Bermain adalah cara belajar efektif untuk anak usia dini

Penulis: Fitri Ramadhani
Editor: Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Konsultan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif atau PAUDHI UNICEF Indonesia Kantor Papua, Rika Setiawati mengatakan bahwa cara yang paling efektif untuk anak usia dini adalah bermain.

Ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Diseminasi Hasil Akhir Program Peningkatan Pembelajaran Dasar yang Sensitif Gender dan Inklusif di PAUD dan SD serta Penguatan Peran Bunda PAUD dan POKJA PAUD Kabupaten Mamberamo Tengah dan Yalimo di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Rabu (4/11/2026).

“Cara belajar yang paling cocok untuk anak usia dini apa? Bermain. Bukan bermain sambil belajar, belajar sambil bermain. Bermain adalah belajar kalau untuk anak usia dini,” kata Rika Setiawati.

Menurutnya, kadang-kadang belajar seringkali diartikan duduk di kelas, kalau bermain, bebas. Padahal ketika anak bermain, di situlah mereka belajar.

Misalnya, anak-anak ketika rebutan bermain perosotan. Dari situ mereka belajar untuk mengantre dan mengalah yang membangun karakter.

“Di situasi bermain bebas justru bisa kelihatan proses belajarnya seperti apa, apakah kita sudah berhasil atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, guru bisa mengkondisikan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan atau memiliki pemaknaan belajar itu positif.

BERITATERKAIT

“Jadi, dia senang belajar, senang ke sekolah. Kalau sekolah libur, ‘aduh lama sekali liburnya saya mau ke sekolah’. Karena mungkin di sana dia bisa bermain sama temannya,” ujarnya.

Rika juga mengatakan bahwa setiap anak mempunyai jalur perkembangan masing-masing, ada anak bisa berdiri, berjalan, duluan, tapi berbicara belakangan. Ada juga yang bicara duluan, tapi jalannya telat.

“Di ujung akhir fase kemampuan pondasi itu adalah di usia rata-rata enam tahun, anak-anak itu sudah bisa semuanya,” katanya.

Berdasarkan hasil penelitian scanning otak lanjut Rika, ada perbedaan volume otak pada usia tiga tahun.

Katanya, otak anak yang ukurannya lebih kecil dari normal terjadi karena mengalami pengabaian ekstrem, sehingga menyusut hingga hampir sepertiganya.

“Pengabaian ekstrem itu artinya tidak dikasih makan yang baik (bergizi) sesuai kebutuhannya, dikasih kekerasan, dipukul, dimaki, dihukum fisik, bahkan ada orang tua yang tega mengunci anaknya seminggu gak diapa-apain.”

“Apa yang terjadi? Otak menyusutnya lumayan besar, menghilang sepertiganya. Jadi, bahaya pengabaian pada anak-anak ini,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Nusantara Sejati, Eka Simanjuntak mengatakan bahwa pentingnya seribu hari pertama cegah stunting.

Katanya, stunting bukan hanya ukuran berat badan, tinggi rendahnya. Tetapi, stunting itu yang paling utama ukurannya adalah pertumbuhan otaknya.

Menurutnya, ketika kita melihat anak-anak yang masih kecil matanya berbinar dan rasa ingin tahunya tinggi (bertanya) berarti anak itu tidak stunting.

“Tapi kalau anak itu tatapannya kosong maka kita harus curiga. Nah, oleh karena itu, kenapa seribu hari [pertama] itu penting, [karena] kalau seribu hari itu otak anak tumbuh optimal, maka pekerjaan TK, SD, SMP, SMA itu menjadi lebih mudah,” kata Eka Simanjuntak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist