Nabire, Jubi – Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara atau UP3 PLN Nabire kini menyalakan listrik enam jam sehari, pukul 19.00–24.00 WP, di tiga kabupaten Meepago—Paniai, Dogiyai, dan Deiyai—sesuai stok BBM yang diangkut lewat udara ke PLTD Deiyai.
Demikian hal itu disampaikan Manajer UP3 PLN Nabire Rahel Rumbewas kepada Jubi di kediamannya di Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat (5/9/2025).
Ia menjelaskan sejak terputusnya jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Nabire dengan tiga kabupaten tersebut akibat longsor, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah Kabupaten menyediakan pesawat untuk transportir BBM lewat udara. BBM di PLTD Deiyai perkiraan akan habis nanti pada Minggu (7/9/2025). Bila tidak ada pengiriman lagi, aliran Listrik akan padam total pada Senin, 8 September 2025.
“Tetapi konfirmasi kita tadi malam bersama Pak Pj Sekda Provinsi Papua Tengah dan Pak Bupati Paniai bahwasanya pada hari ini tanggal 5 akan diangkut kembali melalui pesawat udara sebanyak 4.000 liter. Jadi untuk sementara 4.000 liter ini kita bisa melayani masyarakat selama 6 jam,” katanya.
Ia berharap bahwa transportasi udara maupun darat ini dapat berjalan dengan lancar-lancar.
Manajer UP3 PLN Nabire mengatakan kendala yang dihadapi yaitu cuaca yang tidak menentu, sehingga menghambat penerbangan angkutan BBM. Bila cuaca cerah, mampu mengangkut sebanyak 4.000 liter sekali penerbangan.
“Jadi rencana hari ini itu sebanyak 4000 liter diangkut dalam satu flight dan hari besok sampai dengan satu minggu ini akan diangkut dengan penerbangan masing-masing dua flight seperti itu,” ujarnya.
Melihat kondisi pesawat dan tingkat koordinasi PLN dan Pemprov maupun Pemkab, selanjutnya akan diangkut sebanyak dua kali penerbangan, sebanyak 8.000 liter. Dengan begitu PLN bisa melayani masyarakat tiga kabupaten melalui ULP yang ada di Enarotali.
“Kita belum bisa memaksimalkan 24 jam karena kondisi udara yang udara maupun pesawat yang tidak bisa mengangkat sebanyak empat kali penerbangan dengan kisaran 15.000 liter,” ujarnya
PLN Berharap PLN, pemerintah bisa secepatnya membangun jalan utama, sehingga transportir BBM melalui darat bisa dilakukan, dan PLN akan melayani 24 jam.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah atau Pj Sekda Provinsi Papua Tengah dr. Silwanus Sumule mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan subsidi pesawat untuk mendistribusikan BBM ke Kabupaten Deiyai. Pemprov sudah berkoordinasi dengan pemilik maskapai penerbangan agar secepatnya menyalurkan BBM untuk kebutuhan penerangan.
“Sebanyak 32.000 liter BBM diangkut dari Timika ke Waghete mulai dari Jumat- selasa. Masing-masing penerbangan satu sampai dua kali penerbangan,” katanya melalui pesan singkat kepada jubi.(*)





















Discussion about this post