• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Dapat dana Rp26,8 miliar: Papua Selatan diminta libatkan masyarakat adat

August 20, 2026
in Animha
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Arjuna Pademme
Masyarakat adat Papua Selatan

WWF Papua bersama Pemprov Papua Selatan menggelar Kick Off dan Sosialisasi Implementasi RBP REDD+ GCF Provinsi Papua Selatan di Merauke. - Jubi/Emanuel Riberu

0
SHARES
542
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Merauke, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan diminta melibatan masyarakat adat dalam pemanfaatan dana Rp26,8 miliar, dari Green Climate Fund (GCF) melalui skema Result-Based Payment (RBP) REDD+. GCF merupakan lembaga pendanaan global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemanfaatan dana itu untuk memastikan keterlibatan masyarakat adat secara bermakna, terutama dalam perlindungan hak dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu mengatakan, keberhasilan program RBP REDD+ tidak hanya ditentukan oleh tercapainya target kegiatan, tetapi juga sejauh mana masyarakat adat dilibatkan dalam pelaksanaannya.

“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat adat dapat terlibat secara bermakna, terutama untuk perlindungan hak mereka,” kata Ferdinandus Kainakaimu dalam kegiatan kick-off program RBP REDD+ di Merauke, Papua Selatan, Kamis (20/8/2026).

Menurut Kainakaimu, kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan WWF Indonesia telah terbangun sejak tahap perencanaan hingga implementasi program.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat pelaksanaan program lingkungan hidup dan kehutanan pada tahun-tahun mendatang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada WWF Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup, serta organisasi perangkat daerah yang telah terlibat dalam proses tersebut.

BERITATERKAIT

Pemprov Papua Barat dinilai belum maksimal tangani karhutla

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

APBD Perubahan Papua Selatan harus perkuat SDM, pangan, dan ekonomi

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

Ferdinandus menambahkan bahwa persiapan program telah dilakukan oleh Pemprov Papua Selatan dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan bersama WWF selama lebih dari satu tahun.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kita patut mengapresiasi DLH Papua Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup, BPDLH, Kementerian Keuangan, WWF Indonesia dan seluruh pihak yang telah mendukung proses tersebut hingga memasuki tahap implementasi,” ujarnya.

Ferdinandus mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dan komitmen dalam pelaksanaan program agar Papua Selatan menjadi wilayah yang lestari dan tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan, Joko Tri Haryanto, mengatakan alokasi Rp26,8 miliar tersebut merupakan bagian dari pendanaan Green Climate Fund kepada Indonesia berdasarkan hasil kinerja penurunan emisi periode 2014–2016.

Indonesia memperoleh pendanaan GCF sebesar 103,8 juta dolar AS atas penurunan emisi sebesar 20,25 juta ton CO2 pada periode tersebut, termasuk pembayaran atas manfaat non-karbon.

Menurut Joko, dana Rp26,8 miliar yang dialokasikan untuk Papua Selatan akan digunakan untuk sejumlah kegiatan, antara lain mendukung kebijakan FOLU Net Sink 2030, rehabilitasi 100 hektare lahan.

Pencegahan kebakaran hutan berbasis masyarakat, pemberdayaan ekonomi melalui akses perhutanan sosial, pembaruan rumah produksi, serta perlindungan hak masyarakat melalui pemetaan wilayah berbasis masyarakat.

Joko mengatakan alokasi tersebut harus dipandang sebagai modal awal untuk membangun fondasi pengelolaan lingkungan dan kehutanan sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan di Papua Selatan.

“Kalau kita tidak punya pemetaan terkait wilayah yang berbasis masyarakat, kita tidak mungkin menarik masuknya investasi,” ucapnya.

Ia mengatakan penyaluran dana RBP REDD+ di Papua Selatan dilakukan melalui skema tidak langsung dengan WWF Indonesia sebagai lembaga perantara.

Joko menegaskan pelaksanaan program wajib memperhatikan prinsip safeguard, termasuk mekanisme pengaduan, pengarusutamaan gender, transparansi, monitoring, tata kelola, mitigasi risiko, serta kepatuhan terhadap aspek lingkungan dan sosial.

Sementara Direktur Hutan dan Alam Liar WWF Indonesia, Muhammad Ali Imron, mengatakan proyek senilai Rp26,8 miliar tersebut akan dilaksanakan selama tiga tahun atau sekitar 36 bulan.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kebijakan dan kelembagaan, mendorong aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mempercepat rehabilitasi dan restorasi ekosistem, serta memperkuat perlindungan hutan dan hak masyarakat adat.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari ketuntasannya kegiatan, tapi dari perubahan nyata yang dihasilkan,” kata Ali.

Ia mengatakan perubahan tersebut diharapkan terlihat dari semakin terjaganya ekosistem, meningkatnya kapasitas pemerintah dan masyarakat, semakin kuatnya perlindungan hak masyarakat adat, serta terbukanya pilihan mata pencaharian yang berkelanjutan. (*)

Tags: DanalibatkanMasyarakat AdatPapua Selatanpemprov
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Karhutla

Pemprov Papua Barat dinilai belum maksimal tangani karhutla

September 30, 2026
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

APBD Perubahan Papua Selatan harus perkuat SDM, pangan, dan ekonomi

September 26, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026

Kekeringan ancam Papua Selatan: Padi berisiko gagal panen

September 18, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes
5 October 2026
Kais residents urge government to build retaining wall as riverbank erodes

Teminabuan, Jubi — Residents of Kais village in Kais District, South Sorong Regency, Southwest Papua, are urging the local government [...]

Smoke haze in Sorong suspected to be from fires elsewhere
5 October 2026
Smoke haze in Sorong suspected to be from fires elsewhere

Sorong, Jubi – Smoke haze that has blanketed Sorong City, Southwest Papua, in recent days is suspected to have come [...]

Three University of Science and Technology Jayapura students named suspects
3 October 2026
Three University of Science and Technology Jayapura students named  suspects

Jayapura, Jubi – Three of four students from the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) arrested by Jayapura City [...]

Rome Agreement described as a deal made by ‘greedy’ people
3 October 2026
Rome Agreement described as a deal made by ‘greedy’ people

Jayapura, Jubi – The Jayawijaya chapter of the Indonesian National Youth Committee (KNPI), Cipayung youth and community organisations (OKP), and [...]

Jayapura police officers accused of assaulting university student
2 October 2026
Jayapura police officers accused of assaulting university student

Jayapura, Jubi – Dozens of Cenderawasih University (Uncen) students had their identities checked by police, while several students’ mobile phones [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Perenang Merauke

Perenang muda Merauke sabet 15 medali emas selama sembilan hari

October 5, 2026
Warga Merauke hilang

Tim SAR cari dua warga yang hilang di Hutan Ulilin

October 5, 2026
ASN memahami digitalisasi

Denci Nawipa: Setiap ASN Papua Tengah mesti memahami digitalisasi

October 5, 2026
PM Solomon

PM Kepulauan Solomon berkomunikasi dengan Pemimpin Pasifik dan Global Jelang COP31

October 5, 2026
75 tahun MAF

75 Tahun MAF: Bantuan, harapan, dan penyembuhan di PNG

October 5, 2026
Aksi iklim

PM Fiji mendesak aksi iklim saat pertemuan Pra-COP31

October 5, 2026
Kota Jayapura

Kota Jayapura: Base G, Doc US Navy, Polimac Road sampai APO

October 5, 2026
Penangkapan ikan tradisional di Fiji

Daerah penangkapan ikan tradisional di Fiji berpotensi hilang akibat suhu global

October 4, 2026
Kota Jayapura

Kota Jayapura: Base G, Doc US Navy, Polimac Road sampai APO

October 5, 2026
Pendaftaran Calon Ketua Umum PSSI Papua Barat

Pendaftaran bakal calon ketua umum PSSI Papua Barat dimulai besok

October 4, 2026
Mahasiswa Yahukimo

Terusir dari kontrakan: Mahasiswa Yahukimo di Manokwari tidur di halaman gereja

October 4, 2026
Kabut asap Sorong

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

October 4, 2026
Tepi sungai terkikis abrasi

Tepi sungai terkikis abrasi, warga Kais desak pemerintah bangun talud

October 4, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Perenang Merauke

Perenang muda Merauke sabet 15 medali emas selama sembilan hari

0
Warga Merauke hilang

Tim SAR cari dua warga yang hilang di Hutan Ulilin

0
ASN memahami digitalisasi

Denci Nawipa: Setiap ASN Papua Tengah mesti memahami digitalisasi

0
PM Solomon

PM Kepulauan Solomon berkomunikasi dengan Pemimpin Pasifik dan Global Jelang COP31

0
75 tahun MAF

75 Tahun MAF: Bantuan, harapan, dan penyembuhan di PNG

0
Aksi iklim

PM Fiji mendesak aksi iklim saat pertemuan Pra-COP31

0
Kota Jayapura

Kota Jayapura: Base G, Doc US Navy, Polimac Road sampai APO

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara