Jayapura, Jubi – Dalam rangka percepatan penyelesaian tanah seluas 10 hektar, Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Jayapura akan menggelar focus group discussion atau FGD.
“Rencananya tanggal 19 Juli 2022. Kami juga melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemilik hak ulayat,” ujar Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna, di Kantor PDAM Jayapura, Senin (18/7/2022).
Menurutnya, FGD itu dilakukan untuk penambahan water treatmen atau pengolahan air baku dari Danau Sentani, Kabupaten Jayapura menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kamj juga melibatkan Balai Wilayah Sungai Papua, Balai Prasarana Permukiman Papua, Dewan Pengawas PDAM, Pemkot Jayapura. Anggaran untuk pembayaran lahan Rp 10 miliar,” ujar Entis.
Dikatakannya, tanah seluas 10 hektar yang berlokasikan di Skyline, Distrik Jayapura Selatan berada di atas ketinggian 300 mdpl (meter di atas permukaan laut).
“Target kami pada 2022 ini masalah lahan selesai, sehingga 2023 pemerintah pusat bisa menganggarkan dana untuk pembangunan water treatmen dan sekaligus reservoir,” ujar Entis.
Lanjutnya, bila itu sudah dilakukan, maka 2024 sudah bisa dilakukan pembangunannya. Pada 2025 air baku Danau Sentani sebanyak 300 liter per detik sekali produksi atau 3-6 jam sudah bisa dimanfaatkan masyarakat menjadi air bersih.
Entis membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait penambahan kapasitas produksi air, karena selama ini masih berharap pada sumber air yang saat ini sudah mulai berkurang akibat akses masyarakat semakin mudah ke sumber air dan penebangan hutan secara ilegal.
“Kami tidak akan melakukan produksi secara terus menerus atau 1×24 jam, tapi sebagai upaya memastikan penambahan kapasitas produksi saja untuk menjamin kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Entis.
Entis menambahkan pipa dari Danau Sentani bisa ditembuskan ke Skyline, kemudian dipasok ke beberapa lokasi, yang sudah terkoneksi dengan pipa transmisi Kojabu.
“Yang sekarang mendesak adalah pembangunan water treatmen, jalur pipa transmisi dari jalan alternatif Waena sampai Skyline. Kalau itu sudah terbangun tinggal dikoneksikan dengan pipa yang ada,” ujar Entis. (*)





















Discussion about this post