• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Daun Bungkus : Awalnya untuk besarkan nyali, kini untuk besarkan kejantanan

March 11, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Bungkus Papua

Daun Bungkus dari Papua - IST

0
SHARES
633
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sebutan “daun bungkus” itu muncul belakangan, karena daun Mambri dimitoskan berkhasiat memperbesar ukuran penis.

Jubi TV – Daun Mambri (Smilax rotundifolia) menjadi legenda, terutama ketika diperkenalkan sebagai “daun bungkus”. Tapi daun Mambri bukan hanya dilingkupi berbagai pengetahuan lokal tentang kemanjurannya, namun juga dilingkupi beraneka mitos yang melambungkan nama “daun bungkus”.

Tanaman ini dimanfaatkan untuk memperbesar bagian tubuh seperti penis, bokong, dan payudara. Daun Bungkus diketahui juga dapat mengobati penyakit sifilis. Tanaman ini pun dapat dijadikan sebagai bahan makanan seperti asparagus dan bayam.

Apolos Sroyer, mananwir Kainkain Karkara Byak menuturkan bagaimana masyarakat adat Biak memanfaatkan daun Mambri. Menurutnya, daun Mambri semula digunakan untuk menambah keberanian bagi kaum laki-laki Biak, terutama dalam perang. Kaum pria akan mengunyah daun tiga jari itu untuk memanaskan leher dan tubuh, karena diyakini daun itu menambah keberanian mereka saat tampil dalam medan perang sebagai seorang mambri atau panglima perang.

Sebutan “daun bungkus” itu muncul belakangan, karena daun Mambri dimitoskan berkhasiat memperbesar ukuran penis. Cara yang dianjurkan dalam mitos “memperbesar” itu adalah memakai daun Mambri untuk membungkus alat vital lelaki. Berhasil? Entahlah, yang jelas banyak kasus cara itu bisa menimbulkan alergi atau menyebabkan kulit melepuh.

“Saya sendiri tidak sepakat dengan kata ‘daun bungkus’, sebab daun itu gunanya untuk menambah keberanian, vitalitas, dan semangat bagi kaum pria dalam perang. Saya sendiri tidak setuju kalau disebut ‘daun bungkus’,”kata Apolos Sroyer.

Bungkus Papua
Salah satu produk daun bungkus – IST

Sroyer menjelaskan daun Mambri memang memiliki beragam manfaat, termasuk dipakai untuk menyembuhkan luka bekas kena tombak atau panah. Namun, Sroyer sangat berkeberatan dengan sebutan “daun bungkus” yang lebih dibaluri mitos urusan bungkus membungkus itu.

BERITATERKAIT

Penyakit kanker pembunuh nomor tiga, ini penyebab dan herbal penolong penyembuhan

“Daun bungkus” adalah tanaman merambat hijau dengan duri. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 20 kaki panjangnya dengan memanjat benda dan tumbuh-tumbuhan lain. Jika tidak ada yang bisa dipanjat, ia akan tumbuh di tanah.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ketebalan “daun bungkus” ini cukup bervariasi dari yang tipis dengan ujung daunya bergerigi sampai yang tebal dengan daun yang mulus, Daun ini juga memiliki karakterisitk semakin tebal dan tua daun maka semakin banyak juga kandungan getahnya, Getah dari daun ini memiliki sifat panas namun mudah menguap. Beberapa daun memiliki warna hijau muda sampai hijau tua dengan ujung ruas 3 daun, itulah kenapa daun ini disebut daun tiga jari.

Peneliti dari Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Dr Lisye Iriana Zebua menyebut sampai saat ini belum ada penelitian terbaru yang bisa membuktikan mitos “daun bungkus” dan urusan bungkus membungkus. Zebua sendiri mengaku belum pernah meneliti manfaat dan khasiat daun Mambri, termasuk dalam urusan bungkus membungkus.

Zebua menyebut potensi tanaman obat dari Papua memang sangat banyak dan beragam, termasuk potensi daun Mambri.

“Pengetahuan lokal tanaman obat Papua berbeda-beda untuk setiap suku. Dan [pengetahuan itu] sesuai dengan dengan tempat tinggal mereka, baik di wilayah pegunungan maupun di dataran rendah,” katanya.

Namun, Zebua menyebut penelitian ilmiah atas berbagai tanaman obat Papua terkendala minimnya pengetahuan generasi muda Papua tentang tanaman obat itu. Sekarang sudah sangat jarang ada anak anak muda yang mengetahui tanaman obat tradisional dari suku mereka.

”Tidak banyak anak-anak muda Papua yang mengetahui tanaman obat tradisional dari suku mereka, Apalagi bila mereka sudah tinggal di perkotaan. Maka sebutan untuk nama lokal tumbuhan obat dari suku merekapun tidak mereka pahami,” katanya.

Selain itu, umumnya pengetahuan tanaman obat Papua hanya bisa diperoleh dari keterangan atau penjelasan para orang tua yang usianya di atas 60 tahun,

“Estafet pengetahuan dari para orang tua tentang tanaman obat Papua jarang terjadi bahkan tidak ada sama sekali,” katanya.

Antropolog JR Mansoben, PhD MA menyebut sejak dulu orang-orang tua suku Byak mengenal beragam jenis daun yang memiliki khasit tertentu. Orang tua selalu menganjurkan para pemuda memakan daun agar pintar membuat perahu, atau daun untuk mengukir dan menempa parang.

“Berbagai jenis daun ini jelas berfungsi untuk memberikan semangat dan juga sebagai herbal dalam kesehatan, agar bisa berpikir lebih jernih,” kata Mansoben kepada Jubi, Rabu (9/3/2022).

Mansoben menambahkan banyak tumbuhan yang sampai sekarang belum diteliti dan dimanfaatkan sebagai obat obatan tradisional.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Cenderawasih, Dr Rosye Hefmi Tanjung mengatakan pihaknya meneliti berbagai tanaman obat Papua. Menurut Tanjung, pihaknya baru saja mengajukan hak paten terhadap hasil peneletian manfaat Katuk Hutan atau Bremia cermua dalam pengobatan kanker.

Tanjung menjelaskan habitat katuk hutan itu menyebar di dataran rendah seperti daerah pantai, tetapi tumbuh agak jauh dari garis pantai. Tumbuhan itu tumbuh subur di tanah gembur dengan kadar air yang cukup. Tumbuhan itu ditemukan menyebar di dataran rendah yang datar hingga ketinggian 50 meter di atas permukaan laut. (*)

Tags: BungkusHerbalKelamin
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pulau Bonyum

Pulau Bonyum simbol masuknya Katolik di selatan pulau Papua

May 16, 2026
Buku Memoria

Buku Memoria Passionis seri ke-44 diluncurkan

May 16, 2026
PM PNG

PM PNG: Selamat untuk pemimpin baru Kepulauan Solomon, Matthew Wale

May 16, 2026
Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto ucapkan selamat kepada PM Kepulauan Solomon

May 16, 2026
Reno Salampessy

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

May 16, 2026
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

May 16, 2026
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Persipura

Persipura disanksi berlapis: Tanpa penonton hingga denda ratusan juta

May 16, 2026
Operasi Militer

Operasi militer di Puncak: 12 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026
Dogiyai

Solidaritas Rakyat Papua desak Polda Papua Tengah copot Kapolres Dogiyai

May 15, 2026
Reno Salampessy

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

May 16, 2026
Kapal Perang

Kapal Perang Patroli Inggris kembali ke Honiara

May 15, 2026
Nobar

Kapolda Papua Barat: Nobar ‘Pesta Babi’ tak masalah selama lulus sensor

May 16, 2026
Pulau Bonyum

Pulau Bonyum simbol masuknya Katolik di selatan pulau Papua

0
Buku Memoria

Buku Memoria Passionis seri ke-44 diluncurkan

0
PM PNG

PM PNG: Selamat untuk pemimpin baru Kepulauan Solomon, Matthew Wale

0
Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto ucapkan selamat kepada PM Kepulauan Solomon

0
Reno Salampessy

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

0
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

0
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

0

English Stories

Teluk Bintuni
Pacnews

Government urged to repair severely damaged roads and bridges in Teluk Bintuni

May 16, 2026
Jayapura Regency
Pacnews

Performance of Special Group Faction in Jayapura Regency Legislative Council questioned

May 15, 2026
Papuan Regional Police
Pacnews

Papua Regional Police urged to take over investigation into Tolikara shooting case

May 15, 2026
Pih Feast
Pacnews

Disbandment of Pig Feast (Pesta Babi) Screenings: Freedom of Expression Must Be Protected

May 14, 2026
Meki Nawipa
Pacnews

Meki Nawipa: Papua Needs Honest People, Not Just Smart Ones

May 14, 2026

Trending

  • Film Pesta Babi

    Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persipura disanksi berlapis: Tanpa penonton hingga denda ratusan juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Operasi militer di Puncak: 12 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solidaritas Rakyat Papua desak Polda Papua Tengah copot Kapolres Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara