merupakan bangunan lama sejak wilayah itu masih berada di bawah administrasi Kabupaten Merauke.
Begitu pula dengan akses jalan yang ada, sudah lama dibangun dan belum pernah mendapat perbaikan. “Yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah kebutuhan penerangan. Banyak kampung yang belum menikmati aliran listrik secara merata,” ujarnya.
Keluhan juga disampaikan Pastor Paroki Haju, Pst. Jeck Java Pro. Menurutnya, masyarakat di distrik tersebut bertahun-tahun belum menikmati aliran listrik secara memadai.
Ia juga menyoroti kondisi pendidikan yang memprihatinkan, termasuk masih adanya anak-anak yang belum bisa membaca. Selain itu, gereja yang telah dibangun dua tahun lalu belum dapat digunakan karena belum memiliki kursi dan bangku.
“Banyak juga masyarakat yang tidak bisa hadir karena masih berada di dalam hutan mencari kayu gaharu untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucap Pst. Jeck Java Pro.
Sementara itu salah satu warga, Adrianus Mani mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penyediaan transportasi udara menggunakan pesawat jenis Cessna untuk membantu mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
Menanggapi berbagai keluhan itu, Wagub Paskalis Imadawa menjelaskan kunjungannya ke Distrik Haju merupakan bagian dari agenda resmi pemerintah provinsi dalam rangka Safari Ramadan.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, namun menjadi sarana pemerintah untuk bertemu langsung dengan masyarakat serta menyerap aspirasi di daerah.
“Safari Ramadan ini adalah agenda pemerintah provinsi. Kami datang untuk mendengar langsung kondisi masyarakat,” kata Paskalis Imadawa.
Paskalis Imadawa mengatakan program “Kampung Terang” yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Boven Digoel bakal diterapkan di Kabupaten Mappi pada tahun ini.
Menurutnya, tahun ini Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan memberi perhatian lebih kepada Kabupaten Mappi, meski pembangunan masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir terjadi efisiensi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Selatan.
Dari total anggaran sekitar Rp900 miliar, yang dapat digunakan hanya sekira Rp700 miliar. Sebagian besar dialokasikan untuk pembayaran gaji serta insentif pegawai.
Dana yang tersisa sekitar Rp200 miliar harus dibagi ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan program pembangunan. Selain itu, dana hibah sekitar Rp16 miliar juga sudah dialokasikan. (*)




Discussion about this post