• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Psikiater: Pernikahan dini ganggu kesehatan mental anak

February 29, 2024
in Tanah Papua, Penkes
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: CR-11 - Editor: Syofiardi
pernikahan dini

Dr Manoe Bernd Paul SpKJ(K)AR MKes, spesialis kedokteran jiwa dan konsultan anak dan remaja saat ditemui Jubi di tempat praktiknya di Apotek Sinar Bahari Jayapura, Rabu (28/2/2024). -Jubi/CR-11

0
SHARES
631
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Psikiater atau spesialis kedokteran jiwa dan konsultan anak dan remaja Dr Manoe Bernd Paul SpKJ(K) AR MKes mengatakan pernikahan dini atau pernikahan pada usia remaja mengganggu kesehatan mental anak dan juga berdampak buruk bagi generasi penerus di Tanah Papua.

Dr Manoe yang ditemui Jubi di ruang kerjanya pada Rabu (28/2/2024) mengatakan manusia tumbuh berdasarkan siklus kehidupan di mana ada delapan tahap yang harus dilewatinya. Hal itu merujuk kepada pendapat Erik Erikson, tokoh psikologi sosial.

Tahapan itu adalah Infancy atau bayi (0-1 tahun), Early Childhood atau anak usia awal (1-3 tahun), Preschool Age atau anak usia prasekolah (4-5 tahun), School Age (6-11 tahun), Adolescence atau masa remaja (12-20 tahun), Young Adulthood atau dewasa muda (21-40 tahun), Adulthood atau dewasa (41-65 tahun), dan Senescence atau tua (65 tahun plus).

“Jadi ada standar tahapan perkembangan pada manusia dan sudah ada penelitiannya yang diterima secara internasional. Jika salah satu dari tahapan awal perkembangan terganggu maka itu akan berdampak hingga si anak dewasa nanti,” ujarnya.

Hal itu, tambah Dr Manoe, juga terjadi pada anak usia remaja (12-18 tahun). Jika tahapan sebelum memasuki usia remaja itu terganggu, maka sangat berdampak kepada anak tersebut nantinya.

“Pada tahap ini mereka mulai mengasah kemampuan dan kecakapannya untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari diri mereka,” ujarnya

BERITATERKAIT

Rustan Saru: kesehatan mental menentukan karakter pendidik

KPA Yapen gandeng komunitas peduli HIV/AIDS perkuat pencegahan di sekolahan

Mahasiswa dan pelajar distrik Bime diingatkan soal pentingnya kesehatan mental

Penanganan HIV tidak hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan

Hanya saja dorongan dari membentuk dan memperlihatkan identitas diri dari remaja ini seringkali sangat ekstrem dan berlebihan. “Sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan,” katanya.

Hal seperti ini, kata Dr Manoe, dapat dilihat dari beberapa anak remaja di Kota Jayapura yang seringkali melakukan aksi angkat-angkat ban di jalan raya atau mencoba untuk mengenali lawan jenis dengan cara yang salah.

“Anak yang sudah menikah atau memiliki bayi di usia remaja, baik anak laki-laki ataupun perempuan, akan sulit untuk melakukan perannya,” katanya.

Menurut Dr Manoe  anak remaja yang sudah menjadi ibu atau ayah sebenarnya sedang melewati tahap masa remaja yang ditandati dengan kecenderungan identitas dan kebingungan identitas sebagai salah satu persiapannya untuk menjadi dewasa.

“Saat seorang ibu masih berusia remaja harus melewati tahapan usia remajanya, hal itu akan berdampak kepada kesehatan mentalnya, seperti mudah marah, tidak bisa menyelesaikan tugasnya sebagai seorang ibu dengan baik, bahkan hal itu berdampak juga kepada kesehatan mental anaknya,” ujarnya.

Menikah atau punya anak di usia dini atau remaja, tambah Dr Manoe, rentan sekali terjadi kekerasan dalam rumah tangga dan terkena HIV/AIDS di mana salah satu pasangan mempunyai prilaku bergonta ganti pasangan.

Tahapan yang dilewati anak usia remaja yang langsung menjadi orang tua, itu juga berdampak pada anak yang nantinya mereka besarkan.

“Nah, sekarang bisa kita banyangkan nanti lima atau sepuluh tahun ke depan, di saat anak remaja itu masuk dunia pekerjaan, apakah dia nantinya mampu bekerja dengan baik? Apakah ia mampu mengambil keputusan dengan bijak?” katanya.

Jika ditelusuri lagi satu persatu mengenai siklus kehidupan manusia, kata Dr Manoe, mulai dari tahapan bayi sampai remaja yang seharusnya wajib dilalui seorang anak, jika salah satunya terlewati, itu berdampak buruk dan sulit untuk diubah.

“Makanya sangat penting untuk mengedukasi seorang anak pada usia bayi hingga remaja, peran kedua orang tua sangat penting dalam hal ini dan jangan disepelekan karena beresiko buruk bagi generasi penerus bangsa ini, terlebih khusus di Papua,” ujarnya.

Dr Manoe menambahkan, angka HIV/AIDS di Papua, khususnya pada usia remaja tahun ini juga sangat tinggi. Penanganan persoalan ini perlu kerja sama banyak pihak.

“Angka HIV/AIDS pada usia remaja sangat tinggi di Papua ini akibatnya dari apa yang sudah saya jelaskan tadi. Ini tentunya harus jadi perhatian khusus bagi setiap orang, baik itu orang tua maupun LSM dan pemerintah. Kita harus bergerak bersama-sama, mengedukasi anak usia remaja ini, demi menyelamatkan generasi di Tanah Papua,” ujarnya. (*)

Tags: Kesehatan MentalPernikahan Dinipsikologi anakSosialisasi Bahaya HIV/AIDS
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

kesehatan mental

Rustan Saru: kesehatan mental menentukan karakter pendidik

September 3, 2025
KPA Yapen gandeng komunitas peduli HIV/AIDS perkuat pencegahan di sekolahan

KPA Yapen gandeng komunitas peduli HIV/AIDS perkuat pencegahan di sekolahan

July 20, 2025

Mahasiswa dan pelajar distrik Bime diingatkan soal pentingnya kesehatan mental

June 9, 2024

Penanganan HIV tidak hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan

January 25, 2024

Kesehatan mental di Papua masuk kategori kritis

October 10, 2023

Dr Manoa Bernd: Kondisi mental anak dan remaja di Papua harus benar-benar diperhatikan

September 11, 2023

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara