Jayapura, Jubi – Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE, MSc Agr, menyatakan bahwa Konvensi Nasional Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) XV di Jayapura, Papua, merupakan momen tepat untuk mendorong kolaborasi antara para peneliti dan praktisi di Indonesia.
“Forum ini menjadi tempat lahirnya gagasan, inovasi, serta strategi yang bermanfaat, tidak hanya bagi dunia akademis, tetapi juga bagi pengambil kebijakan,” ujar Rektor Wambrauw saat membuka konvensi tersebut, Rabu (9/10/2024).
Ia menambahkan bahwa manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya di Papua.
Rektor Wambrauw turut mengapresiasi panitia pelaksana yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan acara ini, sekaligus memuji kualitas para pembicara utama yang hadir.

Ketua Umum PP AIHII, Dr. Agus Haryanto, SIP, MSI, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Hubungan Internasional (HI) Uncen yang telah mempersiapkan konvensi ini dengan baik.
“Kami sempat khawatir bahwa jumlah peserta akan kurang dari 50, namun sampai kemarin telah tercatat 74 peserta dari 55 lembaga perguruan tinggi,” kata Agus Haryanto.
Dalam kesempatan yang sama, Adi Dzulfuat, Direktur Pasifik dan Oseania dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI), mengungkapkan bahwa Kemenlu telah lama menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk HI Uncen. Salah satunya adalah pengiriman dosen untuk mengikuti seminar di Suva, Fiji.
“Kami pernah bersama dosen Uncen, Dr. Melyana Pugu, dalam menyampaikan materi di Suva,” ungkap Adi.
Sementara itu, Claus Wamafma, Vice President of Community PT Freeport, menekankan pentingnya keterlibatan PT Freeport dalam konvensi ini sebagai bentuk kerja sama dan kolaborasi demi kepentingan bersama. (*)





















Discussion about this post